POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kepemimpinan, Kecantikan, dan Penampilan Perempuan Dibentuk oleh Budaya Patriarki

Novita Sari YahyaOleh Novita Sari Yahya
November 11, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Novita Sari Yahya

Pandangan Awal tentang Patriarki dan Kecantikan

Saya tertarik pada hubungan antara kepemimpinan, kecantikan, dan budaya patriarki ketika menonton video Miss World 2018. Dalam video itu tergambar jelas bagaimana dunia pageant dibentuk dari sudut pandang laki-laki. Di balik gemerlap panggung dan senyum para finalis, ada warisan pandangan lama bahwa perempuan dinilai pertama-tama dari tubuhnya.

Namun, seiring waktu, saya melihat adanya perubahan. Kecantikan kini dikaitkan dengan intelektualitas, kepedulian sosial, dan misi kemanusiaan. Moto Beauty with a Purpose misalnya, menunjukkan bahwa perempuan mulai mengambil kendali atas narasi mereka sendiri. Meski demikian, bayang-bayang patriarki masih ada: standar kecantikan tetap menjadi bentuk kontrol sosial yang halus, terselubung dalam kemasan modernitas.

Ironi “Iron Lady” dan Adaptasi terhadap Patriarki

Ketertarikan saya kemudian bertambah ketika membaca tulisan yang menggambarkan bagaimana “Iron Lady” terbentuk dari adaptasi terhadap patriarki. Sosok ini sering dipuja karena tegas dan kuat, namun pada saat yang sama menjadi bukti bahwa perempuan baru diakui jika berperilaku seperti laki-laki.

Ironi ini terasa begitu nyata. Saya memahami bahwa untuk bertahan di dunia yang didominasi laki-laki, banyak perempuan terpaksa membangun ketegasan dan rasionalitas sebagai bentuk perlindungan diri. “Iron Lady” bukan gelar kehormatan yang lahir dari kemudahan, melainkan hasil dari perjuangan panjang menghadapi sistem sosial yang terus menundukkan. Ia lahir dari luka, dari keharusan menyesuaikan diri dengan tatanan yang tidak memberi ruang bagi kelembutan yang dianggap kelemahan 

Pengalaman Pribadi dan Warisan Pemikiran

Dalam perjalanan kehidupan pribadi  terutama setelah terjun ke dunia aktivisme, saya tidak bisa menolak kenyataan bahwa patriarki masih membentuk banyak hal dalam kehidupan perempuan. Pandangan pesimis tentang kemampuan perempuan membuat kami harus beradaptasi dengan situasi yang tidak adil.

Saya pribadi sering merefleksikan pemikiran kakek saya, dr. Sagaf Yahya, pendiri Partai Parindra cabang Jambi tahun 1940. Semangat nasionalismenya menekankan keberanian berpikir dan pentingnya peran sosial. Namun, saya juga menyadari bahwa keterbatasan saya sebagai perempuan membuat perjuangan itu memiliki dimensi berbeda. Bila laki-laki berjuang untuk diakui gagasannya, perempuan harus berjuang untuk diakui keberadaannya terlebih dahulu.

Perempuan sebagai “Kotak Pandora”

📚 Artikel Terkait

Perempuan Berjuang Melawan Bau Busuk

Menyatukan Hati dan Visi: Deklarasi Damai Pemilihan Pengurus RT dan RW Kelurahan Sisir

Kelucuan, Hiburan dan Mainan, Memancing Cuan

Bunga

Pandangan filsuf Rocky Gerung yang menyebut perempuan sebagai “kotak Pandora” memberi refleksi menarik. Pandora bukan sekadar simbol misteri dan kesalahan, tetapi juga lambang kekuatan dan harapan. Dalam diri perempuan tersimpan kemampuan dan keterbatasan, kelembutan dan keteguhan, kekacauan dan kebijaksanaan.

Bagi saya, pandangan itu mengandung kebenaran yang pahit: perempuan memang menyimpan misteri kemampuan yang sering diremehkan, namun ketika muncul ke permukaan, kekuatan itu dapat mengguncang tatanan lama. Mungkin karena itulah patriarki berusaha mengekang karena takut pada daya cipta dan ketahanan yang tidak dapat dikendalikan.

Kepemimpinan dan Paradoks Feminitas

Kepemimpinan perempuan kerap dipandang paradoksal. Perempuan diminta untuk kuat, tapi tetap lembut; untuk tegas, tapi tetap menyenangkan. Dalam tekanan semacam itu, banyak perempuan harus memadukan rasionalitas dengan empati agar tidak kehilangan identitas dirinya.

Tubuh, kecantikan, dan cara bicara menjadi alat ukur sosial yang mengekang kebebasan perempuan. Di sinilah satire budaya patriarki terasa nyata: sistem yang mengaku melindungi perempuan justru menuntut mereka menyesuaikan diri dengan pola yang tidak perempuan pahami.

Kesimpulan: Ketahanan sebagai Satire Patriarki.

Dari semua refleksi itu, saya belajar bahwa “Iron Lady” tidak lahir karena privilese, melainkan dari perjuangan melawan tembok yang berlapis-lapis. Ia tumbuh dari luka yang dijahit oleh ketahanan, dan dari keraguan yang diubah menjadi kekuatan.

Satire terbesar dari budaya patriarki adalah bahwa sistem yang berusaha mengendalikan perempuan justru melahirkan perempuan-perempuan yang tak lagi bisa dikendalikan. Kekuatan kami bukan pemberian, melainkan hasil dari keberanian untuk tetap berdiri di tengah tekanan, untuk berpikir di tengah pembatasan, dan untuk mencintai tanpa kehilangan diri sendiri.

Daftar Referensi

Kompas. (2019, 14 Februari). Rahasia Cantik Miss World 2018, Vanessa Ponce Bukan dari Make Up.

https://entertainment.kompas.com/read/2019/02/14/181923510/rahasia-cantik-miss-world-2018-vanessa-ponce-bukan-dari-make-up

Potret Online. (2025, 7 November). Ironi Iron Lady dan Politik Identitas yang Retak.

Ironi “Iron Lady” dan Politik Identitas yang Retak

UICI. (2024). Rocky Gerung Sebut Laki-laki Berhutang pada Perempuan Selama 25 Abad.

https://uici.ac.id/rocky-gerung-sebut-laki-laki-berhutang-pada-perempuan-selama-25-abad

Jurnal Perempuan. (2016, April). Blog Arsip Isu Gender dan Representasi.

https://www.jurnalperempuan.org/blog/archives/04-2016

Novita sari yahya 

Penulis dan peneliti.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Novita Sari Yahya

Novita Sari Yahya

Novita sari yahya penulis dan peneliti yang bergabung di Filantropi kesehatan PKMK FKKMK UGM dan Filantropi Indone

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Benarkah Matematika Mata Pelajaran Horor?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00