POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Memperkuat Identitas Bangsa Lewat Bahasa dan Sastra di Sekolah

Novita Sari YahyaOleh Novita Sari Yahya
December 1, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Novita Sari Yahya

Pengumuman Bersejarah 26 November 2025

Pada 26 November 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi mengumumkan perubahan nama mata pelajaran “Bahasa Indonesia” menjadi “Bahasa dan Sastra Indonesia” untuk jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK pada tahun ajaran 2026/2027. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengembalikan sastra sebagai pilar utama dalam pembentukan karakter dan kemampuan berpikir kritis siswa.

Menteri Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa muatan sastra pada kurikulum nasional mengalami pengurangan signifikan sejak diberlakukannya Kurikulum 2013. Kebijakan ini merupakan langkah awal yang bertahap dan terukur untuk memperbaiki keadaan tersebut.

Jahja Datoek Kajo dan Martabat Bahasa

Pada 1927, di sidang Volksraad yang melarang penggunaan bahasa selain Belanda, Jahja Datoek Kajo tetap berpidato dalam bahasa Melayu yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia. Meski pidatonya tidak mendapat izin, ia dipuji sebagai “Jago Bahasa Volksraad” oleh kalangan nasionalis. Keberanian ini mengajarkan bahwa bahasa bukan hanya alat komunikasi, melainkan simbol martabat bangsa. Setahun kemudian, Sumpah Pemuda 1928 mengukuhkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Bahasa Daerah di Ambang Kepunahan

Sebagai penulis yang berasal dari keluarga Minang, saya menyadari betapa pentingnya pelestarian bahasa daerah. Di rumah, saya dan keluarga secara konsisten menggunakan bahasa Minang, sehingga ketiga anak saya fasih berbahasa Minang meskipun tinggal di kota besar. Dengan aturan yang tegas dan kebiasaan berkomunikasi menggunakan bahasa daerah, kami berhasil menjaga keberlangsungan bahasa daerah. Hal ini membuktikan bahwa bahasa daerah tetap bisa dilestarikan jika ada komitmen yang kuat dan konsisten.

Sastra Lisan: Sekolah Bangsa Pertama

Sebelum hadirnya sekolah formal, anak-anak di Nusantara belajar nilai moral dan budaya melalui sastra lisan. Cerita seperti Malin Kundang mengajarkan bakti, legenda Si Pitung menanamkan keberanian, dan cerita Danau Toba mengingatkan akan akibat amarah. Ki Hadjar Dewantara pernah mengatakan bahwa pendidikan yang sejati adalah pendidikan budi pekerti, dan sastra merupakan sarana utama dalam hal itu.

Kurikulum 2013 dan Pengurangan Sastra di Sekolah.

Kurikulum 2013 memangkas secara drastis jam pelajaran sastra, menghapus daftar karya wajib, dan mengganti novel panjang dengan teks pendek yang fungsional. Akibatnya, banyak lulusan sekolah menengah atas tidak pernah membaca karya sastra besar seperti Tenggelamnya Kapal Van der Wijck,maupun puisi Chairil Anwar secara utuh. Keadaan ini menghilangkan ruang bagi siswa untuk mengasah empati dan daya pikir kritis.

📚 Artikel Terkait

KUFLET SIAPKAN KADER LEWAT LATIHAN ALAM

Pungli, Satu dari 70 Dosa Besar

Diary Luka

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Harapan dari “Bahasa dan Sastra Indonesia”

Dengan penambahan kata “sastra” ke dalam nama mata pelajaran, siswa kini memiliki kesempatan resmi untuk tidak hanya belajar tata bahasa, tetapi juga mendalami karya-karya Sapardi Djoko Damono, Hamka, W.S. Rendra, dan sastrawan daerah. Guru-guru perlu mendapatkan pelatihan khusus, perpustakaan sekolah harus dipenuhi dengan karya sastra bermutu, serta sistem penilaian hendaknya mengukur pemahaman dan kepekaan siswa, bukan sekadar kemampuan menghafal.

Peminatan Bahasa dan Ruang Muatan Lokal
Mulai tahun ajaran 2025/2026, Kurikulum Merdeka memberi ruang kepada sekolah untuk membuka kelompok peminatan Bahasa, mirip dengan sistem jurusan lamabmeski tidak diwajibkan secara nasional. Banyak sekolah sudah memulainya dan mendapat sambutan antusias. Kurikulum Merdeka juga menyediakan 30–40% ruang bagi penguatan profil pelajar Pancasila dan muatan lokal, sehingga sekolah dapat mengajarkan pantun Minang, geguritan Bali, hikayat Aceh, serta cerita rakyat Papua.

Penutup: Sastra Memperkuat Identitas Bangsa

Sastra bukan kemewahan semata, melainkan kebutuhan pokok bangsa yang ingin menjaga jiwanya. Bangsa yang melupakan sastra sekaligus kehilangan kemampuan memahami diri dan sejarahnya. Sebaliknya, bangsa yang menghidupkan kembali sastra mampu menyembuhkan luka sejarah dan menguatkan identitasnya. Mari ajarkan bahasa dan sastra dengan jiwa agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang peka dan cerdas, sebagaimana tersirat dalam bait terakhir karya Subagio Sastrowardoyo: “Negeri ini bukan tanah tumpah darahku saja, tapi juga tanah tumpah air mataku.”

Daftar Pustaka

Dewantara, Ki Hadjar. (1977). Karya Ki Hadjar Dewantara, Bagian Pertama: Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Taman Siswa.

Hamka. (1939). Tenggelamnya Kapal van der Wijck. Jakarta: Balai Pustaka.

Lapian, Adrian B. (Ed.). (1992). Volksraad dan Pembentukan Identitas Bangsa Indonesia. Jakarta: Leknas-LIPI.

Mahsun. (2020). Bahasa Daerah di Indonesia: Vitalitas dan Revitalisasi. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Pramoedya Ananta Toer. (1980–1988). Tetralogi Pulau Buru (Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca). Jakarta: Hasta Mitra.

Rendra, W.S. (2008). Puisi-Puisi Terpilih. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Sapardi Djoko Damono. (2015). Hujan Bulan Juni: Pilihan Sajak. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Subagio Sastrowardoyo. (1980). Simfoni Dua. Jakarta: Pustaka Jaya.

Novita sari yahya

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Novita Sari Yahya

Novita Sari Yahya

Novita sari yahya penulis dan peneliti yang bergabung di Filantropi kesehatan PKMK FKKMK UGM dan Filantropi Indone

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Warisan Benda Pusaka

Warisan Benda Pusaka

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00