Dengarkan Artikel
Puisi Dr. Wiratmadinata
Tak apa tuan berdusta,
pohon-pohon itu tumbang
karena sudah lapuk dan tua;
meskipun semua bersaksi,
kayu itu putus rapi bekas gergaji,
bahkan ada nomornya pula.
Tak apa, karena tuan adalah penguasa;
yang membuat putih jadi hitam
dan yang hitam menjadi putih jua.
Tak apa tuan berdusta,
bencana bandang kayu gelondongan itu,
hanya seram di dalam TV dan Medsos saja;
meskipun dunia bersaksi dahsyatnya petaka,
kampung hilang, jembatan hancur, kota-kota terkurung, nyawa hilang dan bayi lapar, berminggu-minggu lamanya tak tersapa,
Taka apa, karena tuan adalah penguasa.
Tak apa tuan katakan,
ini hanya bencana biasa saja,
jadi bukanlah bencana negara,
jadi tak butuh bantuan mancanegara;
meski dunia tahu di 18 Kabupaten dan Kota,
sudah 21 hari bantuan pangan tak ada.
Ketika rakyat mau bicara, malah kau tuding,
mereka adalah ancaman kepentingan asing.
Tuan bilang “tenang, semua tersedia”,
tapi itu hanya kata-kata; sudah berminggu-minggu lamanya, BBM langka, gas langka, komunikasi macet, spekulan menaikkan harga, dan rakyat tak bisa lagi berbuat apa-apa.
Masih juga kau katakan semua baik-baik saja.
Sementara di Bener Meriah rakyat berjalan ratusan kilo menjual cabe merah, ditukar beras, untuk selamatkan nyawa anak-anaknya.
📚 Artikel Terkait
Tak apa kalian bisa bicara suka-suka
karena kalian penguasa, dan kami hanya jelata. Tapi kalian lupa, ini adalah jaman dimana dusta direkam dalam ingatan semesta, dan ketika ia diputar ulang sebagai fakta, maka kalian tak akan bisa lagi berdusta.
Tak apa tuan terus-menerus berdusta,
ditengah keluh, kesah, tangis dan do’a kaum teraniaya; do’a mereka akan menggetarkan pintu arsy dimana Tuhan bertahta.
Tak apa tuan terus berdusta,
karena tuan adalah penguasa,
yang putih bisa kalian hitamkan,
dan yang hitam bisa kalian putihkan.
Kami rakyat biasa hanya memiliki do’a,
dan do’a ini adalah do’a ribuan jiwa,
do’a jutaan jiwa, perlahan jadi milyaran do’a,
yang akan menggerakan tangan Tuhan,
mengunci mulutmu sampai tak lagi bisa berdusta.
(WR)
Aceh, Desember 2025.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






