• Latest
Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Januari 2, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Januari 2, 2026
in Artikel, Essay, Jawa Barat
Reading Time: 3 mins read
Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Istri saya berbisik, “Pa, Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi itu keren dikulik.” Saya pun jadi penasaran. Sepuluh pemuda ala Soekarno saja bisa heboh, ini sampai sejuta pemuda. Agar tak penasaran, nikmati narasinya sambil seruput Sekoteng, kebetulan dah lama tak minumnya.

Sukabumi itu biasanya identik dengan mochi. Kenyal, manis, dan diam-diam bikin nagih. Tapi belakangan, kota ini punya satu “mochi” lain yang jauh lebih lengket di kepala, Masjid Sejuta Pemuda. Nama resminya Masjid At-Tin, berdiri tenang di Jalan Lamping, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Tenang dari luar, tapi di dalamnya seperti Curug Sawer saat musim hujan. Deras, hidup, dan bikin orang spontan ingin turun ikut basah.

Masjid ini berdiri di atas tanah wakaf sekitar 3.000 meter persegi, bangunannya kurang lebih 200 meter persegi, dengan kapasitas sekitar 200 jamaah. Datanya rapi tercatat di Sistem Informasi Masjid Kementerian Agama. Didirikan tahun 2024, tapi embrionya sudah berdenyut sejak 2021, digerakkan oleh Anggy Firmansyah Sulaiman dan barisan pemuda yang tampaknya lelah menunggu perubahan sambil rebahan. Mereka memilih membangun. Pelan, konsisten, dan tanpa banyak ceramah.

Di kota yang punya Geopark Ciletuh, tempat lempeng bumi pamer lipatan sejarah jutaan tahun, Masjid Sejuta Pemuda seperti lempeng sosial yang bergeser halus tapi berdampak. Ia buka 24 jam. Ya, dua puluh empat jam. Ketika sebagian masjid mengunci pintu rapat-rapat seperti brankas bank, masjid ini justru menyalakan lampu dan berkata, “Masuk saja dulu, urusan taubat belakangan.” Di sini, marbot bukan cuma penjaga sajadah, tapi juga barista. Kopi diseduh gratis. Kalau kafe bisa bikin orang betah berjam-jam tanpa salat, kenapa masjid tak boleh bikin orang betah sambil mendekat kepada Tuhan?

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 30, 2026

Masjid ini punya ruang belajar, aula indoor dan outdoor, taman, area kreatif, studio live streaming, dapur umum, hingga ruang istirahat untuk musafir. Ribuan porsi makanan dibagikan setiap bulan. Programnya bukan kaleng-kaleng, Masjid Academy yang mendatangkan pemuda dari berbagai daerah, kampus imam, stadium general, diskusi, kajian, hingga Ramadan yang rasanya seperti all you can eat pahala, iftar bersama, iktikaf nyaman, dan suasana yang bikin orang lupa pulang. Masjid ini tidak sekadar mengundang jamaah, tapi merawat mereka.

Lucunya, di saat banyak pihak sibuk bertanya, “Kenapa pemuda jauh dari masjid?”, Masjid Sejuta Pemuda justru bertanya balik, “Apa masjid sudah cukup dekat dengan pemuda?” Pertanyaan ini lebih tajam dari ombak Pelabuhan Ratu saat cuaca sedang jujur-jujurnya. Di sini, religius tidak berarti tegang, dan santai tidak berarti sembrono. Salat jalan, adab dijaga, tapi tawa tetap boleh hidup. Karena iman yang sehat bukan iman yang selalu cemberut.

Nama “Sejuta Pemuda” memang agak gimana ya, tapi Sukabumi juga terbiasa dengan hal-hal besar. Ciletuh saja disebut geopark kelas dunia. Kenapa masjid tak boleh bermimpi sejuta pemuda? Sejuta di sini bukan angka statistik, tapi doa kolektif. Seperti kebun teh Sukabumi yang hijau tak habis dipandang, masjid ini ingin menumbuhkan generasi yang terus berlapis, satu datang, mengajak yang lain.

Masjid Sejuta Pemuda akhirnya jadi semacam cermin. Ia memantulkan satu pesan yang sederhana tapi menohok, masjid tidak pernah kekurangan pemuda, yang sering kurang hanyalah keberanian pengelolanya untuk berubah. Sukabumi, dengan mochi, curug, laut selatan, dan lempeng purbanya, kini menambah satu ikon baru, masjid yang hidup, lucu, serius, religius, dan bikin kagum. Bukan karena megahnya bangunan, tapi karena beraninya gagasan. Di zaman penuh wacana ini, keberanian semacam itu rasanya lebih langka daripada mochi asli Sukabumi di hari libur.

Langit pagi menyimpan cerita
Sedada waktu makna terasa
Masjid muda cahaya kota
Pemuda tumbuh makna percaya

Jalan sunyi lampu bergetar
Langkah kecil arah tertata
Kopi pekat malam sabar
Iman tegak dalam dada

Foto Ai hanya ilustrasi

ADVERTISEMENT

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Next Post

Belajar dari Model Pembangunan Cina, Norwegia, Amerika Serikat (1)

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com