• Latest
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Pendidikan | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Pendidikan | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
0bbaafe3-989c-40ac-89fc-d0335c56d343

Dubai Kota Impian Pelan-pelan Menuju Kota Hantu

Maret 31, 2026
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Redaksi by Redaksi
Maret 31, 2026
in Pendidikan, #Bencana Hidrometeorologi, #Korban Bencana, Aceh, Banjir bandang, Bencana, Bingkai Sekolah, Kebencanaan, Mitigasi bencana, pendidikan Aceh, POTRET Sekolah
Reading Time: 3 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Oleh Muhammad Syawal Djamil

(Praktisi Pendidikan/Relawan Bencana Banjir Aceh dari Sekolah Sukma Bangsa Pidie)


Mau diakui atau tidak, disadari atau tidak, hidup di Aceh dan sebagian wilayah Sumatera berarti hidup berdampingan dengan bencana. Gempa bumi, banjir, hingga tanah longsor bukan lagi peristiwa langka, melainkan bagian dari realitas sehari-hari. Kita tahu risikonya ada –dan memang akan selalu ada.Namun, ada satu hal yang sering terasa belum sepenuhnya siap di kita, yakni pendidikan.


Setiap kali bencana datang, kita seperti mengulang cerita yang sama. Sekolah rusak, kegiatan belajar berhenti, anak-anak kehilangan ruang untuk belajar. Lalu ketika keadaan mulai pulih, bangunan diperbaiki, kelas dibuka kembali, dan pelajaran dilanjutkan. Semuanya seolah kembali normal. Tapi, benarkah kita sudah benar-benar “pulih”?

Baca Juga

Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Pendidikan | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026


Pendekatan yang hanya berfokus pada kembali ke kondisi semula terasa kurang cukup. Ia tidak menjawab pertanyaan yang lebih penting: bagaimana jika bencana datang lagi? Apakah kita akan mengulang siklus yang sama? Di sinilah kita perlu mulai berpikir dan menata ulang nalar kita tentang pendidikan yang tangguh.


Tentu, memulihkan fasilitas pendidikan tetap penting –bahkan mendesak. Sekolah bukan hanya bangunan, tetapi juga simbol harapan. Bagi banyak anak, kembali ke sekolah adalah tanda bahwa hidup perlahan membaik.

Namun, pemulihan tidak boleh berhenti pada pembangunan ulang. Kita tidak bisa terus membangun kembali sekolah yang sama dengan kerentanan yang sama. Setiap bencana seharusnya menjadi kesempatan untuk memperbaiki, bukan sekadar mengganti. Artinya, pendidikan harus dirancang lebih siap menghadapi gangguan.


Kita perlu mulai melihat pendidikan sebagai sistem yang fleksibel. Ketika ruang kelas tidak bisa digunakan, proses belajar seharusnya tetap bisa berjalan. Tidak harus selalu dengan teknologi canggih, tapi cukup alternatif sederhana seperti modul belajar mandiri atau kelas berbasis komunitas bisa menjadi solusi.


Dukungan Psikososial dan Peran Komunitas


Selain fasilitas, kondisi psikologis siswa juga sering luput dari perhatian. Bencana meninggalkan luka yang tidak selalu terlihat. Kehilangan rumah, orang terdekat, atau rasa aman bisa berdampak besar pada anak-anak. Dalam situasi seperti ini, memaksa mereka langsung kembali ke rutinitas akademik tanpa ruang pemulihan justru bisa memperburuk keadaan. Kadang, yang paling dibutuhkan bukanlah pelajaran baru, tetapi rasa aman.


Guru pun perlu didukung untuk memahami hal ini. Pendidikan pascabencana bukan hanya soal mengejar ketertinggalan kurikulum, tetapi juga tentang memulihkan manusia di dalamnya.


Di sisi lain, kita juga perlu mengakui bahwa sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Dalam banyak situasi darurat, justru masyarakat yang menjadi penopang utama agar anak-anak tetap bisa belajar. Dari ruang belajar di masjid hingga kelas sederhana di rumah warga, komunitas sering kali menjadi solusi ketika sistem formal terhenti. Ini menunjukkan bahwa pendidikan sejatinya adalah tanggung jawab bersama.


Edukasi Kebencanaan


Hal lain yang tak kalah penting adalah edukasi kebencanaan. Di wilayah seperti Aceh, pengetahuan tentang bagaimana menghadapi bencana seharusnya bukan pelengkap, melainkan bagian inti dari pembelajaran.

Anak-anak perlu tahu apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi, ke mana harus pergi, dan bagaimana melindungi diri. Lebih dari itu, pemahaman ini membantu membangun kesiapan mental—sesuatu yang sering kali menentukan bagaimana seseorang merespons situasi darurat.


Masalahnya, semua ini sulit terwujud jika kita masih berpikir bahwa tujuan utama setelah bencana adalah “kembali seperti semula”. Mungkin sudah saatnya kita menggeser cara pandang: bukan sekadar pulih, tetapi menjadi lebih siap. Karena pada akhirnya, bencana bukan soal kemungkinan—melainkan kepastian yang tinggal menunggu waktu.


Aceh sudah memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi bencana. Dari pengalaman itu, semestinya kita belajar bahwa ketangguhan tidak lahir dari kondisi yang nyaman, tetapi dari kemampuan untuk beradaptasi dalam situasi sulit.


Pendidikan seharusnya menjadi bagian dari proses itu. Sebab pendidikan yang kuat bukanlah yang tidak pernah terganggu, melainkan yang tetap bisa berjalan, menyesuaikan diri, dan memberi harapan—bahkan di saat keadaan sedang tidak baik-baik saja.

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 357x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 320x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 205x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Pendidikan | Potret Online
Artikel

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb
Artikel

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche
Artikel

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
Next Post
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Discussion about this post

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com