🔊
Dengarkan Artikel
ilustrasi ist
Anto Narasoma
PADA SECANGKIR CINTA
hanya setitik air
ketika sepuluh hari terakhir kau tiba di sini
📚 Artikel Terkait
maka,
kesucian hatilah
yang mengucap-ucap kebesaran-Mu,
setelah melewati perjalanan haus dan lapar
memang,
bukan sekadar wajib melintasi hari-hari kering setelah janji itu kutunaikan,
namun masa pencarian diriku sendiri belum kutemukan dalam bayang-bayang cahaya bulan
- o, pada secangkir cinta inilah kau suguhkan sepercik kopi susu –setelah adam dan hawa menyatu sehabis berbuka pada hari ke dua puluh
Palembang, 8 Maret 2026
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 81x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 77x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 66x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






