POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Lukisan Istana Darud Dunia hingga Manuskrip Kuno di PKA VII

RedaksiOleh Redaksi
August 9, 2018
🔊

Dengarkan Artikel


BANDA ACEH — Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 tak hanya menampilkan kuliner tradiosional dan budaya Tanah Rencong saja. Benda-benda sejarah hingga manuskrip kuno ikut dipamerkan dalam event empat tahunan itu.
Pameran sejarah Aceh digelar di Aceh History Expo yang digelar di Museum Aceh. Di dalam gedung berlantai tiga itu, terdapat sejumlah stand yang memamerkan lukisan-lukisan benda bersejarah. Di sana, juga ada pemandu yang siap menjelaskan secara detail tentang stand milik mereka. 
Dalam pameran sejarah Aceh ini juga dipamerkan lukisan “Istana Darud Dunia” yang dilukis selama 14 tahun. Lukisan yang baru siap sekitar 90 persen ini dipamerkan di stand “Sayed Art”. Lukisannya menampilkan istana Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda menjabat lengkap dengan bangunan istana dan pasukan bergajah yang menjadi pengawal. 
Selain lukisan, benda-benda seperti batu nisan, pecahan keramik pada masa lampau dan lainnya juga banyak dipamerkan. Penggemar sejarah, dapat melongok langsung dan mempelajari sejarah Tanah Rencong pada masa dulu. 
Pada pameran sejarah ini, juga ada manuskrip-manuskrip kuno yang dipamerkan. Salah satunya adalah “Rumoh Manuskrip Aceh” milik kolektor manuskrip kuno Tarmizi A Hamid. Dia memamerkan 22 manuskrip dengan beragam tema. 
Di antaranya, ada Alquran tertua yang berusia ratusan tahun, kitab gempa dan lainnya. Menurut Tarmizi, dirinya ikut memamerkan empat naskah manuskrip yang merupakan karya terbesar yaitu manuskrip “Bustanul Assatin”, “Siratal Almustaqim”, dan “Wiratul Tulab”. 
“Kita juga memamerkan manuskrip lain tentang gempa, kecantikan, perjodohan dan banyak lagi. Yang kita pamerkan ini 22 manuskrip dari ratusan koleksi,” kata Tarmizi. 
“Pada koleksi saya sendiri, saya akan bongkar habis ini. Yang kita pamerkan adalah menangkut dengan harga diri orang Aceh sesungguhnya dan identitas orang Aceh Sesunggunya. Kita buka semua,” jelas Tarmizi. 
Dalam pameran tersebut, Tarmizi juga akan memperkenalkan tinta dan kertas yang dipakai untuk menulis manuskrip. Pameran sejarah Aceh ini dibuka dari pagi hingga pukul 17.00 WIB sore. 
“Kita akan berikan informasi ke pengunjung gimana kertasnya, tintanya,” ungkap pria yang akrab disapa Cek Midi ini. []

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 141x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 92x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Sejauh Mata Memandang, Sedekat Hati dengan NKRI

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Titik Bermula Daripada Zab Bransah

MOMENTUM MENGUKIR SEJARAH

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Bon Kontan Alat Tukar Warga di Langsa di Zaman Awal Kemerdekaan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00