POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Sudah 20 Tewas, 1.000 Demonstran Ditangkap di Iran, Trump Tebar Ancaman

RedaksiOleh Redaksi
January 6, 2026
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Kalau sudah menulis soal Iran, saya harus siap dengan serangan simpatisannya. Tuduhan tak lari dari: agen Israel, Mossad, CIA. Untung saja bukan dituduh agen gas melon. Info terkini soal demo besar di Iran, sudah 20 yang tewas, dan seribuan yang ditangkap. Simak lagi narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Teheran awal Januari 2026 terasa seperti Menara Azadi yang berdiri gagah, tapi retak di dalam. Dari jauh tampak kokoh, dari dekat terdengar bunyi patah. Kota itu berdenyut panas, bukan oleh matahari musim dingin, melainkan oleh kemarahan yang tumpah ke jalan-jalan. Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia, HRANA, melaporkan pada Minggu, 4 Januari 2026, sedikitnya 20 orang tewas dan hampir 1.000 demonstran ditangkap. Angka-angka ini jatuh ke publik seperti azan darurat, tak bisa diabaikan, tak bisa dipelankan.

Gelombang protes sudah berjalan delapan hari berturut-turut dan menyebar ke 222 lokasi di 78 kota dan 26 provinsi. Iran seolah berubah menjadi peta panas raksasa, titik-titik merah menyala dari kota besar hingga kota kecil. Mahasiswa turun ke jalan, buruh memogokkan tenaga, warga sipil ikut berteriak. HRANA mencatat sedikitnya 990 orang ditangkap, sambil mengingatkan, angka sebenarnya mungkin lebih besar, karena dalam situasi seperti ini, statistik sering kalah cepat dari borgol.

Tujuh belas universitas ikut bergolak. Kampus-kampus yang biasanya dipenuhi diskusi teori kini berubah seperti Taman Laleh saat badai pasir. Penuh orang berlari, berteriak, dan menghindar. Aparat keamanan meningkatkan pengerahan pasukan. Peluru karet dan butiran plastik melayang seperti hujan dingin, melukai sedikitnya 51 orang. Korban tewas berasal dari mahasiswa, buruh, dan warga sipil berusia 16 hingga 45 tahun, usia produktif yang ironisnya kini “produktif” menambah daftar kematian.

Di Khorramabad, seorang pengacara bernama Nasser Rezaei Ahangarany dipukuli aparat pada 3 Januari. Di Malekshahi, kantor berita Kurdpa melaporkan sedikitnya 30 orang terluka. Penangkapan massal terjadi di Yazd, Isfahan, Kermanshah, Shiraz, dan Behbahan, dengan banyak tahanan dipindahkan ke penjara-penjara setempat. Sebagian ditangkap di jalan, sebagian lagi karena aktivitas media sosial, karena di Iran 2026, satu unggahan bisa lebih berisik dari satu toa.

Pemicunya bukan isu tunggal, melainkan paket komplit krisis ekonomi. Inflasi melonjak, daya beli jatuh, pasar tak stabil, dan ketidakamanan kerja merajalela. Nilai rial anjlok seperti lift tua di gedung apartemen Teheran, semua penumpang di dalamnya ikut panik. Slogan-slogan demonstran berputar di sekitar perut kosong, dompet tipis, kritik tata kelola, dan tuntutan kebebasan sipil. Ini bukan sekadar drama pusat kota; kota-kota kecil pun ikut bersuara, seolah gang-gang sempit akhirnya muak berbisik.

📚 Artikel Terkait

Disdukcapil Jalin Kerjasama dengan RSU Cempaka Lima

Membangun Kemandirian Energi

Saya Kira Banyak Marah, Ternyata Semua Setuju

BENGKEL OPINI RAKyat

Di tengah hiruk-pikuk itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, angkat bicara dengan gaya dua lapis. Ia mengakui keluhan rakyat, terutama pedagang yang terpukul jatuhnya nilai rial, sebagai sah dan wajar. Namun di kalimat berikutnya, ia menunjuk adanya “tangan musuh” yang memanfaatkan krisis, sekaligus memberi sinyal keras agar aparat menindak tegas demonstran yang dianggap perusuh. Pedagang disebut loyal terhadap sistem Islam, seakan Grand Bazaar adalah benteng kesetiaan terakhir, sementara jalanan di luar lengkungan Azadi dicurigai sebagai pintu masuk konspirasi.

Media pro-pemerintah segera menyusun narasi seperti karpet Persia. Rapi, berpola, dan penuh simbol. Protes digambarkan sebagai hasil provokasi asing, sanksi Barat dijadikan biang keladi krisis, demonstran dilabeli perusuh atau agen luar, aparat dipotret sebagai pahlawan penjaga ketertiban. Politik dua wajah bekerja mulus: ke dalam negeri citra negara kuat, ke luar negeri laporan independen menampilkan korban jiwa dan penangkapan massal.

Lalu dari seberang dunia, Donald Trump masuk panggung dengan gaya sirene. Ia mengancam akan “menghantam sangat keras” Iran jika aparat terus menewaskan demonstran. Washington, katanya, “locked and loaded”, siap siaga. Ancaman ini disampaikan pada 2–5 Januari 2026, tepat ketika protes memasuki minggu kedua, menambah ketegangan seperti kabel listrik terbuka di tengah hujan geopolitik.

Akhirnya, Iran awal 2026 adalah lukisan penuh ikon yang saling bertabrakan. Menara Azadi yang bergetar, Bazaar yang gelisah, kampus yang mendidih, mimbar yang keras, dan ancaman dari seberang samudra. Di antaranya, 20 nyawa melayang dan hampir 1.000 orang ditangkap. Bukan sekadar angka, melainkan denyut tragedi yang membuat pembaca dunia tak sekadar membaca berita, tapi ikut menahan napas.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyaa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Romansa Cinta — Membaca Luka, Literasi dan Peran Kemanusiaan 

Romansa Cinta — Membaca Luka, Literasi dan Peran Kemanusiaan 

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00