POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ramadan, Bulan Lapar yang Memalukan Orang Kenyang

RedaksiOleh Redaksi
February 18, 2026
Ramadan, Bulan Lapar yang Memalukan Orang Kenyang
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Alkhair Aljohore

Ramadan tidak datang untuk memuliakan manusia, tetapi untuk memalukan kesombongan rohani. Ia hadir bukan sebagai hadiah, tetapi sebagai pemeriksaan mengejut terhadap iman yang selama ini dibungkus slogan dan status agama. Ramadan bukan bulan manusia menjadi suci, tetapi bulan kepalsuan disingkap tanpa belas kasihan.

Allah tidak berfirman tentang puasa untuk menjadikan manusia lapar, tetapi untuk menelanjangkan hakikat diri:

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan ke atas orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.”
(al-Baqarah: 183)

Namun persoalannya: di mana takwa itu bersembunyi setelah lapar berlalu?
Jika takwa hanya muncul ketika azan Maghrib hampir berkumandang, maka itu bukan takwa, itu disiplin jadual makan.

  • Lapar yang Tidak Menyucikan

Ramai berpuasa, tetapi nafsu tetap berkuasa. Mereka menahan perut, tetapi membebaskan lidah. Mereka mengikat mulut daripada makanan, tetapi melepaskan mulut untuk memfitnah, menghina, merendahkan. Puasa mereka hanya menurunkan gula darah, bukan merendahkan ego.

Rasulullah ﷺ telah memberi amaran yang memalukan:

“Berapa ramai orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapat apa-apa daripada puasanya kecuali lapar dan dahaga.”
(Hadis Riwayat Ahmad)

Hadis ini bukan untuk orang awam semata-mata;
ia tamparan kepada ahli ibadah yang bangga. Ia sindiran Nabi ﷺ kepada puasa yang hanya berlaku di kerongkong, tidak pernah turun ke hati.

  • Ramadan: Musim Topeng Dijual Murah

Ramadan ialah bulan paling subur untuk industri kesalehan palsu. Pakaian lebih Islami, suara lebih lembut di masjid, ayat al-Qur’an dipetik di media sosial – tetapi akhlak masih liar di belakang tabir. Di siang hari menahan lapar, di malam hari menelan manusia dengan kata-kata berbisa.

Allah telah lama membongkar penyakit ini:

“Mereka ingin memperdayakan Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya memperdayakan diri sendiri tanpa mereka sedari.”
(al-Baqarah: 9)

Ramadan menjadi musim lakonan beramai-ramai. Yang pandai berlakon dipuji, yang jujur dianggap ekstrem. Yang menegur dianggap keras, yang menipu dianggap hikmah.

  • Falsafah Puasa: Membunuh Keakuan, Bukan Sekadar Selera

Puasa tidak diwajibkan untuk menyeksa jasad, tetapi untuk menyembelih rasa “aku”. “Aku betul”, “aku alim”, “aku lebih suci”. Selagi “aku” ini hidup, puasa hanyalah kosmetik rohani.

Al-Ghazali pernah menegaskan dengan keras:

“Hakikat puasa ialah menahan seluruh anggota daripada maksiat, bukan sekadar menahan perut dan kemaluan.”

Tetapi hari ini, puasa telah direduksi menjadi projek fizikal, bukan revolusi batin. Kita bangga dengan bilangan rakaat, tetapi lalai pada beratnya riya’. Kita khusyuk menghitung pahala, tetapi takut menghitung dosa sendiri.

  • Ramadan dan Penipuan Moral

Ada manusia yang berpuasa tetapi zalim dalam keputusan, keras dalam kepimpinan, licik dalam muamalat. Mereka menyangka puasa adalah lesen menangguhkan keadilan. Mereka lupa bahawa Allah tidak lapar kepada ibadah, tetapi murka terhadap kezaliman.

📚 Artikel Terkait

Sosialisasi Pembatasan Penggunaan Kantong Plastik

Guru Yang Terseret Ke Pusaran Politik

LEMBAGA PANGLIMA LAOT PUNYA SIAPA DAN UNTUK SIAPA ?

Wisata Silaturahmi

Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.”
(Ali ‘Imran: 57)

Puasa tidak menghalalkan kejahatan yang ditangguhkan. Puasa tidak memutihkan dosa yang disengajakan. Puasa tidak menutup bangkai niat yang busuk.

Hadis yang Menggigilkan Jiwa

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Puasa itu perisai.”
(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Tetapi perisai hanya berguna jika diangkat dan digunakan, bukan dipamerkan.
Jika puasa tidak menghalang kita daripada:

berdusta,
memaki,
menindas,
mempamerkan diri,

maka perisai itu retak, atau lebih tepat – kita sendiri yang melemparkannya ke tanah.

  • Kenyang yang Menyesatkan

Ironinya, Ramadan hari ini berakhir dengan kekenyangan yang memabukkan. Meja berbuka menjadi altar baharu. Nafsu berpindah waktu, bukan dikuburkan. Kita menahan diri 14 jam, lalu membalas dendam pada 2 jam.

Hasan al-Basri pernah berkata:

“Puasa bukan sekadar menahan makanan, tetapi menahan diri daripada apa sahaja yang melalaikan daripada Allah.”

Tetapi kita memilih untuk melalaikan diri dengan nama “rezeki”.

  • Ramadan Sebagai Mahkamah Hati

Ramadan sebenarnya mahkamah senyap. Tiada saksi manusia. Hanya Allah dan diri sendiri. Di sinilah tauhid diuji dalam bentuk paling telanjang: adakah engkau taat ketika tiada siapa melihat?

Allah berfirman:

“Dan Dia lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”
(Qaf: 16)

Jika kesedaran ini hidup, puasa akan melahirkan takut yang mendidik, bukan bangga yang membinasakan.

  • Ramadan yang Gagal Total

Ramadan gagal apabila:

  • lidah masih kejam,
  • hati masih angkuh,
  • ibadah menjadi alat status,

dosa orang lain lebih jelas daripada dosa sendiri.

Ramadan gagal apabila kita keluar daripadanya merasa suci, bukan merasa hina sebagai hamba.

Penutup:
Ramadan Bukan Untuk Orang Yang Selesa

Ramadan bukan bulan orang yang mahu selesa. Ia bulan orang yang sanggup dihancurkan egonya. Ia bukan tentang berapa banyak ayat dibaca, tetapi berapa banyak kepalsuan yang mati.

Puasa tidak memerlukan kita. Kita yang terdesak memerlukan puasa.
Dan jika Ramadan berlalu tanpa mengubah cara kita berdiri di hadapan Tuhan dan manusia, maka yang berlalu itu bukan Ramadan – tetapi sekadar kalender yang bergerak.

Alkhair Aljohore @1
Malaysia
19.2.26
1 Ramadan 1447

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 86x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 75x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 49x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Anggaran Pendidikan

Kelas Afirmasi Masih Perlu

Oleh Tabrani YunisFebruary 18, 2026
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
68
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
200
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00