• Latest

Gara-gara ulah Fufufafa, Ibu Pertiwi kembali Hamil Tua

September 15, 2024
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
Gara-gara ulah Fufufafa, Ibu Pertiwi kembali Hamil Tua - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Artikel | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
0bbaafe3-989c-40ac-89fc-d0335c56d343

Dubai Kota Impian Pelan-pelan Menuju Kota Hantu

Maret 31, 2026
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026
Gara-gara ulah Fufufafa, Ibu Pertiwi kembali Hamil Tua - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Artikel | Potret Online

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
OSIS

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Gara-gara ulah Fufufafa, Ibu Pertiwi kembali Hamil Tua

Redaksi by Redaksi
September 15, 2024
in Artikel, Fufu fafa
Reading Time: 4 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh : Dr. KRMT Roy Suryo, Kes

Frasa “hamil tua” dalam judul di atas tentu bukan diarahkan untuk kembali membahas Erina Gudono (EG), istri dari Kaesang Pangarep (KP), anak presiden Joko Widodo (JW) yang tercyduk difasilitasi (baca: patut diduga Gratifikasi) oleh COO SEA Limited Gang Ye, holding dari Shopee, Garena, FreeFire dan sebagainya yang juga sedang Viral dan ditunggu keberanian KPK untuk mengusutnya itu, tetapi lebih kepada kondisi Bangsa Indonesia yang baru saja merayakan Hari jadinya ke-79 Agustus lalu. Harap diingat kasus yang sangat kental ada Trading in Influence di atas terjadi karena GY banyak melakukan bisnis di Indonesia, terutama di kota Solo tempat di mana Gibran Rakabuming Raka (GR) – anak dari JW sekaligus kakak KP, yang disebut-sebut “bukan Pejabat negara” itu- menjabat sebagai Walikota.

Jadi EG, KP sebagai bagian dari keluarga JW tidak usah GR kali ini artinya “Gede Rasa” dulu, karena sekarang tulisan tidak (atau hanya “belum”) membahas kasus Private Jet yang sangat cetho welo welo itu, namun justru mencermati ulah  akun di KasKus bernama “Fufufafa” yang semakin hari makin dibongkar identitas aslinya oleh Netizen +62 dan kesemuanya sangat bisa dipastikan mengarah pada sosok GR, kakak dari KP yang juga merupakan anak dari JW sekaligus “Wakil Presiden terpilih” dalam Pemilu 2024 yang disebut-sebut sebagai Pemilu paling curang dalam sejarah Politik di Indonesia kemarin.

Jadi Judul kalimat “Ibu Pertiwi kembali Hamil Tua” ini sekali lagi mengingatkan kita kepada tulisan saya tertanggal 01 Februari 2024 lalu : “Ibu Pertiwi sedang Hamil Tua” yang menceritakan ketika Alm. H. Rosihan Anwar (10/05/1922 – 14/04/2011), seorang Sejarawan, Sastrawan, Budayawan & Calon Anggota Konstituante (mewakili PSI asli alias Partai Sosialis Indonesia, bukan yang “Partai Salah Input”, menulis buku “Sebelum Prahara Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965” yang diterbitkan Penerbit Sinar Harapan th 1980.

Saat itu (sekitar 44 tahun lalu) saja masih banyak masyarakat yang terus terang belum benar-benar bisa memahami apa yang dirasakan oleh Beliau dan Rakyat Indonesia saat itu, karena ketika peristiwa aslinya terjadi menjelang G-30S/PKI th 1965 memang banyak generasi sekarang yang belum lahir, utamanya adalah Millenial apalagi Gen-Z. Jadi ketika hari-hari ini masyarakat Indonesia kembali was-was akan bangkitnya “gerakan sejenis”, bukan G30S-PKI namanya terapi G22S-OWI, tentu masih banyak yang belum ngeh akan “Nogo Dino” alias “tanda-tanda Alam semesta” yang merupakan persatuan dari 2 alam sebagaimana sering saya sebut “Manunggaling Kalih Jagat” dalam tulisan-tulisan sebelumnya.

Artinya kalimat “Ibu Pertiwi sedang Hamil Tua” yang disitir oleh Alm Rosihan Anwar tersebut sebenarnya berlatar belakang kondisi situasi politik saat itu (1965) di mana Anwar Sanusi (dari Partai yang sekarang terlarang, PKl) dalam sambutannya pada penutupan Latihan Sukwan Bantuan Tempur BNI yang awalnya memang mengatakan “Kita sekarang berada dalam situasi di mana Ibu Pertiwi sedang dalam keadaan hamil tua. Sang Paraji, Sang Bidan sudah siap dengan segala alat yang diperlukan untuk menyelamatkan kelahiran Sang Bayi yang lama dinanti-­nanti. Sang Bayi yang akan lahir dari kandungan Ibu Pertiwi itu adalah suatu kekuasaan politik yang sudah ditentukan dalam Manipol yaitu kekuasaan gotong-royong yang berporoskan Nasakom bersoko-guru buruh dan tani.”

