POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Lembaga Panglima Laot Aceh Mau Dibawa Ke Mana?

RedaksiOleh Redaksi
May 20, 2023
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rahmi Fajri

Menjelang kongres pemilihan panglima laot Aceh yang akan berlangsung di akhir bulan Mai  2023 ini, telah muncul berbagai isu beberapa orang calon yang akan ikut berpartisipasi untuk maju meperebutkan kursi panglima laot Aceh yang menaungi nelayan Aceh. Tentunya menarik jika kita lihat lembaga panglima laot ini, yang fungsinya selain mengurusi adat laut ,advokasi hak-hak nelanyan, menjembatani hubungan nelayan pemerintah melaui lembaga panglima laot lhok.  Juga sebagai lembaga yang melahirkan Yayasan Pangkai Merunoe Aneuk Nelayan (YPMAN ) yang mengelola dana abadi Panglima Laot Aceh kurang lebih sekitar 75 M dengan program andalannya memberikan bantuan biaya pendidikan buat 3000 anak nelayan seluruh Aceh per tahunnnya.

Lembaga Panglima Laot ini sebenarnya sangat menarik, lembaga yang punya power untuk berbicara terkait isu nelayan di Aceh, tetapi 5 tahun terakhir lembaga ini seperti hilang indentitasnya dalam proses membina nelayan dan memperkuat 176 lembaga Panglima Laot Lhok di Aceh.

Ada berbagai isu yang muncul  dan  aturan  mengenai nasib nelayan, baik local maupun isu nasional selama ini hilang dari kajian dan advokasi lembaga Panglima Laot Aceh. Padahal isu itu menyangkut hajat dan persoalan nelayan seperti, muara yang dangkal, bantuan kapal tidak bisa lagi yang dari kayu, asuransi nelayan,BBM subsidi yang sangat susah didapat oleh nelayan kecil dan isu lainya.

Juga isu pokmaswas yang awal konsepnya mencotoh konsep Panglima Laot, tetapi paska pelaksanaannya di Aceh seperti menghilangkan peran lembaga Panglima Laot Lhok. Kelembagaan Pokmaswas tersendiri dengan berbagai unsur, sehingga lebih muncul Pokmaswas dalam proses pengawasan laut. Padahal kita ketahui Pokmaswas hanya punya kewenangan mengawasi saja, tetapi tidak punya wewenang untuk menangkap dan mengadili jika mendapatkan pelaku yang menangkap ikan dengan menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Berbeda dengan lembaga Panglima Laot secara aturan adat punya wewenang mengawasi ,mengadili dan memberi sanksi bagi pelalu illegal fishing.

Kekuatan lembaga Panglima Laot lebih kuat dari pada Pokmaswas, tetapi pemerintah Aceh lebih memperkuat Pokmaswas juga memberikan bantuan dana operasional yang mamadai dibandingkan dengan lembaga Panglima Laot Lhok. Belum lagi menyikapai isu perikanan dan kelautan, yang aturannya banyak sekali perubahannya. Ini juga luput dari kajian dan advokasi dari lembaga Panglima Laot Aceh. Apalagi saat ini pemerintah pusat telah membuatkan kebijakan baru turunan dari UU Cipta kerja yaitu penangkapan ikan terukur,dengan membagi-bagi zona penangkapan seperti mengkapling –kapling laut dan memberikan peluang untuk nelayan asing beropersi lagi  di perairan Indonesia. Ini adalah  tantangan terberat ke  depannya karena selama ini mengurus nelyan Indonesia saja masih banyak masalah, apa lagi pemerintah mengurus nelayan asing lagi.  Pasti akan banyak masalah ke depannya yaitu perebutan sumberdaya ikan dan wilayah tangkapan. Juga akan terjadi konflik, baik nelayan local maupun nelayan asing, karena pengawasan laut masih sangat lemah di Indonesia.

Nah untuk menyikapi persoalan yang akan sangat rumit kedepan  lembaga Panglima Laot Aceh harus dipimpin oleh sosok yang mampu berkomunikasi dengan semua pihak , serta mampu memimpin lembaga Panglima Laot Aceh dalam membina dan mengadvokasi hak-hak nelayan Aceh.

Sosok yang mampu memimpin dan mengembalikan ruhnya Panglima Laot Aceh ke depan adalah Tgk Adli Abdullah, yang dulunya pernah menduduki sejend Panglima Laot Aceh yang sudah terbukti membagun marwah lembaga Panglima Laot Aceh di mata dunia. Orangnya yang sederhana , akademisi USK, ahli hukum adat yang sekarang dipercaya sebagai tenaga ahli Mentri ATR untuk mengurusi permasalahan tanah adat dan ulayat di Indonesia.

Tentunya dengan kesibukan beliau ini agak berat untuk menerima amanah lagi mengurusi  lembaga Panglima Laot dan nelayan Aceh dengan berbagai masalah,akan tetapi jika lembaga Panglima Laot Lhok menghendaki beliau memimpin lembaga Panglima Laot Aceh kembali. Tentunya ini juga akan menjadi pertimbangan beliau, akan tetapi jika beliau diajak memimpin lembaga Panglima Laot Aceh, baiknya jangan diadu atau disandingkan dengan calon lain, karena sosok Tgk Adli yang sudah menjadi tokoh nasional diadu di lembaga local, ini tidak bagus.

📚 Artikel Terkait

Bangkitnya Semangat Oleh Sang Penyemangat

Diskopukmdag Banda Aceh Dapat Penghargaan Pengelolaan ODS Koperasi Terbaik

Belajar Entrepreneurship Sejak Usia Dini

Mengikis Hoax, Mengikis Ketidaksejahteraan

Mungkin beliau tidak akan mau dicalonkan. Ini akan membuat marwah beliau di ranah nasional turun, jika ikut mencalonkan diri dan diadu. Baiknya kalau lembaga Panglima Laot Lhok ingin beliau memimpin lembaga Panglaima Loat Aceh, didorong saja secara aklamasi tentunya lebih elegan dan baik. Suara Panglima Laot Lhok menentukan pemimpin lembaga

Panglima Laot Aceh ke depan.

Terakhir, Selamat berkongres  buat Panglima Laot Aceh, semoga pemimpin Panglma Laot Aceh ke depan  mampu mengembalikan  marwah Panglima Loat Aceh di mata dunia yang sudah vakum selama ini.

Hidup nelayan Aceh

Hidup Panglima  Laot Aceh

Hidup Panglima Laot Lhok.

 

Salam,

Rahmi fajri.

penulis adalah pengiat adat laot dan advokasi hak nelayan.

Ternate,Maluku utara ,19 Main2023.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Puisi-Puisi Mohammad Arfani

Puisi-Puisi Mohammad Arfani

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00