POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home BIngkai Remaja

BULLY BUKAN PILIHAN TERBAIK

Redaksi by Redaksi
Januari 18, 2024
in BIngkai Remaja, Bully, Edukasi, Pendidikan, Perundungan
0
BULLY BUKAN PILIHAN TERBAIK - 15c59446 606e 4456 bc7f a46c8bcaffad | BIngkai Remaja | Potret Online

Olejh MIFTAHUL JANNAH

Kelas: X-TKJ 1 SMK  Almubarkeya, Aceh Besar

 

Baca Juga
  • BULLY BUKAN PILIHAN TERBAIK - 7D02BDEA B025 4076 B8A3 781B7B172192 scaled | BIngkai Remaja | Potret Online
    Arab
    Sejarah Penghancuran Huruf Arab Melayu/Jawi dan Jawoe Oleh Penjajah Eropa
    24 Mar 2023
  • 02
    Indonesia
    Standar Pendidikan Indonesia (SPI) Masa Depan
    29 Agu 2021

Pagi yang indah di hari Senin, merupakan  hari pertama Nayara di sekolah barunya, di SMKN 1 Nusantara.

“Bunda!! ” teriak Nayara yang terlihat panik.

Baca Juga
  • BULLY BUKAN PILIHAN TERBAIK - IMG_9833 | BIngkai Remaja | Potret Online
    Artikel
    NEGARA Rp10.000: Ketika Seorang Anak SD Mati, dan Republik Tetap Pidato
    10 Feb 2026
  • 389c300b-c8ad-485b-8bc3-d7acdd643d85
    Esai
    Belajar Dari Pelataran Candi Jawi
    16 Mei 2026

“Apa! ” balas Bunda Nayara yang sedang berada di dapur.

“Jarum pentul Aya di mana?” tanya Nayara kepada bundanya.

Baca Juga
  • BULLY BUKAN PILIHAN TERBAIK - 08B8DCB2 69FF 4D2D A647 6B41C07C9AEA | BIngkai Remaja | Potret Online
    Artikel
    Dinamika dan Sejarah Acuan Penetapan Tahun Baru Islam
    04 Agu 2022
  • BULLY BUKAN PILIHAN TERBAIK - IMG 20250222 WA0003 | BIngkai Remaja | Potret Online
    Pendidikan
    Tubuh-Tubuh yang Ditelanjangi di Sekolah
    22 Feb 2025

“Ya ampun Aya, Bunda kan udah bilang siapkan duhulu perlengkapanmu. Jadinya kan tidak ribet pas pagi” omel Bundanya.

“Ya maaf bun, tolong carikan ya” rengek Nayara.

“Itu ambil saja di meja rias bunda” balas Bunda Nayara.

Nayara pun bergegas ke kamar bundanya dan langsung mengambil jarum pentul.

Nayara memasang jarum itu di hijabnya agar tak terlepas, setelah dirasa sudah rapi, Nayara pun keluar dari kamar Bundanya dan langsung mengambil tas ranselnya untuk segera ke sekolah.

“Bun Aya berangkat ya, assalamu’alaikum” pamit Nayara sekalian mencium tangan bundanya.

“Eh gak sarapan dulu Aya? ” tanya Bundanya Nayara.

“Sudah telat bun!” teriak Nayara yang telah berada di luar.

Nayara pun masuk ke mobil, dirinya pun diantar hingga sampai di sekolah oleh Pak supir.

“Jam berapa pulangnya Non? ” tanya Pak supir kepada Nayara.

“Nanti Aya telpon kalau sudah pulang ya pak” balas Nayara yang diangguki oleh pak supir.

Nayara pun memasuki kawasan gedung sekolah, ia menuju ke kantor kepala sekolah untuk diberi tahu dimana kelas Nayara berada.

Setelah mengetahui dimana kelasnya, barulah Nayara dan wali kelas dari kelas XI-1 mengantarnya ke kelas.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” ucap salam dari bu Ratih selaku wakil kelas XI-1.

