POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dilema dan Kesenangan Hati Seorang Guru

RedaksiOleh Redaksi
April 6, 2024
Dilema dan Kesenangan Hati Seorang Guru
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh : SITTI HASANAH, S.Pd
Guru SMAN 1 Tanah
Jambo Aye, Aceh Utara

TERKADANG kehidupan seorang guru sangat ditentukan oleh seberapa banyak peserta didik yang setiap harinya dikoordinir oleh seorang guru.

Semakin banyak peserta didiknya, semakin berat beban kerja yang harus dipikul, seberapa banyak jumlah peserta didik, sejumlah itu juga karakter dan perilaku yang harus dididik dan dibentuk untuk menjadi sempurna.

Perbedaan antara satu peserta didik dengan peserta didik yang lain merupakan indahnya perbedaan yang ada. Keanekaragaman itu yang membuat kita jadi banyak pengalaman dalam melaksanakan tugas mulia sebagai guru. Perjuangan untuk membentuk karakter anak manusia hanya dapat dirasakan dan dilakukan oleh seorang guru.

Oleh sebab itu, guru patut bangga dengan profesi yang disandangnya, kerena dengan banyaknya jumlah peserta didik yang setiap hari menjadi teman sharing. Jadi, semakin banyak pengalaman yang berharga kita dapatkan, karena guru tidak hanya sebagai tenaga pengajar, tetapi juga menjadi fasilitator di kelasnya.

Tugasnya mengarahkan siswa, mengelola dan mendengarkan pendapat- pendapat siswa yang beraneka ragam, sehingga mendapat dukungan dan apresiasi dari gurunya.

Panjangnya perjalanan yang sudah ditempuh oleh seorang pemandu pendidikan di negeri ini, merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa yang dapat dirasakan. Betapa besar pengaruh pendidikan bagi seorang penikmat dan pelakunya. Antara guru dan siswa tidak pernah terlepas dari sebuah ikatan yang cukup menyita waktu yang begitu panjang.

Guru dan siswa adalah serangkaian kelompok belajar yang hubungan kedekatannya sangat erat dan familiar, sangat mengenal satu sama lain, bahkan sangat tahu tentang kepribadian masing- masing.

Guru adalah sosok yang sangat berpengaruh bagi siswanya. Ketidakhadiran guru, ruang kelas akan terlihat sepi, tidak ada yang bisa membuat suasana kelas hidup, romantis (kedekatan antara siswa dengan guru) serta penuh makna kecuali seorang guru.

Jikalau selama ini kita hanya bisa mendengarkan kata-kata majas untuk seorang guru, melalui goresan pena dari seorang penulis puisi, yang mensyaratkan makna lewat diksinya yaitu “guruku, aku tak tahu kapan pengaruhmu akan berakhir.”

📚 Artikel Terkait

Melatih Siswa Madrasah Menulis Sejak Dini

Sumbar Talenta Indonesia Tampil Memukau di Resepsi Nasional RI di Hilton Bosphorus, Istanbul

Perempuan-Perempuan yang Belajar Menganyam Tudung Saji

Mengelola Perbedaan, Menjaga Demokrasi: Refleksi Pilkades di Tingkat Desa

Memang pengaruh guru tidak pernah berakhir sampai kapanpun. Sampai hari ini kita sangat menyadari apapun kemudahan yang kita lewati dalam perjalanan kehidupan kita sangat berpengaruh kepada ide-ide yang guru tanamkan lewat proses pembelajaran di sekolah.Jadi, Indahnya kehidupan yang kita jalanipun sangat berpengaruh dari apa yang dikenalkan oleh guru kepada siswa,karena guru dunia ini jadi menakjubkan.

Pendidikan membuat orang jadi sempurna, kesetiaan seorang guru bukan hanya mendidik, mengajar, melatih dan membimbing peserta didiknya untuk meningkatkan pengetahuannya tentang banyak hal.

Akan tetapi mereka juga dituntun oleh guru untuk dapat bergaul sesama peserta didik tentunya dengan rasa penuh pengertian, perhatian dan mampu membangun rasa kekeluargaan yang harmonis.

Sehingga, pada saatnya kelak mereka menjadi orang yang baik dari segi perilaku,cerdas dan bernilai dari segi akademik,mandiri serta sukses dalam kehidupannya sebagai manusia yang terlahir dari sebuah pendidikan.

Jika kita lihat perjuangan seorang guru untuk peserta didiknya sangat luar biasa,pembentukan karakter,pembinaan kemandirian seperti mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Pramuka, Sispala (siswa pencinta alam), Rohis (Rohani Islam) dan adanya OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekokah) yang membangun kerja sama, kemandirian penuh bertanggung jawab. Ada kalanya mereka dibawa meninjau ke sekolah lain yang lebih maju (study banding), lawakan histori yaitu mengunjungi tempat- tempat sejarah makam pahlawan, membandingkan suasana alam dan perbedaan masyarakat dengan latar belakang yang berbeda agar termotivasi ke hal-hal yang positif yang mampu bersaing dan unggul dalam segala hal. Peran guru dalam melaksanakan tugas aneka job, membantu menjalankan program kepala sekolah dalam hal apapun sudah pasti.

Contoh nyata antara lain, adalah  piket pagi, yaitu mengelola peserta didik yang terlambat datang ke sekolah. Kedua, merawat lingkungan sekolah agar selalu bersih,nyaman dan asri. Ke tiga,  menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan sekolah agar terhindar dari perbuatan bertentangan dengan tata tertib sekolah yang sudah dibuat dengan kesepakatan bersama tim pengembangan sekolah setempat.

Ke empat,  meningkatkan nilai-nilai relijius, keagamaan seperti salât  dhuhur bersama dan zikir, berselawat dan membaca asmaul husna ketika hendak memulai pelajaran di kelas setiap hari.

Ke lima, paling istimewa adalah pengajian yasin setiap pagi Jum’at. Intinya semua yang guru lakukan adalah bentuk atau cara mendukung pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Semua hal tersebut termasuk teknik atau cara yang selalu dipandu oleh guru demi kesuksesan pendidikan di sekolah.

Di samping itu juga guru membentuk sebuah organisasi yang bergerak di bidang kebersamaan, sebagai bentuk dukungan dan siraturrahmi sesama guru, berkunjung saat pesta atau sakit bahkan musibah (meninggal) dengan ketentuan yang sudah disepakati bersama.

Dengan adanya organisasi (Bakesma), seperti ini hubungan guru dengan guru sangat baik den penuh rasa kekeluargaan.

Ketika pemerintah mengistirahatkan guru pada usia 60 tahun, guru tidak lagi memburu waktu, tidak lagi menantang dinginnya udara pagi dan tidak akan ada lagi rasa tergopoh-gopoh sebagai pejuang pagi hari, untuk berbagi cinta dan harapan, berbagi ilmu pengetahuan dengan penuh kasih sayang.

Namun kesetiaan seorang guru tidak akan pernah berhenti meski tidak lagi berada di dalam kelas, guru akan selalu ada untuk siapapun dan semangat juang yang melekat pada dirinya akan senantiasa tersohor adalah masyur di hati banyak orang.

Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan untuk guru di seluruh tanah air. Banggalah menjadi guru. Insya Allah.(*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Jadilah Kritikus Sastra Yang Bijak

Jadilah Kritikus Sastra Yang Bijak

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00