POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dengan CCDE, Mari Kita Kayuh Sepeda untuk Keberlangsungan Bumi yang lebih Baik

Tulisan Harmon, S.Pd, peserta Lomba Menulis Essai Majalah POTRET yang diselenggarakan oleh CCDE, POTRET Gallery, Majalah POTRET, dan majalah Anak Cerdas dengan dukungan Toko Serikat Bikes dan Jasaroda. Tulisan ini ditayangkan sesuai dengan yang ditulis penulisnya, tanpa dilakukan editing oleh editor POTRET. Silakan baca dan berikan komentar bila perlu juga like di IG Potret.Gallery

RedaksiOleh Redaksi
February 20, 2023
Dengan CCDE, Mari Kita Kayuh Sepeda  untuk Keberlangsungan Bumi yang lebih Baik
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh​​​​: Harmon, S.Pd.,Gr.
Guru SMAN 1 Simpang Kanan. Singkil

 

Jujur, saya terkejut sekaligus kagum dengan program yang dirancang oleh CCDE (Center for Community Development and Education). Bagaimana tidak, di tengah hiruk pikuk kehidupan manusia yang semakin jauh dari perwujudan makhluk sosial dan semakin dekat dan rapat dengan makhluk sosial media, CCDE justru menghadirkan sisi lain. Penasaran, dari poster lomba menulis essai se-Aceh yang diperuntukkan untuk siswa SMP, SMA, Mahasiswa dan umum, saya mencoba menelisik lebih jauh apa sebenarnya CCDE itu sendiri?.

Ternyata luar biasa, memang Saya yang baru tahu program ini bahkan sudah berdiri sejak 30 November 1993 yang dipimpin oleh Bapak Tabrani Yunis dengan visi terwujudnya tatanan masyarakat madani yang sejahtera dengan menganut nilai-nilai demokratis keadilan, kesejahteraan, kebersamaan, keterbukaan, partisipatif, kritis, edukatif, dan bertanggung jawab.

Beranjak dari latar belakang kepedulian dan keprihatinan yang mendalam serta keinginan yang besar untuk berbuat sesuatu yang dapat membantu rakyat kecil, terutama kaum perempuan maka berdirilah lembaga ini. Jaringan dan mitra yang terbangun cukup luas, tidak hanya di Aceh tetapi beberapa Wilayah di Indonesia.

Sudah sangat banyak program yang telah dicanangkan dan dijalankan oleh CCDE ini dan yang teranyar adalah program Gerakan berbagi Sepeda bagi fakir miskin di Aceh. CCDE menghimpun dana dari masyarakat baik dari individu kemudian dari analisis keperluan prioritas mereka yang membutuhkan maka CCDE akan langsung menghantarkan ke tujuan dan dipastikan sampai di tangan mereka yang berhak menerima. Dengan keseriusan dan amanah yang dipegang oleh CCDE membuat masyarakat semakin yakin untuk bersama-sama dengan CCDE membantu mereka yang ternyata secara finansial sangat jauh dari kita.

Pilihan CCDE dengan slogan gerakan berbagi 1000 sepeda dari mereka yang mampu untuk mereka yang membutuhkanadalah pilihan yang tepat. Ternyata pada zaman sekarang, walau telah banyak tersedia berbagai transportasi mesin, kenyataannya masih banyak mereka nun di pelosok sana bahkan yang di tengah kota sekalipun hanya mengandalkan kaki mereka untuk bepergian yang terkadang sangat jauh bahkan di tengah teriknya matahari yang menusuk ubun-ubun.

Mereka itulah yang secara finansial kurang dari kita, jauh dari kata cukup, anak-anak mereka pergi ke sekolah dengan berjalan kaki. Mereka inilah yang butuh uluran tangan kita melalui CCDE untuk bisa mendapatkan sepeda.

📚 Artikel Terkait

Tempat Paling Sepi

Terkikisnya Etika Pelajar

UTANG PRIBADI, LEMBAGA, ATAU NEGARA?