“Wa’alaikumussalam salam warahmatullahi wabarakatuh” jawab serentak seluruh siswa.

“Jadi anak anak, hari ini kita kedatangan siswa baru, ayo nak silahkan perkenalkan diri kamu” ucap bu Ratih.

“Hay semua perkenalkan nama saya Nayara Aprilia, biasa dipanggil Nayara” ucap Nayara memperkenalkan diri.

“Baik Nayara kamu bisa duduk di bangku yang kosong” ucap bu Ratih lagi.

Kemudian Nayara pun duduk di kursi yang kosong yang berada di sebelah siswa perempuan yang berkacamata yang bernama Sari. Tak lupa mereka berdua juga berkenalan.

Pelajaran pun dimulai hingga bell istirahat pun berbunyi. Nayara yang belum mengetahui banyak hal di sekolah barunya ini tetap berada di kelasnya. sementara Sari sudah diajak keluar oleh 3 orang yang Nayara kira adalah teman Sari.

Hingga beberapa menit kemudian Sari tak kunjung kembali. Karena merasa bosan Nayara pun berniat menyusul Sari.

Dan alangkah terkejutnya Nayara melihat Sari yang sedang dibully oleh teman – temannya, dengan sigap Nayara merekam aksi pembullyan itu.

“Berhenti!, atau vidio kalian akan saya kasih ke guru” ancam Nayara.

Mereka yang mendengar ancaman dari Nayara merasa ketakutan dan mereka pun berhenti membully Sari dan menyuruh Nayara untuk menghapus vidio itu.

Nayara menyanggupinya, namun sebenarnya, Nayara hanya berbohong dan vidio itu masih ada di ponselnya dan ia dengan berani memberikan vidio itu sebagai bukti jika Sari mendapatkan pembullyan di sekolah.

Dan para pelaku pembullyan itu pun mendapatkan hukuman berupa diskors selama 1 minggu. Sari sangat berterima kasih kepada Nayara yang telah membelanya sekaligus menjadi temannya.

“Nayara, makasih ya kamu udah mau jadi sahabat aku sekaligus udah bela aku” ucap Sari.

“Iya sama sama, kamu jangan sedih lagi ya. Sekarang ada aku di sini dan gak ada yang boleh menyakiti  kamu” balas Nayara yang membuat Sari tersenyum.

Hingga akhirnya mereka berdua pun telah menjadi sahabat dan menghabiskan waktu bersama sama. Lalu, semenjak kejadian itu Sari pun tidak lagi mendapat pembullyan dari teman temannya berkat keberanian dari Nayara.

Kita harus dapat mengambil hikmah  dari apa yang terjadi padamu Sari. Kita harus peduli dan waspada terhadap aksi atau tindakan bully di sekolah kita atau juga di tempat lain. Kita perlu ingatkan kepada teman-teman. Ya, berhentilah membully karena membully tidak membuat kita keren, namun membuat kita terlihat layaknya pecundang. Harus pula kita ingatkan kepada kawan -kawan agar jangan hanya kita terlihat lebih baik dari mereka kita bisa seenaknya membully.

Mungkin mereka akan memaafkan, namun hal itu masih membekas di dalam lubuk hati korban bully. Maka, jangan sampai karena ulah kita membuat orang lain merasakan trauma,maka dari itu berhentilah membully.

 

Previous Post

Goresan Puisi-Puisi Oui Bin Sal

Next Post

Bulan Rajab Sebagai Momentum Refleksi Diri dan Tingkatkan Kualitas Diri

Next Post
BULLY BUKAN PILIHAN TERBAIK - 172486f8 bf32 4da3 9630 0640cdce2573 | BIngkai Remaja | Potret Online

Bulan Rajab Sebagai Momentum Refleksi Diri dan Tingkatkan Kualitas Diri

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah