• Latest

Kisah Nurwani: Usia Bukan Penghalang untuk Belajar

Februari 9, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kisah Nurwani: Usia Bukan Penghalang untuk Belajar

Redaksi by Redaksi
Februari 9, 2026
in #Pendidikan, #Perempuan Hebat, Karir, Perempuan Aceh
Reading Time: 3 mins read
0
629
SHARES
3.5k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Nurma Dewi


Awal Kehidupan dan Latar Belakang

Nurwani lahir di Desa Pante Kuyun pada 6 Juni 1973. Kini, di usia 53 tahun, ia tetap bersemangat menambah pengetahuan dan mengejar pendidikan tinggi. Sebelumnya, ia aktif sebagai guru di Kelompok Belajar PAUD Bankeumang di gampong tempat tinggalnya, bahkan dipercaya menjadi kepala PAUD berbekal ijazah SMA.

Awal Mula Keinginan Kuliah

Awalnya, Nurwani tidak pernah membayangkan untuk melanjutkan kuliah. Ketika kampus STAI-PTIQ Aceh mengadakan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru di desanya, ia merasa kurang percaya diri karena usianya yang sudah tidak muda. Namun, dorongan dari temannya, Eka, membuatnya mencoba mengikuti tes masuk perguruan tinggi.

Setelah tes, ia lama tidak mendapat kabar. Ia sempat mendengar kampus akan membuka Program S1 PAUD yang sesuai dengan pekerjaannya, tetapi program itu belum tersedia. Program yang ada hanyalah Pendidikan Agama Islam (PAI). Eka kemudian mengajaknya menanyakan langsung ke kampus bersama Emoliza, teman mereka yang lebih muda.

Pergulatan Batin dan Pendaftaran

Awalnya, Nurwani menolak. Namun, ia merenung: bagaimana jika teman-temannya kuliah, lulus, dan menjadi sarjana, sementara dirinya hanya melihat dari jauh? Pikiran itu menguatkan niatnya. Sesampainya di kampus, ia bertemu Ketua STAI-PTIQ Aceh. Saat dipanggil “Mak”, hatinya sempat surut karena merasa tua. Tetapi ia tetap menanyakan proses pendaftaran dan akhirnya resmi diterima sebagai mahasiswa.

Tantangan di Awal Kuliah

Perjalanan kuliah tidak mudah. Ia pernah terlambat datang karena harus menyiapkan kebutuhan keluarga dan menempuh perjalanan sekitar 20 km melewati hutan dan ilalang. Suatu kali, dosen menegurnya dan melarang masuk kelas. Air matanya pun jatuh, tetapi ia tetap duduk di bangku kuliah. Ia sadar teguran itu untuk mendisiplinkan mahasiswa.

Sebagai mahasiswa yang lebih tua, ia harus beradaptasi dengan teman-teman muda. Ia membutuhkan waktu lebih lama dalam mengerjakan tugas, belajar kembali dari awal, mencari bahan di internet, membaca perlahan, dan mencatat dengan tekun. Ia selalu teringat pesan dosennya: “Jangan pernah berhenti belajar meskipun kita telah berhenti sekolah.”

Dukungan dan Tantangan Sosial

Ketika diterima kuliah, ia menyampaikan niatnya kepada suami. Sang suami mendukung penuh, bahkan berjanji membelikan sepeda motor baru. Dukungan ini menjadi penyemangat besar. Namun, tidak semua orang mendukung. Ada yang mengejek: “Apa gunanya kuliah, begitu dapat ijazah langsung pensiun?” atau “Hoe keumeng ba ijazah?” (Mau dibawa ke mana ijazah itu?).

Ia juga pernah berdebat dengan saudaranya yang menganggap kuliah di usia tua hanya membuang uang. Tetapi Nurwani berpegang pada prinsip: meskipun tidak tahu ke mana ijazah akan membawanya, yang pasti ia telah mendapatkan ilmu. Prinsip ini membuatnya semakin bertekad menyelesaikan kuliah.

Puncak Perjalanan

Dengan ketekunan dan kesabaran, Nurwani terus menjalani perkuliahan. Ia belajar mengenal dunia akademik, memperluas wawasan, dan membangun semangat bersama teman-teman muda. Hingga akhirnya, pada Sabtu, 7 Februari 2026, ia menjadi salah satu dari 41 wisudawan STAI-PTIQ Aceh yang diwisuda di Aula DPMPKB Kabupaten Aceh Jaya. Sebagai seorang nenek dengan satu cucu, ia berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dengan predikat cumlaude.

Penutup

Baca Juga

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Maret 12, 2026
Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Maret 8, 2026

Perjalanan hidup Nurwani membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk belajar. Dengan tekad, dukungan keluarga, dan keyakinan pada prinsip hidup, ia berhasil mewujudkan mimpinya menjadi seorang sarjana.

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 329x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 289x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 245x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 234x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 188x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare252Tweet157
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post
Di Bawah Langit Jeunieb, Bahtera Bahari Menyongsong Cakrawala Baru

Di Bawah Langit Jeunieb, Bahtera Bahari Menyongsong Cakrawala Baru

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com