Senin, April 20, 2026

SENJA DI PULAU PENYENGAT

Januari 2024
Oleh: Redaksi

Buat Seorang Sahabat

Zulkifli Abdy

Mungkin engkau bertanya
mengapa aku kerap menyebut
pulau Penyengat
Karena di sana pada suatu hari
biduk yang kita tumpangi
pernah merapat
Bahtera yang mengarungi laut
dangkal itu berpenumpang sarat
Di masjid pulau itu pula kita
menunaikan shalat Jumat
Dan memandang takjub meriam
tua yang telah berkarat

Mungkin engkau bertanya
mengapa aku kerap menyebut
pulau Penyengat
Di sana kita pernah berziarah
ke makam ulama yang
masih terawat
Juga situs-situs peninggalan
sejarah yang perlu dicatat
Di sanalah sejarah masyarakat
melayu Riau pernah berpusat
Menjelang senja yang kian
temaram kita pun bergegas
kembali ke darat.

(Pulau Penyengat, medio Mei 2018).

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist