POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Essay

Profesor

Redaksi by Redaksi
Juni 10, 2021
in Essay, Gelar, POTRET Budaya
0

Oleh Ahmad Rizali

Baca Juga
  • 01
    bimbingan karier
    Mencari Jalan Keluar Ketika Tersesat di Belantara Kampus
    15 Apr 2021
  • e8ea71e6-33f0-472e-8465-849eb085fb0a
    Puisi
    Puisi-Puisi Din Saja
    06 Apr 2026

Berdomisili di Depok

Baca Juga
  • Profesor - 88d43fea 1ae7 43a1 83e6 f273be30cb90 | Essay | Potret Online
    Bedah buku
    Kadis Kebudayaan Sumbar: Bedah Buku adalah Kerja-Kerja yang Cerdas
    20 Jun 2024
  • 02
    POTRET Budaya
    Pemuja Tahta
    10 Mar 2024

Jagat maya akademik sedang gaduh karena ibu Megawati memperoleh gelar Guru Besar Tidak Tetap Honoris Causa dari Universitas Hankam. 

Baca Juga
  • Profesor - 2ef9aaec b8e6 4d47 8ba8 a92fb3d30acc | Essay | Potret Online
    Aceh
    JAK TA MEUSEUDEUKAH
    29 Mar 2024
  • Profesor - a9d36c92 afb9 45e7 9cee 402f3c292804 | Essay | Potret Online
    POTRET Budaya
    Kartini: Fajar di Balik Tirai Keheningan
    26 Jan 2025

Beberapa sahabat saya sering jengah bahkan ada yang berang, karena kadangkala saat diundang bicara dalam sebuah perhelatan akademis, ditulislah di depan namanya gelar Prof. Dr.  Setiap saat pula beliau menjelaskan bahwa dirinya hanya S1. 

Satu lagi sahabat saya yang bernasib sama dengan yang di atas. Kalau yang ini memang dasar “rodok kusruh” malah dipakai guyon. Prof diplesetkan menjadi Prov alias Provokator, karena memang senangnya memprovokasi orang dengan tulisan-tulisannya , terutama dalam diskusi cara beragama dan literasi. 

Sayapun mirip dengan mereka berdua. Namun karena saya di ijazah boleh memakai gelar Insinyur, tidak bisa seperti mereka yang boleh memakai Drs, yang juga kadang diplesetkan kembali menjadi gelar doktor lebih dari 1. Saya pikir mereka yang pernah memperoleh gelar Doktor sampai 5, meski Honoris Causa (HC) mesti menunjukkan dengan gelar Drs. (H.C.) seperti sohib saya itu, karena kan tidak mungkin, jika ditulis kelimanya di sekitar nama kita. Karena paling banyak juga 2, depan Dr. (H.C.) dan belakang Ph.D. (H.C.).

Saya termasuk kelompok yang setuju membebaskan semua gelar akademik ini, meski karena ada pemerintah yang mesti mengaturnya. Dengan dibebaskan, maka jelas akan terjadi inflasi gelar, ketika inflasi maka manusia akan melihat kompetensi nyata yang dimiliki tanpa melihat berapa renceng gelar akademik mereka miliki. Sekalipun demikian, hak memakainya masih tetap sah, karena jangan sampai juga salah treatment ketika menjadi tamu di sebuah perhelatan akbar dan dianggap gelandangan penyusup.

Jadi, tanpa gelar atau gelar sepanjang luas kartu nama, buat saya biasa saja, karena sudah terbiasa tidak sadar seperti bunglon. Ketika sedang bekerja di Perguruan Tinggi dan berjalan bersama para Profesor, maka dipanggil “Prof….”. Ketika menjadi pembicara dengan para Doktor, maka di “tagname” muncul “Dr.” dan saat sedang gayeng gayengnya bermain di pondok dengan pengasuhnya, saya dipanggil Kyai sedikitnya Gus dan ketika runtang runtung di sekolah dipanggil “Ustad” alias pak Guru. Anggap saja sebagai sebuah penghormatan dari si pemanggil dan yang penting jangan bablas menjadi Gila Hormat.

Jadi, ketika melihat ada sahabat dan orang yang mencantumkan gelarnya lengkap ketika diminta memberi sambutan, saya sering kasihan kepada pembawa acara. Karena penyebutan gelar yang panjang itu juga berisiko salah sebut dan fatal. Bisa saja karena terpeleset lidah maka H.C. diucapkan dengan Humoris Causa, gawat kan ?

Previous Post

NURDIN F. JOES, Penyair Kemanusiaan Dari Kembang Tanjong

Next Post

Mustiar Ar, Puisi Mengalir Dalam Jiwa dan Hidupnya

Next Post

Mustiar Ar, Puisi Mengalir Dalam Jiwa dan Hidupnya

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah