• Latest

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

Februari 19, 2024
7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Artikel | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Artikel | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

Redaksi by Redaksi
Februari 19, 2024
in Artikel, Biografi
Reading Time: 6 mins read
0
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Bussairi D. Nyak Diwa

Bagian 14

Aku memohon izin kepada Nek Abu dengan khitmat sambil mencium tangan Beliau. Tak lupa aku memohon doa restu Beliau agar kelak cita-citaku menuntut ilmu tercapai. Beliau tidak berkata apa-apa kepadaku selain mengangguk-angguk. Bibir Beliau komat-kamit. Entah berdoa, entah berzikir, aku tak tahu. Setelah itu aku bergegas menaiki mobil yang sudah siap untuk berangkat.

Tapi ketika mobil yang disopiri oleh Abang Iparku itu akan bergerak, Nek Abu melambai-lambai dari pintu rumah Beliau. Beliau bergegas ke arah mobil, lalu memanggil-manggil namaku. Aku mau turun, tapi lewat kaca jendela mobil yang terbuka, Nek Abu melarangku turun sambil menyodorkan amplob berwarna putih kepadaku.

“Bus, ini dari Nek Abu untuk jajanmu diperantauan”, ucap Beliau lembut sambil tersenyum.

Aku terkejut. Tak menduga dapat oleh-oleh dari Nek Abu. Tapi karena takzimku kepada Beliau aku menerima kedua amplop berwarna putih itu dengan kedua tanganku.

“Alhamdulillah, terima kasih Nek Abu”, gumamku hampir tak terdengar.

“Gunakan uang itu untuk keperluanmu yang penting-penting saja. Itu hasil keringatmu selama kamu bekerja di pesantren”.

Aku terkejut mendengar ucapan Nek Abu. Aku tak pernah berpikir dan berharap akan mendapatkan imbalan dari Nek Abu. Sungguh, aku bekerja ikhlas karena Allah. Selama ini aku merasa senang karena Nek Abu telah menjadikan aku orang dekat dan kepercayaannya. Itu saja sudah cukup bagiku. Aku sangat bersyukur dan merasa bahagia.

Dengan rasa senang sekaligus terharu, kumasukkan kedua amplop itu ke dalam kantong belakang celanaku. Ketika Nek Abu sudah memasuki rumah dan mobil bergerak, aku mengancingi kantong belakang celanaku di mana kedua amplop tadi kumasukkan. Aku tak tahu berapa isi amplop itu. Aku berniat, nanti jika sudah sampai di Banda Aceh, baru kubuka kedua amplop itu.

Pukul sembilan pagi mobil bergerak meninggalkan kota kecil Bakongan yang penuh kenangan. Tak ada seorang teman pun yang tahu bahwa aku berangkat pagi ini. Aku sengaja tak memberitahukan kepada teman-teman se-SMA-ku. Aku takut nanti teman-teman juga akan mengikuti langkahku, minta pindah dari SMA swasta yang baru beberapa bulan dibuka. Jika ini terjadi, kemungkinan sekolah yang menjadi harapan masyarakat Bakongan itu akan tutup karena ketiadaan murid. Sedangkan di pesantren aku hanya pamit pada Teungku Cunda dua hari sebelum berangkat. Aku hanya bilang pada Beliau bahwa aku pindah sekolah ke Banda Aceh.

Ketika melewati komplek SMP, tempat di mana selama tiga tahun aku berjibaku sebagai siswanya dan selama setengah tahun sebagai siswa perdana di SMA, aku sempat menitikkan air mata. Aku sedih. Hatiku trenyuh mengenang semua apa yang telah kualami di sekolah yang sangat kucintai ini. Di mataku terbayang wajah teman-teman, guru-guru, dan segala yang terjadi selama tiga setengah tahun aku berada dalam naungannya. Terkenang masa-masa yang penuh suka-duka, masa-masa yang menyenangkan dan menyedihkan. Semuanya bergelut menjadi satu.

Baca Juga

85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Artikel | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026

“Ah, seandainya…”, hatiku berbisik. Aku tak mampu melanjutkan kata andai yang tiba-tiba muncul dari lubuk hatiku itu.

Tiba-tiba aku teringat kedua orang tuaku yang kutinggalkan di kampung. Ayah, yang sehari-hari pergi ke sawah menggarap sawah dengan tanpa mengenal lelah. Ibu yang sehari-hari pergi ke kebun memungut buah pinang atau buah pala yang jatuh. Sekali-kali ibu juga pergi ke sawah membantu Ayah. Ketika musim tanam, Ibu pergi ke huma mencabut bibit padi yang akan ditanam Ayah. Bila padi sudah mulai tumbuh dan hijau Ibu juga membantu Ayah menyiangi rumput yang mulai tumbuh disela-sela batang padi. Dulu belum ada obat-obatan untuk membasmi hama rumput seperti sekarang. Satu-satunya jalan agar tanaman padi terhindar dari serangan rumput, hanya dengan menyianginya menggunakan ‘teungkiot’ yang dibuat khusus untuk itu. Ah, aku jadi terhiba-hiba mengenang ayah dan Ibu. Dalam hati, aku berdoa semoga Ayah dan Ibu sehat selalu dan kelak suatu saat nanti, kami dapat berjumpa lagi. Semoga Allah mengabulkan doaku….

(Bersambung)

BIODATA PENULIS

Drs. Bussairi D. Nyak Diwa, lahir di Bakongan pada 10 Juli 1965. Menyelesaikan sekolah tingkat SD dan SMP di kampung halaman Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan. Kemudian tahun 1983 hijrah ke Banda Aceh melanjutkan ke SMA hingga menyelesaikan S-1 di PBSI FKIP Unsyiah, 1991

Menulis puisi dan Cerpen sejak duduk di bangku SMA dan terus berkembang saat berstatus mahasiswa di Kampus Unsyiah. Bersama kawan-kawan mahasiswa pernah mendirikan Surat Kabar Mahasiswa Unsyiah Monumen pada tahun 1989 dan Majalah Kalam FKIP Unsyiah tahun 1990. Hingga saat ini baru menghasilkan dua Kumpulan Puisi Tunggal, empat Kumpulan Puisi Bersama, dan satu Kumpulan Cerpen Tunggal.  

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 361x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 327x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 316x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 211x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Artikel | Potret Online
Artikel

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb
Artikel

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
Next Post
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - IMG_8292 | Artikel | Potret Online

INSAN TERDUGA

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com