🔊
Dengarkan Artikel
Buat Seorang Sahabat
Zulkifli Abdy
Mungkin engkau bertanya
mengapa aku kerap menyebut
pulau Penyengat
Karena di sana pada suatu hari
biduk yang kita tumpangi
pernah merapat
Bahtera yang mengarungi laut
dangkal itu berpenumpang sarat
Di masjid pulau itu pula kita
menunaikan shalat Jumat
Dan memandang takjub meriam
tua yang telah berkarat
Mungkin engkau bertanya
mengapa aku kerap menyebut
pulau Penyengat
Di sana kita pernah berziarah
ke makam ulama yang
masih terawat
Juga situs-situs peninggalan
sejarah yang perlu dicatat
Di sanalah sejarah masyarakat
melayu Riau pernah berpusat
Menjelang senja yang kian
temaram kita pun bergegas
kembali ke darat.
(Pulau Penyengat, medio Mei 2018).
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.