Baca Juga

Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
Gara-gara ulah Fufufafa, Ibu Pertiwi kembali Hamil Tua - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Artikel | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026

Saat ini kondisi sosial-politik Indonesia memang belum bisa 100% disamakan dengan situasi saat itu, bahkan dimiripkan dengan kondisi hari-hari terakhir Orde Baru (Mei 1998), namun embrio-embrionya sudah mulai terasa di masyarakat. Kondisi ini bukan tidak mungkin akan mrmbuat Rakyat selaku The Silent Majority ikut bergerak bilamana memang kontraksi (bak bayi yang akan lahir) ini sudah terasa sampai ke pelosok negeri. Bagaimanapun juga Gerakan Rakyat – laksana “Manunggaling Kawula Gusti”- di Indonesia sudah terbukti ampuh untuk mengehentikan Niat buruk (seperti yang barusan mau dilakukan Baleg DPR-RI sebagai Pelaksana Kekuatan Jahat di belakangkanya) ketika akan membegal Keputusan MK No. 60 dan No. 70 kemarin bahkan bisa saja akan menurunkan Rezim yang dirasa mulai melenceng oleh masyarakat dan hal tersebut tidak akan bisa dibendung bilamana “wis wayah-e” (Jw) yang artinya sudah waktunya menurut Semesta.

Inilah yang terjadi pada kasus Akun di KasKus bernama Fufufafa yang sudah tidak sekedar trending topic di dalam negeri saja, namun sudah menjadi pemberitaan resmi di media media mancanegara dan mostly mereka pun sudah cerdas untuk berkesimpulan sama dengan Netizen +62 yang juga sudah saya pastikan juga, bahwa Akun Fufufafa tersebut sulit dilepaskan lagi bahwa terkait sangat erat dengan akun akun yang sudah dipastikan kepemilikan sebelumnya, yakni Chilli_Pari, Raka Gnarly, @rkgbrn, @kaesangp hingga @jokowi. Terakhir bahkan sudah terungkap juga – meski oleh Anonimus account – Nomor HP yang selama ini dipakai oleh GR terbukti terhubung ke akun Fufufafa di KasKus tersebut dan bahkan sudah dilakukan pengujian oleh banyak Netizen termasuk media untuk membuktukan kesahihannya.

Kondisi tersebut saat ini meski sudah dilakukan upaya Penghilangan Barang Bukti berupa upaya penghapusan sekitar 2100 postingan dari sekitar 5000-an sebelumnya yang mostly isinya Ujaran Kebencian, Caci Maki, Celoteh bocah tidak bermoral alias Kampungan dan cenderung Porno, sampai sampai ada Seorang sekelas Menteri yang seharusnya Tupoksinya bukan soal itu, yakni Menkominfo Budi Arie Setiadi yang sudah “tidak malu pasang badan” dengan statemen-statemen konyolnya alias sangat tidak ilmiah, OmDo yang praktis tidak dipercaya oleh masyarakat. Sampai sampai Netizen +62 menggunakan istilah yang (maaf) agak vulgar yakni “Ada menteri yang ditugasin mencebokin keluarga”, sampai segitunya, Terwelu.

Ini artinya sekarang sudah tidak perlu lagi pembuktian teknis lagi, karena secara sah dan meyakinkan sudah “cetho welo welo” bahwa Akun di KasKus bernama Fufufafa yang sangat Viral karena ujaran kebenciannya – terutama kepada sosok Presiden terpilih Bp Prabowo Subianto beserta Keluarganya, di samping juga kepada pihak lain seperti Pak SBY, mas Anies Baswedan, Artis artis ternama hingga Partai- adalah benar sosok yang selama ini diungkap oleh para “Private Investigator” (bukan Private Jet) dari Netizen +62 yang “Maha Benar karena Cuitannya”. Sangat sulit terbantahkan lagi secara ilmiah, kecuali ada pihak yang “dikorbankan” selaku Kambing Hitam atau sekadar pembelaan secara tidak ilmiah, bahkan Kampungan belaka.

Kesimpulannya, Pelantikan Presiden dan pergantian Rezim tunggal menghitung hari, ibarat Ibu yang sedang mengandung sudah hampir mencapai usia di atas 8 bulan (sekali lagi ini bukan hanya sekadar boleh tidak naik Pesawat), artinya sudah dalam kondisi Hamil Tua. Dalam situasi ini apapun masih bisa terjadi, misalnya kelahiran prematur akibat keguguran sang bayi karena kondisi tertentu yang dialami oleh Sang Ibu yang mana bisa saja membahayakan bukan hanya Bayi namun juga Ibunya. Seandainya Ibu Pertiwi ini adalah yang digambarkan Alm Rosihan Anwar sebagai Tanah Air kita Indonesia, apakah bisa gara-gara ulah tidak terpuji si Fufufafa, kondisinya menjadi seperti deja vu, tahun 1965 atau 1998 silam? Tentu apapun yang terjadi, kita tetap berharap lindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, selamatkan Rakyat dan Negara Indonesia utamanya, tidak apa apa jika harus membongkar siapa di balik Fufufafa … AMBYAR.

)* Dr. KRMT Roy Suryo, M.Kes – Pemerhati Telematika, Multimedia, AI & OCB Independen – Sabtu, 15 September 2024

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 348x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 310x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 303x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 267x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 195x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche
Artikel

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
Gara-gara ulah Fufufafa, Ibu Pertiwi kembali Hamil Tua - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Artikel | Potret Online
#Pendidikan

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil
Artikel

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
0bbaafe3-989c-40ac-89fc-d0335c56d343
Artikel

Dubai Kota Impian Pelan-pelan Menuju Kota Hantu

Maret 31, 2026
Next Post
Gara-gara ulah Fufufafa, Ibu Pertiwi kembali Hamil Tua - e870c7b8 7f40 4636 b7b5 61757246323e | Artikel | Potret Online

Guru SDN 13 Susoh Raih Medali Emas dan Perunggu di PON, Ini Kata Ketua IGI Abdya

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com