• Latest
Perjuangan Tanpa Henti Sang Pengemis di Simpang Jambo Tape

Perjuangan Tanpa Henti Sang Pengemis di Simpang Jambo Tape

November 11, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Perjuangan Tanpa Henti Sang Pengemis di Simpang Jambo Tape

Minggu 29 September 2024 Pukul 17.45 wib, Simpang Jambo Tape Kota Banda Aceh, kuamati dan kugali informasi dari pengemis itu

Redaksiby Redaksi
November 11, 2024
Reading Time: 3 mins read
Tags: #pengemis
Perjuangan Tanpa Henti Sang Pengemis di Simpang Jambo Tape
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh AZIA

Mahasiswa Semester Lima, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Pada dasarnya, setiap orang telah diberi potensi oleh Allah SWT agar dapat hidup mandiri. Telah diberi akal dan pikiran agar dapat berusaha dan berikhtiar mencari kebutuhan hidup, dengan cara, satu di antaranya adalah  tolong-menolong antara sesama manusia, karena manusia adalah makhluk sosial, dan tidak dapat melepaskan diri dari kehidupan bermasyarakat. Lalu, mengapa ada pengemis yang semakin banyak terlihat saat ini? Lalu, kemudian banyak pula dipersoalkan.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Nah, fenomena pengemis sebenarnya  merupakan masalah yang kompleks dan memiliki dimensi sosial, ekonomi, dan budaya yang perlu dipahami serta ditanggani dengan pendekatan yang tepat. Mengapa demikian? Dalam realitas sosial, ternyata pengemis tidak hanya mereka yang benar-benar membutuhkan. Ada pengemis yang membutuhkan bantuan, karena kemiskinan, ada juga yang memanfaatkan profesi pengemis sebagai cara untuk mendapat penghasilan lebih mudah.

Meskipun banyak pengemis hidup dalam kemiskinan, terdapat laporan di beberapa kota besar dimana pengemis bisa mendapatkan penghasilan yang cukup besar dari mengemis. Bahkan, ada yang bisa memperoleh lebih banyak daripada pekerja formal dengan upah minimum.

Begitu pula yang terjadi pada tengah keramaian Simpang Jambo Tape, Kota Banda Aceh, terlihat sosok seorang pria paruh baya dengan keterbatasan fisik, berdiri sambil memegang tongkat. Usianya sekitar 37 tahun. pakaiannya sederhana dengan kemeja dan tas hitam yang digantung di pundak untuk menampung hasil belas  kasih dari orang-orang yang lalu lalang.

Bagi sebagian orang, ia mungkin hanya bagian dari pemandangan kota. Namun, kisah hidupnya penuh dengan perjuangan yang tak terlihat dari pandangan sekilas. Penulis telah melakukan observasi dan sekaligus mewawancarainya untuk mendapatkan informasi yang lengkap tentang kehidupan seorang pengemis.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang penulis dapatkan, pria ini berasal dari Kampung Keudah dan kini menetap di Kampung Ule Kareng. Beliau bukan hanya sosok bapak yang biasa, tapi juga merupakan kepala keluarga yang sangat hebat. Beliau tinggal bersama istri yang sedang menderita sakit parah dan dua anak kecil di kampung Ule kareng.

Dalam situasi yang penuh tantangan dan keterbatasa nya yang tidak bisa melihat,Beliau berjuang mencari nafkah untuk keluarganya dengan semangat yang tak mudah goyah. Dari pagi hingga sore, ia menjalani rutinitasnya di jalanan, berharap bisa membawa pulang rezeki untuk menghidupi keluarganya.

Bagi pria ini, mengemis bukan sekadar pilihan, tetapi sebuah keharusan. Dengan keterbatasan yang ia miliki, mencari pekerjaan tetap menjadi tantangan besar. Namun, tekadnya untuk menafkahi keluarga tetap teguh. Ia adalah bukti hidup bahwa cinta dan dedikasi seorang ayah mampu mengatasi segala rintangan, bahkan dalam kondisi yang paling berat sekalipun.

Kisah ini tak hanya menggambarkan betapa gigihnya perjuangan pria tersebut, tetapi juga membuka mata kita tentang perlunya dukungan dari komunitas dan pemerintah bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Program sosial dan bantuan kemanusiaan yang tepat sasaran akan sangat berarti untuk meringankan beban hidup orang-orang seperti pria ini, yang di tengah segala keterbatasan masih menyimpan harapan dan keyakinan.

ADVERTISEMENT

Momen ini tidak hanya mencerminkan kisah hidup seseorang, melainkan menjadi simbol ketabahan dan keberanian dalam menghadapi hidup. Jadi, pria ini adalah inspirasi nyata bahwa di balik keterbatasan, ada jiwa yang pantang menyerah, dan semangat untuk memberi yang terbaik bagi keluarga yang dicintai.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
RASA IBA TERHADAP PENGEMIS DI BANDA ACEH DAN TANTANGAN SOSIALNYA

RASA IBA TERHADAP PENGEMIS DI BANDA ACEH DAN TANTANGAN SOSIALNYA

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com