POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Sesosok Ayah

RedaksiOleh Redaksi
February 8, 2026
Sesosok Ayah
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Isya Fakhriani

Taruni SMK Negeri 1 Jeunieb, Bireun

Tentang cinta yang diam-diam menjaga.
Tidak semua cinta di dunia ini tampil dalam bentuk kata-kata. Ada cinta yang bekerja dalam diam—tanpa banyak bicara, tanpa banyak mengeluh—namun terasa dari setiap tindakannya. Itulah cinta seorang ayah. Selayaknya dinukil dalam sebuah tulisan di hari ayah.

Hari Ayah bukan sekadar perayaan tahunan. Ia adalah pengingat bahwa di balik setiap langkah percaya diri yang kita ambil hari ini, ada sosok yang dulu menuntun kita pelan-pelan, mengajarkan cara berdiri, berjalan, hingga berani menghadapi dunia.

Ayah mungkin bukan orang yang paling pandai mengekspresikan perasaannya. Kadang caranya mencintai terasa kaku, bahkan dingin. Namun kita belajar seiring waktu bahwa setiap nasihat yang ia ucapkan, setiap teguran yang terdengar keras, hingga setiap usaha kecil yang tidak pernah dipamerkan—semuanya adalah bentuk perhatian yang tulus.

📚 Artikel Terkait

Asal Muasal Sungai Krueng Baru

Dari Limbah Menjadi Cinta

WAKTU SENJA, INGAT ITU SEMUA

2025,Tahun Emas Musik Klasik Indonesia

Kita ingat bagaimana ia pulang dengan langkah lelah, tetapi tetap tersenyum saat melihat kita. Kita ingat bagaimana ia berpura-pura kuat, bahkan ketika dunia terasa berat di pundaknya. Ayah selalu ingin kita melihatnya sebagai tempat yang aman, bukan seseorang yang rapuh.

Kini, ketika usia kita bertambah, barulah kita menyadari bahwa ayah pun manusia. Ia pernah takut, pernah bimbang, pernah khawatir tentang masa depan kita. Namun ia tetap berdiri di garis depan, menjadi perisai yang tidak pernah meminta ucapan terima kasih.

Hari Ayah adalah kesempatan bagi kita untuk mengatakan hal-hal yang mungkin selama ini tertahan:
“Terima kasih, Ayah.”
Terima kasih untuk segala peluh, doa yang tak terdengar, dan cinta yang kau titipkan dalam tindakan kecil yang sering tak kami sadari.

Jika ayahmu masih ada, peluklah ia lebih lama hari ini. Jika jarak memisahkan, teleponlah. Jika yang tersisa hanyalah kenangan, kirimkan doa terbaikmu. Cinta seorang ayah tidak pernah benar-benar pergi—ia hidup dalam keberanian, kebaikan, dan keteguhan yang kini ada dalam diri kita.

Selamat Hari Ayah.
Untuk semua ayah, calon ayah, dan sosok yang hadir sebagai ayah. Terima kasih karena telah menjadi rumah yang tak pernah runtuh.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 231x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 215x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 169x dibaca (7 hari)
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
25 Jan 2026 • 141x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
POTRET Budaya

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

Oleh Tabrani YunisFebruary 6, 2026
digital

Doom Scrolling: Perilaku Baru di Era Digital

Oleh Tabrani YunisJanuary 31, 2026
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
191
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Antara Berkas Epstein, Nurani Bangsa, dan Cermin Peradaban

Antara Berkas Epstein, Nurani Bangsa, dan Cermin Peradaban

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00