POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kisah Nurwani: Usia Bukan Penghalang untuk Belajar

RedaksiOleh Redaksi
February 9, 2026
BelajarTanpa Batas Usia: Kisah Nurwani, Sarjana di Usia 53 Tahun
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Nurma Dewi


Awal Kehidupan dan Latar Belakang

Nurwani lahir di Desa Pante Kuyun pada 6 Juni 1973. Kini, di usia 53 tahun, ia tetap bersemangat menambah pengetahuan dan mengejar pendidikan tinggi. Sebelumnya, ia aktif sebagai guru di Kelompok Belajar PAUD Bankeumang di gampong tempat tinggalnya, bahkan dipercaya menjadi kepala PAUD berbekal ijazah SMA.

Awal Mula Keinginan Kuliah

Awalnya, Nurwani tidak pernah membayangkan untuk melanjutkan kuliah. Ketika kampus STAI-PTIQ Aceh mengadakan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru di desanya, ia merasa kurang percaya diri karena usianya yang sudah tidak muda. Namun, dorongan dari temannya, Eka, membuatnya mencoba mengikuti tes masuk perguruan tinggi.

Setelah tes, ia lama tidak mendapat kabar. Ia sempat mendengar kampus akan membuka Program S1 PAUD yang sesuai dengan pekerjaannya, tetapi program itu belum tersedia. Program yang ada hanyalah Pendidikan Agama Islam (PAI). Eka kemudian mengajaknya menanyakan langsung ke kampus bersama Emoliza, teman mereka yang lebih muda.

Pergulatan Batin dan Pendaftaran

Awalnya, Nurwani menolak. Namun, ia merenung: bagaimana jika teman-temannya kuliah, lulus, dan menjadi sarjana, sementara dirinya hanya melihat dari jauh? Pikiran itu menguatkan niatnya. Sesampainya di kampus, ia bertemu Ketua STAI-PTIQ Aceh. Saat dipanggil “Mak”, hatinya sempat surut karena merasa tua. Tetapi ia tetap menanyakan proses pendaftaran dan akhirnya resmi diterima sebagai mahasiswa.

Tantangan di Awal Kuliah

📚 Artikel Terkait

Forum Jurnalis Lingkungan Mengadakan Kemah Jurnalistik ke dua

BPUM 2021 untuk Banda Aceh Cair, Ini Link Pengecekannya

Diplomasi Urban dan Peran Menlu RI

Jika Untuk Bahagia Gak Perlu Negara, Kenapa Rakyat Lupa Meninggalkan Janji Palsu Bernegara

Perjalanan kuliah tidak mudah. Ia pernah terlambat datang karena harus menyiapkan kebutuhan keluarga dan menempuh perjalanan sekitar 20 km melewati hutan dan ilalang. Suatu kali, dosen menegurnya dan melarang masuk kelas. Air matanya pun jatuh, tetapi ia tetap duduk di bangku kuliah. Ia sadar teguran itu untuk mendisiplinkan mahasiswa.

Sebagai mahasiswa yang lebih tua, ia harus beradaptasi dengan teman-teman muda. Ia membutuhkan waktu lebih lama dalam mengerjakan tugas, belajar kembali dari awal, mencari bahan di internet, membaca perlahan, dan mencatat dengan tekun. Ia selalu teringat pesan dosennya: “Jangan pernah berhenti belajar meskipun kita telah berhenti sekolah.”

Dukungan dan Tantangan Sosial

Ketika diterima kuliah, ia menyampaikan niatnya kepada suami. Sang suami mendukung penuh, bahkan berjanji membelikan sepeda motor baru. Dukungan ini menjadi penyemangat besar. Namun, tidak semua orang mendukung. Ada yang mengejek: “Apa gunanya kuliah, begitu dapat ijazah langsung pensiun?” atau “Hoe keumeng ba ijazah?” (Mau dibawa ke mana ijazah itu?).

Ia juga pernah berdebat dengan saudaranya yang menganggap kuliah di usia tua hanya membuang uang. Tetapi Nurwani berpegang pada prinsip: meskipun tidak tahu ke mana ijazah akan membawanya, yang pasti ia telah mendapatkan ilmu. Prinsip ini membuatnya semakin bertekad menyelesaikan kuliah.

Puncak Perjalanan

Dengan ketekunan dan kesabaran, Nurwani terus menjalani perkuliahan. Ia belajar mengenal dunia akademik, memperluas wawasan, dan membangun semangat bersama teman-teman muda. Hingga akhirnya, pada Sabtu, 7 Februari 2026, ia menjadi salah satu dari 41 wisudawan STAI-PTIQ Aceh yang diwisuda di Aula DPMPKB Kabupaten Aceh Jaya. Sebagai seorang nenek dengan satu cucu, ia berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dengan predikat cumlaude.

Penutup

Perjalanan hidup Nurwani membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk belajar. Dengan tekad, dukungan keluarga, dan keyakinan pada prinsip hidup, ia berhasil mewujudkan mimpinya menjadi seorang sarjana.


🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 183x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 173x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 135x dibaca (7 hari)
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
25 Jan 2026 • 114x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 110x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share8SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
POTRET Budaya

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

Oleh Tabrani YunisFebruary 6, 2026
digital

Doom Scrolling: Perilaku Baru di Era Digital

Oleh Tabrani YunisJanuary 31, 2026
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
192
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Di Bawah Langit Jeunieb, Bahtera Bahari Menyongsong Cakrawala Baru

Di Bawah Langit Jeunieb, Bahtera Bahari Menyongsong Cakrawala Baru

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00