• Latest
Puisi-Puisi Mengenang Tsunami Aceh - 7453DB43 A43C 4638 9B48 CE99A5FC374F | POTRET Budaya | Potret Online

Puisi-Puisi Mengenang Tsunami Aceh

Desember 25, 2022
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Puisi-Puisi Mengenang Tsunami Aceh - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | POTRET Budaya | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Puisi-Puisi Mengenang Tsunami Aceh - 7453DB43 A43C 4638 9B48 CE99A5FC374F | POTRET Budaya | Potret Online

Puisi-Puisi Mengenang Tsunami Aceh

Rindu Ibu dan Pulanglah Nak

Redaksi by Redaksi
Desember 25, 2022
in POTRET Budaya, Puisi, Sastra, tsunami Aceh
Reading Time: 8 mins read
0
613
SHARES
3.4k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Rindu Ibu

Delia Rawanita

Besok pertemuan kita,bu

Aku tak pernah lupa menghitungnya tanggalnya

Selamanya

Pagi itu aku bersama ibu

Kita menunggu ayah pulang

Membawa ikan hasil tangkapan

Ibu memasakknya untuk lauk sarapan

 

Agak lama kita menunggu

Aku mulai bosan

Ibu mengusap kepalaku dan berkata

“ Sabar ya, sebentar lagi ayah pulang”

 

Memeluk ibu membuat rasa lapar hilang

Aroma tubuhnya membuat perutku kenyang

Ibuku memang perempuan luar biasa

Kekuatan hidupku yang tak terhingga

 

Tiba tiba gempa datang kuat sekali

Aku makin erat memeluk ibu

Sesaat kemudian air laut surut

Ikan berlompatan keluar menuju pantai

 

Lalu terdengar suara gemuruh

Orang orang di pantai panik, berlarian

Air laut naik menutup langit

Hitam

 

Tak ada yang bisa dilakukan

Kulihat ibu pasrah pada takdirNya

Aku memeluk ibu

Ibu dipeluk laut

 

Hari ini belasan tahun yang lalu

Aku berdiri menanti dengan rindu

Menunggu di tepian pantai  menatap gelombang

Mengharap lambaian tangan, ibu

Seperti ayah melihat lambaian tanganku waktu itu

 

Aku masih di sini bu

Di tepian laut dekat rumah kita dulu

Menatap laut membayangkan dirimu

Peluklah aku, bu

Seperti laut memeluk ibu.

 

Banda Aceh , 25 Desember 2022

 

PULANGLAH, NAK

Delia Rawanita

Aku ingat betul pagi itu

Kedua anakku  bermain di halaman

Sambil menyapu kulihat mereka berlarian gembira

Saddam 6 tahun dan Tata 10 tahun

Tiba tiba bumi berguncang

Gempa besar datang

Mereka ketakutan dalam dekap

Kami berpelukan erat

Tak lama suara gemuruh

Seperti suara angin badai

“ Air laut naik, air laut naik

Semua panik menyelamatkan diri

Ombak tinggi menjulang menerjang

Menghantam apa saja di hadapan 

Aku berlari mengendong anakku

Saddam meronta ingin turun

“ Biarkan Saddam lari,mak” dia memelas

Aku tetap memeluknya  erat

Tak boleh ada yang terpisah

“Kita  tetap bersama” teriakku di sela  deru

Gelombang besar menghantam tubuhku

Mereka terlepas entah kemana

Timbul tenggelam di dalam  air hitam.

Anak anakku hilang seketika

Aku tak tahu rencana Allah

Aku selamat atas kuasaNYa

Namun apalah artinya

Aku kini  sebatang kara

Kadang rasa rindu datang begitu pekat

Perih bagai disayat sayat

Kubenamkan diri dalam doa

Anakku engkau di mana..

Malam itu hujan  tak juga reda

Aku tertidur dengan mukena

Bermimpi bertemu Tata

“ Ibu, datanglah , pusaraku tak jauh

di kawasan pantai “

Aku pasrah pada kehendakNya

Anakku Tata sedang  di taman surga

*****

Ibu menggantung harap

Kau  datang dalam mimpi

Terasa hangat tubuhmu dalam gendongan ibu

Menunggu mukjizat sampai

Jika kau masih hidup  datanglah lagi 

kuhitung dengan jari

Kiranya umurmu 24 tahun kini

Sudah berbagai tempat ibu jelajahi

Panti asuhan, tempat penitipan atau hunian di kolong jembatan

Berharap suatu hari kau tak lupa jalan pulang

Kantor berita tentang anak hilang

Ibu masih di sini , nak

Di rumah  kita yang hancur dulu

Syukur ada yang prihatin dengan kita

Bantuan mengalir dari mana saja

Namun berita tentang kau belum tiba

Tapi tetap merasa kau masih ada

Beberapa orang berkata dibawa orang ke Jakarta

Itulah mengapa harapan terpelihara di dada

Bahagiakah kau nak, di sana..

Kabarkan kami tentang dirimu

Menunggu kau pulang setiap waktu

Sampai ajal datang menjemput ibu.

Catatan :

1.https://www.bbc.com>Indonesia Tsunami Aceh 15 tahun kemudian :” Saya yakin anak saya masih hidup”

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 347x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 345x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 264x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 207x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
SummarizeShare245Tweet153
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
Next Post
Puisi-Puisi Mengenang Tsunami Aceh - 7C43CAF9 4803 4299 8F14 C76F406FD173 | POTRET Budaya | Potret Online

RENUNGAN DI UJUNG TAHUN

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com