NEGERI DIAMUK BADAI API

Bicara sepeda tetiba Saya teringat ketika masih kecil di keluarga kami hanya memiliki satu sepeda. Kami menyebutnya sepeda turunan. Dari abang yang paling besar hingga adek yang paling kecil, semua berenam, satu sepeda itulah yang kami gunakan secara turun temurun. Betapa efektif dan efisiennya alat transportasi yang satu ini. Bahkan keadaannya sampai sekarang masih baik dan layak pakai, kalaupun ada pergantian hanya pada ban dan karet remnya saja.

Ditinjau dari segi kesehatanpun, sepedalah pemenangnya. Selain menjaga keseimbangan dan koordinasi tubuh bersepeda juga dapat mengencangkan otot-otot kaki dan tangan. Bagi yang bermasalah dengan berat badan, olahraga dengan bersepeda juga merupakan salah satu alternatif yang baik. Bahkan menurut penelitian para ahli, bersepeda efektif memproduksi hormon dopamin yang memicu perasaan bahagia, menurunkan tingkat stress, depresi ataupun gangguan kecemasan lainnya. Dengan bersepeda secara rutin akan berdampak baik dengan menurunnya kadar lemak darah. Jika kadar lemak darah turun maka sirkulasi darah akan lancar, ini juga akan berefek baik pada kesehatan jantung.

Pengalaman saya mengajar delapan tahun di Pulau Banyak Barat, pulau terluar di Aceh Singkil dengan jarak tempuh lebih kurang enam jam perjalanan laut, sepeda merupakan alat transportasi paling efektif di daerah ini. Sepeda tidak membutuhkan bahan bakar minyak (BBM) yang harganya semakin tinggi. Jika timbulpun kerusakan, sangat sederhana perbaikannya. Sepeda sangat efektif sebagai alat transportasi di wilayah Kepulauan.

Kemudian, khusus di Aceh Singkil ini, masih ada wilayah yang belum terjamah aspal, masih diselimuti tanah kuning dan merah yang sangat panjang bahkan berlobang dan berbatu-batu. Tentunya tidak lain dan tidak bukan alat transportasi yang paling memungkinkan adalah sepeda.

Ternyata sangat banyak dampak baik dari penggunaan sepeda. Saya pribadi semenjak kecil selalu mendengarkan kata-kata penipisan lapisan ozon yang mengakibatkan green house effect atau biasa disebut efek rumah kaca. Hal ini disebabkan oleh zat buangan dari pembakaran yang tidak sempurna Darimana datangnya? Tentu saja salah satunya adalah dari asap-asap kendaraan bermotor.

Kabar baiknya sekarang kita bahkan sering mendengar atau mungkin mengalami sendiri kebijakan yang disebut sebagai car free day, dimana pada hari tersebut dibebaskan dari kendaraan bermotor kecuali hanya pejalan kaki dan pesepeda saja. Hiruk pikuknya suara kendaraan pada hari itu tentu berkurang seiring berkurangnya polusi udara, kenyamanan masyarakat bertambah.

Komunitas yang terbentuk dari pesepeda sekarangpun semakin banyak. Mereka berkumpul pada hari-hari libur kemudian pergi ke suatu tempat dengan perbekalan yang cukup untuk hari itu, beramai-ramai mereka menyebutnya “gowes”. Tidak hanya bersepeda semata, mereka bahkan membantu anak-anak miskin yang mereka jumpai atupun membantu membuang sampah-sampah yang mereka temui ke tempat pembuangan semestinya.

Jadi dari beberapa uraian manfaat sepeda di atas sudah seyogyanya kita bersama membantu menyukseskan program berbagi sepeda bagi mereka yang kurang mampu yang diinisiasi oleh lembaga CCDE. Semoga memberikan senyum kebahagiaan bagi mereka yang sangat membutuhkan dalam menunjang aktivitas keseharian mereka. Mari kita berdonasi melalui CCDE, mari kita tebar kebaikan, mari kita bersama alirkan senyum yang ramah kepada wajah-wajah mereka. Mereka yang belum terjangkau finansial yang baik tetapi memiliki semangat untuk maju. Mari kita kayuh sepeda untuk keberlangsungan Bumi yang lebih baik.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Budaya bersepeda yang mulai terabaikan

Budaya bersepeda yang mulai terabaikan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00