POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Diagframa

Sarjana di Kalangan Pengangguran

Redaksi by Redaksi
November 21, 2024
in Diagframa, Pendidikan, pengangguran, POTRET Budaya, sarjana
0
Sarjana di Kalangan Pengangguran - 67ddc941 7356 40b9 9294 420d1168f5fa | Diagframa | Potret Online

Oleh : Ego Syahputra

Alumni Pascasarjana Hukum Islam UIN IB Padang, Sumatera Barat 

Gelar sarjana sering kali dianggap sebagai tiket menuju masa depan yang cerah. Namun, realitas yang dihadapi banyak lulusan perguruan tinggi di Indonesia justru berbanding terbalik dengan harapan tersebut. Tingkat pengangguran sarjana semakin meningkat setiap tahun, mencerminkan adanya kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Penyebab utamanya adalah ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Banyak perguruan tinggi yang masih menerapkan kurikulum yang kurang relevan dengan perkembangan zaman. Akibatnya, lulusan tidak memiliki keterampilan yang cukup untuk bersaing di pasar kerja modern, seperti kemampuan teknologi, komunikasi, dan berpikir kritis.

Sarjana di Kalangan Pengangguran - 1f8a6512 9a20 42d5 a3c1 c6b58f6401ac | Diagframa | Potret Online
Baca Juga
POTRET Budaya
NEGERI ABADI
19 Des 2024

Selain itu, banyak perusahaan lebih mengutamakan pengalaman kerja daripada gelar akademik semata, yang menjadi tantangan besar bagi fresh graduate.Di sisi lain, pertumbuhan lapangan kerja belum sebanding dengan jumlah lulusan yang dihasilkan setiap tahun. Pemerintah dan sektor swasta menghadapi tantangan besar dalam menciptakan peluang kerja yang memadai. Banyak perusahaan juga memberlakukan persyaratan tinggi yang tidak jarang membuat para sarjana kehilangan kepercayaan diri. Alhasil, mereka terjebak dalam situasi di mana gelar mereka seolah tidak berarti.Fenomena ini juga memunculkan pertanyaan tentang peran perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusannya.

Perguruan tinggi idealnya menjadi wadah yang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja melalui program magang, pelatihan keterampilan, atau kerjasama dengan industri.

13FF0AAC-47C9-46A2-9D2B-B13922D2FD13_11zon
Baca Juga
POTRET Budaya
Hentak Syair Savitri Jumiati
07 Mar 2022

Sayangnya, program semacam ini masih belum optimal di banyak universitas.Namun, bukan berarti sarjana harus menyerah pada keadaan. Lulusan perlu lebih proaktif dalam mengembangkan keterampilan baru, seperti mengikuti kursus daring, memperluas jaringan profesional, atau bahkan menciptakan peluang usaha sendiri.

Di era digital ini, kreativitas dan inovasi menjadi kunci untuk membuka peluang baru, mengatasi masalah pengangguran sarjana memerlukan upaya kolektif. Pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha harus bersinergi menciptakan sistem pendidikan yang lebih adaptif dan relevan. Dengan demikian, gelar sarjana tidak lagi menjadi beban, melainkan aset yang mampu membawa perubahan positif bagi individu dan masyarakat.

Baca Juga
Fiksi
Untaian Puisi-Puisi Mustiar Ar.
22 Des 2021

Referenshi:

https://www.bps.go.id
https://www.kemdikbud.go.id
Suharti, L. (2013). “Pengangguran Terdidik di Indonesia: Analisis dan Solusi.” Jurnal Ekonomi dan Pendidikan.
Syahdan, F. (2020). “Keterkaitan Kurikulum Perguruan Tinggi dengan Kebutuhan Industri.” Jurnal Pendidikan Indonesia.
https://www.ilo.org

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post
Sarjana di Kalangan Pengangguran - IMG_1819 | Diagframa | Potret Online

Kakek Nazar di Usia Senja

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah