Artikel · Potret Online

Aktivisme Dokumenter dan Ruang Intelektual Internasional

Penulis  Novita Sari Yahya
Mei 21, 2026
6 menit baca 45
600d264b-5fd6-4942-8edf-8ed6321748d6
Foto / IlustrasiAktivisme Dokumenter dan Ruang Intelektual Internasional
Disunting Oleh

Oleh: Novita Sari Yahya

Karya-karya Dandhy Dwi Laksono menunjukkan bagaimana film dokumenter dapat berkembang menjadi medium kritik sosial, pendidikan publik, dan advokasi kemanusiaan di Indonesia. Bersama jaringan Watchdoc Documentary dan program Ekspedisi Indonesia Baru, Dandhy secara konsisten mengangkat isu lingkungan, hak masyarakat adat, demokrasi, serta dampak industri ekstraktif terhadap masyarakat lokal.

Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian utama karya-karya Watchdoc banyak tertuju pada Papua, terutama terkait proyek pangan skala besar (food estate), deforestasi, perubahan sosial, dan konflik agraria. Salah satu karya terbaru yang mendapat perhatian publik adalah film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita (2026). Berdasarkan publikasi resmi dan pemberitaan media, film tersebut membahas perubahan lanskap Papua Selatan akibat proyek strategis nasional, ekspansi industri, dan persoalan tanah adat masyarakat lokal.

Film itu diproduksi dalam format dokumenter investigatif yang menyoroti hubungan antara pembangunan ekonomi, perubahan lingkungan, dan posisi masyarakat adat di Papua Selatan. Narasi yang dibangun memperlihatkan bagaimana pembangunan skala besar dapat memunculkan ketegangan antara kepentingan negara, investasi, dan keberlangsungan hidup komunitas lokal. Karena itu, film ini tidak hanya dipahami sebagai karya sinema, tetapi juga sebagai bagian dari diskusi publik mengenai lingkungan, demokrasi, dan keadilan sosial di Indonesia.

Sebelumnya, Dandhy Laksono dikenal luas melalui film dokumenter Sexy Killers (2019), yang membahas relasi antara industri batu bara, kerusakan lingkungan, dan jejaring kekuasaan politik di Indonesia. Film tersebut ditonton jutaan kali melalui berbagai platform digital dan menjadi bahan diskusi di banyak komunitas, organisasi masyarakat sipil, dan lingkungan kampus. Selain itu, film Dirty Vote (2024) juga memicu perhatian publik karena membahas isu etika politik dan integritas demokrasi menjelang pemilu.

Selain memproduksi film, Dandhy Laksono aktif membangun budaya diskusi publik melalui konsep “sinema ngamen”, yaitu model pemutaran film keliling berbasis komunitas yang disertai sesi diskusi terbuka. Pola ini memungkinkan dokumenter tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi berkembang menjadi ruang pendidikan publik dan pertukaran gagasan. Hingga Mei 2026, berbagai pemutaran komunitas Dirty Vote dan Pesta Babi masih berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia.

Kegiatan bedah film dan nonton bareng (nobar) tersebut berlangsung di berbagai kampus dan komunitas. Sejumlah forum diskusi mengenai Papua, lingkungan, dan agraria tercatat diselenggarakan oleh komunitas mahasiswa, organisasi masyarakat sipil, dan jaringan advokasi di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, hingga Papua. Namun demikian, karena sebagian besar kegiatan bersifat desentralisasi dan berbasis komunitas, tidak semua pemutaran memiliki dokumentasi resmi yang tersimpan dalam satu arsip publik terpusat.

Model distribusi Pesta Babi juga berbeda dengan pola distribusi film komersial pada umumnya. Berdasarkan informasi resmi penyelenggara dan publikasi komunitas, film ini tidak dirilis melalui jaringan bioskop besar maupun platform streaming komersial seperti Netflix atau YouTube. Penonton yang ingin mengadakan pemutaran diwajibkan mendaftar melalui sistem resmi yang disediakan Watchdoc. Pemutaran biasanya dilakukan secara komunal dan diarahkan agar menjadi ruang diskusi publik, bukan sekadar hiburan komersial.

Melalui sistem tersebut, Watchdoc membuka kesempatan bagi komunitas di Indonesia maupun luar negeri untuk menyelenggarakan pemutaran mandiri. Penyelenggara lokal biasanya memperoleh tautan akses film beberapa hari sebelum acara berlangsung. Sistem distribusi alternatif ini dipilih untuk menjaga kualitas diskusi sekaligus mengurangi risiko pembajakan dan penyebaran potongan video tanpa konteks.

Pada 2026, sejumlah agenda nobar Pesta Babi tercatat berlangsung di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Sumatera Utara dan Kepulauan Riau. Sebagian kegiatan dilaksanakan di ruang komunitas, sekretariat organisasi jurnalis, kampus, maupun kedai kopi independen. Model pemutaran semacam ini memperlihatkan bahwa perkembangan film dokumenter di Indonesia banyak ditopang oleh jaringan masyarakat sipil dan komunitas intelektual, bukan hanya industri perfilman arus utama.

Di tingkat internasional, karya Dandhy Laksono juga mendapat perhatian dari sejumlah forum akademik dan jaringan studi Asia Tenggara. Dokumentasi publik menunjukkan bahwa diskusi mengenai karya-karya Watchdoc pernah muncul dalam forum akademik di Australian National University dan beberapa komunitas studi Asia Tenggara di luar negeri. Dalam sejumlah forum tersebut, dokumenter mengenai Papua dibahas dalam konteks kolonialisme modern, lingkungan, demokrasi, dan perubahan sosial.

Beberapa forum akademik di Amerika Utara juga tercatat mendiskusikan karya-karya Watchdoc dalam konteks demokrasi, energi, dan politik lingkungan di Indonesia. Kehadiran film-film tersebut di lingkungan universitas menunjukkan bahwa dokumenter Indonesia mulai dipandang sebagai salah satu sumber penting untuk memahami hubungan antara pembangunan, sumber daya alam, dan masyarakat adat di Asia Tenggara.

Meski demikian, sejumlah penilaian mengenai pengaruh karya Dandhy Laksono tetap perlu ditempatkan sebagai interpretasi akademik atau opini publik, bukan fakta empiris yang dapat diukur secara pasti. Misalnya, anggapan bahwa Dandhy melanjutkan tradisi kritik sosial dalam film dokumenter merupakan bentuk pembacaan intelektual terhadap posisi dokumenter sebagai alat kritik sosial. Penilaian tersebut tidak berarti semua pihak memiliki pandangan yang sama, melainkan menunjukkan adanya pengaruh dokumenter dalam ruang diskusi publik Indonesia.

Demikian pula, klaim bahwa Sexy Killers merupakan salah satu dokumenter politik paling berpengaruh di Indonesia pasca-Reformasi sebaiknya dipahami sebagai penilaian kualitatif yang berkembang dalam diskusi publik dan media, bukan ukuran statistik yang memiliki indikator tunggal. Walaupun demikian, besarnya perhatian masyarakat terhadap film tersebut menunjukkan bahwa dokumenter dapat memainkan peran penting dalam membangun literasi politik dan kesadaran lingkungan.

Secara keseluruhan, karya-karya Dandhy Laksono memperlihatkan bagaimana film dokumenter dapat berfungsi sebagai arsip sosial, ruang pendidikan publik, dan medium diskusi kritis mengenai demokrasi, lingkungan, serta hak masyarakat adat. Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap krisis iklim dan deforestasi, dokumenter seperti Pesta Babi menunjukkan bahwa persoalan lokal di Papua memiliki hubungan erat dengan perdebatan global mengenai lingkungan, pembangunan, dan keadilan ekologis.

Daftar Referensi.

Sumber Primer dan Film

Watchdoc Documentary. (2026, Maret 13). PESTA BABI | Kolonialisme di Zaman Kita (official trailer)[Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=iN2Mj1-gXMo (atau https://www.youtube.com/watch?v=0Buv-MC-rSA)

Dandhy Dwi Laksono & Cypri Jehan Paju Dale. (2026). Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. Watchdoc Documentary & Indonesia Baru (diproduksi bersama Greenpeace dan kolaborator lain). (Film dokumenter investigatif, premiere April 2026).

Situs Resmi dan Organisasi
Watchdoc Documentary. (n.d.). Home. https://watchdoc.co.id

Australian National University Indonesia Institute. (2026). Pesta Babi – Colonialism in our time, by Dandhy Laksono: NoBar and Q&A with the filmmaker. https://indonesiainstitute.anu.edu.au/event/pesta-babi-colonialism-our-time-dandhy-laksono-nobar-and-qa-filmmaker (Screening & diskusi, 28 Mei 2026).

Film Sebelumnya

Laksono, D. D. (Director). (2019). Sexy Killers [Film dokumenter]. Watchdoc Documentary. (Bagian dari Ekspedisi Indonesia Biru).

Laksono, D. D. (Director). (2024). Dirty Vote [Film dokumenter]. https://dirtyvote.id/ (atau full movie di channel resmi terkait).

Pemberitaan dan Artikel Pendukung

Suara Papua. (2026, 18 Mei). Pesta Babi dan Kolonialisme di Zaman Kita. https://suarapapua.com/2026/05/18/pesta-babi-dan-kolonialisme-di-zaman-kita/

Tempo.co. (2026). Liputan khusus mengenai Dandhy Laksono dan pemutaran Pesta Babi (berbagai artikel tentang nobar dan kontroversi)

Kompas.id. (2026, 12 Mei). Film “Pesta Babi” dan Bayang-bayang Sensor. https://www.kompas.id/artikel/film-pesta-babi-dan-bayang-bayang-sensor

Mongabay Indonesia. (n.d./berbagai tahun). Liputan deforestasi dan food estate di Papua Selatan.

BBC News Indonesia. (berbagai tahun). Profil Dandhy Dwi Laksono dan isu Papua.

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Novita sari yahya penulis dan peneliti yang bergabung di Filantropi kesehatan PKMK FKKMK UGM dan Filantropi Indone
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...