HABA Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kegaduhan dan Seni Mengalihkan Pandangan.

Redaksi by Redaksi
Maret 27, 2026
in Artikel, #Pengalihan Isu
Reading Time: 3 mins read
0
Lebaran di Kampung yang Sunyi
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Aswan Nasution

Ada kalimat yang sederhana. Bahkan terlalu sederhana. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, suatu hari menyarankan masyarakat menghemat LPG dengan cara yang, katanya, praktis: matikan kompor ketika masakan sudah matang.

Baca Juga

1001386795_11zon (1)

Kapal Induk “Gratis” Dari Italia?!

Maret 27, 2026

Menuju Dunia Multipolar

Maret 27, 2026
Transisi energi dan kendaraan listrik di Indonesia

Transisi Energi Kendaraan Listrik

Maret 27, 2026

Kalimat itu langsung memantul seperti bola karet di ruang publik. Ia melompat dari layar ponsel ke meja warung kopi. Ia berubah menjadi meme, menjadi ejekan, menjadi bahan tertawaan. Media sosial penuh komentar sinis. Banyak orang merasa kalimat itu terlalu sederhana—bahkan terasa seperti menganggap rakyat tidak tahu cara menggunakan kompor.

Reaksi publik pun datang cepat. Sindiran mengalir deras. Seorang menteri berubah menjadi topik hiburan nasional.

Tetapi di tengah riuh itu, ada sesuatu yang diam-diam menghilang: pertanyaan yang sebenarnya lebih penting. Apa sebenarnya masalah LPG di Indonesia?

Di sinilah politik modern menunjukkan salah satu seni lamanya: mengalihkan pandangan.

Dalam ilmu komunikasi politik ada istilah yang cukup dingin bunyinya: diversionary communication. Sebuah strategi yang tidak rumit. Ketika persoalan besar terlalu berat untuk dijelaskan—atau terlalu berbahaya untuk dibuka—perhatian publik dialihkan ke sesuatu yang lebih gaduh, lebih emosional, lebih mudah diperdebatkan.

Caranya sederhana. Lemparkan satu kalimat yang memancing reaksi. Biarkan rakyat marah. Biarkan mereka tertawa. Biarkan mereka saling mengejek.

Sementara itu, persoalan yang lebih besar berjalan tanpa lampu sorot.

ADVERTISEMENT

Politik kadang bekerja seperti panggung sulap. Seorang pesulap menggerakkan tangan kiri dengan sangat dramatis. Penonton terpukau. Mata mereka mengikuti gerakan itu. Padahal tangan kanan sedang melakukan trik yang menentukan seluruh pertunjukan.

Dalam politik, tangan kiri itu adalah kegaduhan. Tangan kanan itu adalah kebijakan. Masalahnya, kita sering terlalu lama menatap tangan kiri.

Republik ini sebenarnya punya sejarah panjang dalam hal semacam itu. Kita sering lebih tertarik pada pinggiran daripada inti. Kita mudah terpikat pada anekdot daripada struktur masalah.

Ingat ketika MotoGP pertama digelar di Mandalika? Balapan itu adalah peristiwa besar: investasi raksasa, diplomasi olahraga, dan strategi pariwisata nasional. Tapi percakapan publik justru berbelok ke satu figur yang tidak ada hubungannya dengan mesin balap: pawang hujan.

Nama itu menjadi sensasi nasional. Ia dibahas di televisi, di podcast, di timeline media sosial. Banyak orang tertawa, banyak yang percaya, banyak pula yang mencibir.

Balapannya sendiri? Hampir menjadi latar belakang. Seolah-olah bangsa ini memiliki kegemaran aneh: melihat bunga, bukan batang pohonnya.

Padahal persoalan energi LPG jauh lebih serius daripada satu kalimat tentang kompor. Ia menyangkut ketergantungan impor, subsidi negara, dan keamanan energi rumah tangga jutaan orang.

Tetapi persoalan semacam itu tidak mudah dijadikan meme. Ia membutuhkan data, angka, dan kesabaran berpikir. Kegaduhan jauh lebih menarik.

Mungkin karena kegaduhan memberi kita hiburan instan. Ia membuat kita merasa terlibat dalam perdebatan besar tanpa harus benar-benar memahami masalahnya.

Dalam dunia yang bergerak cepat, perhatian adalah komoditas paling mahal. Siapa yang berhasil mengendalikan perhatian publik, dialah yang mengendalikan percakapan.

Dan percakapan publik sering kali menentukan arah politik. Karena itu pertanyaan yang sebenarnya bukan lagi tentang kompor atau LPG. Pertanyaannya lebih sederhana—dan mungkin lebih mengganggu:

Apakah kita sedang menyaksikan kebodohan yang spontan? Ataukah kita sedang melihat strategi yang sangat sadar?

Kadang jawabannya tidak perlu terlalu rumit. Dalam politik, kegaduhan hampir tidak pernah benar-benar kebetulan.
Horas Hubanta Haganupan.
Horas …Horas … Horas

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 249x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 222x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 172x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 141x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

1001386795_11zon (1)
Artikel

Kapal Induk “Gratis” Dari Italia?!

Maret 27, 2026
Artikel

Menuju Dunia Multipolar

Maret 27, 2026
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM
Antologi Puisi

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026
Transisi energi dan kendaraan listrik di Indonesia
Opini

Transisi Energi Kendaraan Listrik

Maret 27, 2026
Please login to join discussion
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Tulisan
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Tulisan

© 2026 potretonline.com