POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kereta Angin

Ini tulisan untuk Lomba Menulis Majalah POTRET, kategori Siswa. Berikan penilaian dan kritikan anda dan tag di IG ccde-Aceh. Terima kasih

RedaksiOleh Redaksi
February 7, 2023
Kereta Angin
🔊

Dengarkan Artikel

Karya : Tjoet Dhia Salsabila Tandi

“Ini yang dinamai kereta-angin, tuan-tuan, Velocipede. Bikinan Jerman sejati. Kencang, cepat seperti angin. Sang angin juga yang punya urusan maka penumpangnya tidak jatuh. Duduak aman di sadel, kaki sedikit berayun. Dan…. Penumpang dan dan kereta melesit seperti anak panah!” tulis Pramoedya Ananta Toer dalam novel Anak Semua Bangsa, Bab 14 halaman 433.

Awalnya sepeda dikenal sebagai kereta angin karena sepeda adalah alat transportasi sederhana tanpa mesin. Sepeda berasal dari velocipede, sebuah rancang bangun kendaraan roda dua hasil penemuan seorang pengawas hutan Baden Bernama Baron Karls Drais Von Sauerbronn, yang membutuhkan sarana transportasi bermobilitas tinggi.

Seiring berkembangnya jaman, sepeda buatan Karls mengalami banyak perubahan dan penyempurnaan oleh beberapa orang hingga melahirkan banyak sepeda seperti sekarang.

Sepeda pertama kali masuk ke Indonesia melalui Batavia pada tahun 1910-an. Kala itu, sepeda hanya bisa dimiliki orang Belanda, para saudagar China dan beberapa keluarga kerajaan. Rover merupakan merek sepeda yang paling laku dan menjadi kebanggaan bagi pemiliknya, harganya 500 gulden atau setara Rp. 4.050.690 (Kurs 5 Juli 2020).

Pada masa Orde Lama, sempat ada pelarangan masuknya semua produk yang berasal dari negara Barat, seperti Eropa Barat dan Belanda. Pada masa itu, sepeda biasanya diimpor dari China. Salah satu merek sepeda yang legenda jatuh kepada Phoenix dan Butterfly. Sepeda buatan Tiongkok atau China ini memiliki kerangka yang lebih ringan dan ukuran lebih kecil daripada sepeda buatan Barat, dan lebih pas dipakai orang Asia.

Pada jaman penjajahan Belanda sekitar abad ke 19, ternyata pernah ada balap sepeda di Indonesia!

📚 Artikel Terkait

Beginilah Cara Kami

KIDUNG KEMATIAN

47 Hari Setelah Bencana, Adakah Jaminan Ketidakberulangan?

Bersama Wagub, Aminullah Tinjau Usaha Parfum “Minyeuk Pret”

Kota Bandung dan Semarang menjadi trend center kegiatan ini karena memiliki banyak peminat lomba balap sepeda. Bahkan ada beberapa perusahaan kenamaan seperti Hima, Mansonia dan juga Triump yang membiayai para pembalap sepeda.

Tempat awal diadakannya balap sepeda adalah kota Semarang yang sempat didirikan velodrome atau tempat penyelenggaraan cabang balap sepeda yang dibuat oleh arsitek Bernama Ooiman dan Leeuwen. Walau pada masa penjajahan Jepang kegiatan bersepeda sempat dihentikan, namun setelah Indonesia merdeka kegiatan ini kembali digalakkan.

Salah satu club sepeda yang menjadi inspirasi adalah club sepeda Bandung Super Jet pada tahun 1948, yang tak lama mengubah namanya menjadi Sangkuriang. Bandung pernah mencatat sejarah sebagai kota Sepeda karena banyaknya pekerja dan pelajar yang menggunakan sepeda. Bandung juga menjadi pelopor balap sepeda internasional pertama di Asia pada Tour de Java yang diadakan tahun 1958. Rute dalam lomba ini dimulai dari Bandung dan dilanjutkan ke Surabaya hingga akhirnya finnish Kembali di Kota Bandung. Jarak yang ditempuh dalam perlombaan ini mencapai 2000 km.

 

Dulu bersepeda merupakan sebuah kemewahan, karena tidak semua orang mampu membeli sepeda. Namun sekarang, sepeda mulai terlupakan karena orang-orang lebih memilih mengendarai sepeda motor, mobil atau memesan Ojek. Salah satu alasannya karena sepeda memakan waktu yang lama dibandingkan sepmor atau  mobil, dan alasan mending nabung beli sepmor dari pada beli sepeda. Banyak orang juga beranggapan mmenggunakan sepeda melelahkan karena harus mengayuh dalam waktu yang tidak sebentar sampai tiba ditempat tujuan.

Kini sepeda hanya digunakan dalam beberapa event tertentu saja seperti, gowes dan lomba balap sepeda. Sedihnya, tak sedikit anak muda beranggapan sepeda hanya untuk orang kurang mampu dan bisa menurunkan derajatnya sebagai ‘anak gaul’.  Prihatin dengan hal ini, beberapa orang setuju untuk membuat komunitas pecinta sepeda dan kembali menggalakkan kegiatan bersepeda.

Salah satu komunitas pecinta sepeda di Indonesia antara lain adalah Women  Cycling Community (WCC), Bike to Work, Strattos Cycling Club, Collous Riders dan masih banyak lagi.

Bersepeda memiliki banyak manfaat salah satunya menguatkan kaki, meningkatkan kekuatan otot, menjaga Kesehatan jantung, menurunkan risiko depresi, menurunkan berat badan dan meningkatkan sistem imun tubuh. Dan kalua terlalu sering bersepeda, bakal ada dampak sampingnya seperti salah posisi saat bersepeda dapat menyebabkan cedera pada otot, tulang dan sendi kita.

 

Tentang Penulis:
Tjoet Dhia Salsabila Tandi adalah pelajar kelas 9 di SMP IT Teuku Umar
Alamat Sekolah : Jln. Sisingamangaraja, Gampa, Kec. Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat
Alamat : Desa Langung, Kec. Meurebo, Kabupaten Aceh Barat

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Bersepeda adalah solusi hidup sehat

Bersepeda adalah solusi hidup sehat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00