Dengarkan Artikel
RINAI HUJAN
Delia Rawanita
Rinai hujan pagi ini
adalah penyejuk duka mengenang syuhada sembilan belas tahun yang lalu
Rinai hujan pagi ini mengantar gaung doa yang dipanjatkan buatmu
Rinai hujan pagi ini adalah nestapa hati buluh perindu
Ya Rabbi..
Airmata yang terus mengalir bukan karena kami tak ridha atas kehendakMu
Airmata ini bukan juga pertanda kami tak ikhlas pada takdir Mu
Airmata yang mengiringi rinai hujan adalah rindu yang tumpah pada kenangan masa lalu
Rindu yang tidak pupus dimakan waktu.
Banda Aceh, 25 12 2
📚 Artikel Terkait
DALAM KENANGAN
Delia Rawanita
Bagaimana caranya aku mampu melupakanmu
Di setiap bulan dan tanggal yang sama
Suara debur gelombang pasang mengiang di telinga
Kelebat gelimpangan mayat manusia menari di kepala
Bagaimana caranya aku mampu menahan airmata
Rasa pilu terus merenangi rindu
Menyusup penuh menyesak dada
Membayangkan lambaian tanganmu terus menjauh sementara aku tak mampu berbuat apa apa
Seandainya aku bisa memutar waktu
Tidak akan kubiarkan mereka mendekati laut
Memungut ikan berserakan di pinggir tanpa rasa takut
Mengabaikan gempa melupakan bahaya
Pada gelombang pasang purnama
Kutitip rindu di samudra raya
Kutaburkan ribuan doa doa untuk mereka
Tenanglah arwahmu sampai saatnya tiba
Banda Aceh 25 12 23
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






