POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Air Surut, Lumpur Menimbun Dayah

Dayah Bustanul Thayyibah  Perjuangan Bangkit Dari Bencana Banjir Bandang

RedaksiOleh Redaksi
January 17, 2026
Air Surut, Lumpur Menimbun Dayah
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Andi Kurniawan

Tujuh hari tujuh malam, langit mendung disertai hujan tanpa henti, terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Tak ada yang tahu, bahwa air di dalam gunung sedang bersiap turun dari hulu sampai ke hilir, tepatnya pada  tanggal 26 November 2025 di beberapa desa yang berdekatan dengan Daerah Aliran Sungai Jambo Aye dan DAM Jambo Aye seperti Gampong Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. 

Pada pukul 5 sore, air sudah mulai meluap ke pemukiman, sehingga memaksa warganya untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Menurut kesaksian salah satu korban yang kami jumpai di Huntara, menceritakan salah seorang tetangganya yang menyelamatkan diri dengan memanjat pohon. Namun jatuh ke dalam air karena sudah lemas tidak sanggup lagi bertahan selama dua hari dua malam tanpa makanan.

Air banjir bandang terus mengalir mengikuti aliran sungai dan menerjang sejumlah kecamatan di Aceh utara. Saat kami berkunjung di salah satu Pesantren/Dayah Bustanul Thayyibah di Gampong Alue Ie Mirah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Kondisi Dayah sangat parah, karena letak Dayah hanya beberapa meter dari pinggir sungai yang tersambung ke sungai Jambo Aye. 

Air sungai belakang Dayah mulai meluap pada tengah malam Kamis, tanggal 27 November 2025. Para santri dan guru serta pimpinan Dayah pukul 2 malam sudah dipaksa untuk meninggalkan Dayah, menyelematkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Pimpinan Dayah pada saat itu, Ummi Rajabah tidak dapat pergi terlalu jauh lagi, karena sudah terjebak oleh air banjir yang deras. Meunasah atau Mushalla kampung tetangga yang lumayan tinggi menjadi penyelamat bagi Ummi dan guru serta santri yang bersamanya. 

📚 Artikel Terkait

Kisah Guru Honorer – Ulasan Artikel

Meniti Jalan Perbedaan: Pengalaman Kuliah di Negeri Kanguru

Bitcoin untuk Zakat: Solusi atau Masalah?

Yang Haram Hanya Babi?”

Alhamdulillah tidak ada korban jiwa yang meninggal dunia, santri, dewan guru semuanya selamat. Namun mereka tidak sempat menyelamatkan apapun yang ada di Dayah. Seperti kitab-kitab yang menjadi bahan utama dalam proses belajar mengajar semua direndam oleh banjir dan lumpur. Begitu juga dengan bilik santri dan segala macam peralatan dapur, kesekretariatan dan mushalla. Semuanya harus ditata ulang kembali. 

Sampai hari ini lumpur di bilik santri masih tertanam. Sebagian santri belum kembali ke Dayah, karena kondisi Dayah memang belum layak tinggal apalagi untuk melakukan proses belajar. 

Sebelum banjir melanda, Dayah tidak hanya tempat belajar anak muda-mudi yang sedang menuntut ilmu agama. Ada juga pengajian bagi ibu-ibu kampung sekitar yang  dipimpin langsung oleh Ummi Rajabah selaku pimpinan Dayah.

Di tengah keterbatasan, para santri dan guru tetap berusaha tegar. Dengan peralatan seadanya, mereka membersihkan lumpur dan mengeringkan kitab yang masih bisa diselamatkan. Namun, upaya tersebut belum cukup untuk memulihkan Dayah seperti sediakala. Dibutuhkan uluran tangan dari para dermawan agar para santri dapat kembali belajar dengan nyaman dan aman. Apa institusi sebesar Badan Dayah yang ada di ibu kota propinsi Banda Aceh, menutup mata?

Jika di sekolah formal, di bawah naungan kementrian pendidikan dasar dan menengah. Ada TNI dan ASN yang membersihkan dan sejumlah bantuan untuk siswa, guru dan sekolah. Apakah hal terserupa juga dapat diperoleh oleh santri, guru dan prasarana di Dayah?. Mengingat kedua lembaga pendidikan ini memiliki peran yang sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Melalui tulisan ini, kami mengajak para pembaca untuk bersama-sama membantu Dayah Bustanul Thayyibah yang terdampak banjir bandang. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti untuk memperbaiki fasilitas, mengganti perlengkapan belajar, dan mengembalikan semangat para santri dalam menuntut ilmu. Semoga kepedulian kita menjadi jalan bagi mereka untuk bangkit kembali dan melanjutkan perjuangan menimba ilmu agama.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Menggali Makna Banjir

Ekologi Sebagai Jalan Politik Baru Aceh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00