HABA Mangat

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ketika Pohon Bicara

Redaksi by Redaksi
Desember 13, 2025
in Puisi, Puisi Bencana
Reading Time: 5 mins read
0
Ketika Pohon Bicara
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Ahmad Gusairi

Ketika pohon bicara, suaranya seperti bisik langit

Baca Juga

​TEOLOGI LIMBAH

​TEOLOGI LIMBAH

Maret 19, 2026
Pada Secangkir Cinta

Pada Secangkir Cinta

Maret 9, 2026
Pesta Kematian Tuhan

Pesta Kematian Tuhan

Maret 7, 2026

Lirih turun pelan melalui serat-serat waktu

Ia tak berhuruf, namun dapat dibaca

Oleh hati yang masih ingin mengerti asal mula kehidupan

Ia berkata,

“Aku ditanam oleh tangan yang tak terlihat

Oleh kehendak Yang Maha Menumbuhkan.”

Batangnya adalah kitab yang tumbuh

ADVERTISEMENT

Setiap lingkar usianya adalah ayat

Tentang kesabaran yang tak pernah dipamerkan

Ketika pohon bicara

Daunnya bergetar seperti tasbih yang kehilangan suara

Ia bersaksi tentang musim yang datang dan pergi

Tentang panas yang semakin sombong

Tentang hujan yang kini seperti tamu yang ragu-ragu

Memasuki rumah lama

Akar-akar yang tak pernah dipuji itu bercerita

Bahwa mereka adalah kaki yang terus bersujud

Meski tanah di sekitarnya tak lagi ramah

Meski dunia di atasnya saling berebut

Tanpa tahu ada yang berkorban diam-diam di bawah

Pohon berkata,

“Aku memayungi kalian bukan karena kuat

Tapi karena diperintah oleh cinta

Yang tidak pernah menagih balasan.”

Teduhnya adalah rahmat

Yang sering dianggap sekadar bayangan biasa

Ia mengingat doa manusia yang dahulu sering

Dipanjatkan di bawah rindangnya

Doa yang kini jarang singgah

Karena manusia lebih akrab

Dengan layar ketimbang langit

Ketika pohon bicara

Suaranya seperti tangis yang ditahan lama

Ia bercerita tentang daun-daun

Yang gugur bukan karena usia

Melainkan karena jarak manusia

Dengan alam semakin menjauh

Ia bertanya lirih,

“Masihkah kalian percaya

Bahwa aku dicipta bukan sia-sia?”

“Masihkah kalian sadar

Bahwa bayangku adalah pelajaran

Tentang perlindungan dari Tuhan

Yang tak pernah kehabisan cara menjaga?”

Satu ranting patah

Dan dunia seakan diberi tanda kecil

Yang tak disadari siapa pun

Satu batang tumbang

Dan bumi seperti kehilangan satu paragraf

Dari kitab panjang kebijaksanaan

Ketika pohon bicara

Ia tidak mengutuk, tidak menuntut

Ia hanya berharap manusia

Belajar kembali mendengar

Bukan dengan telinga

Melainkan dengan jiwa yang pernah lembut

Sebelum menjadi keras oleh ambisi

Ia berpesan,

“Jika suatu hari kalian ingin pulang

Dari riuh dunia yang tak henti bergemuruh,

Datanglah kepadaku.

Aku tak punya pintu,

Tapi aku selalu membuka diri.”

Dan pada akhirnya

Pohon mengangkat cabangnya ke langit

Seperti tangan yang berdoa

Mengharap bumi tetap dapat dihuni

Oleh anak cucu yang semoga lebih bijak

Dalam memeluk ciptaan-Nya

Sebab ketika pohon bicara

Sesungguhnya yang berbicara adalah Tuhan

Melalui makhluk-Nya yang paling sabar

Dan barangkali

Kita sudah terlalu lama terlambat

Untuk benar-benar mendengar

(_Toboali, 12 Desember 2025_)

_Penulis puisi adalah seorang pengajar di SMAN 1 Toboali, Bangka Selatan. Anggota Satu Pena Bangka Belitung_

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 218x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 215x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 191x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 176x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 163x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Buka Bersama HVM Mengubah Cara Saya Membaca Sejarah
Artikel

Buka Bersama HVM Mengubah Cara Saya Membaca Sejarah

Maret 19, 2026
Artikel

Peran Diplomasi Mohammad Natsir dalam Konteks Hubungan Internasional dan Energi.

Maret 19, 2026
Artikel

Efisiensi Fiskal Koperasi Desa dan Makan Bergizi Gratis

Maret 19, 2026
Kisah Runtuhnya Dinasti Abbasiyah, Hancurnya Peradaban Islam
#Sejarah Islam

Kisah Runtuhnya Dinasti Abbasiyah, Hancurnya Peradaban Islam

Maret 19, 2026
Next Post

Menulis Puisi Dengan (Kon)teks Esai

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com