POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Keberanian KDM Menutup 26 Tambang Ilegal Patut Diacungi Jempol

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
October 31, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Keberanian KDM Menutup 26 Tambang Ilegal Patut Diacungi Jempol

Tulisan ini bagi para pekerja tambang ilegal pasti tidak disenangi. Bisa-bisa diludahi, dan bilang preet. Tapi, bagi para pecinta lingkungan, pasti diapresiasi. Terutama buat KDM dengan keberanian tingkat dewa menutup 26 tambang ilegal. Simak narasinya sambil seruput kopi tanpa gula, wak!

Di pagi berdebu Parung Panjang, matahari tampak enggan terbit. Jalan-jalan retak, udara menggigit, dan suara truk tambang bergemuruh seperti marching band neraka. Setiap roda yang berputar seakan menulis satu nama korban baru di batu nisan bumi Jawa Barat. 115 jiwa sudah melayang, 150 lebih luka-luka, dan tanah pun menangis pelan di bawah roda kekuasaan ekonomi. Namun di tengah kabut abu dan kepalsuan, Kang KDM Mulyadi (KDM) berdiri tegak, tanpa tameng partai, tanpa pelindung lobi. Ia hanya membawa satu hal: keberanian.

Dengan satu tarikan pena, ia menandatangani Surat Nomor 7920/ES.09/PEREK, menutup 26 tambang di Parung Panjang. Sebuah tindakan yang di negeri ini setara dengan melawan dewa uang. Ia tahu risikonya, demo, tekanan, mungkin juga pengkhianatan. Tapi bagi KDM, diam adalah kejahatan. “Ekonomi harus jalan, tapi rakyat harus dilindungi,” katanya, tenang seperti mata air di tengah gurun debu.

Benar, badai pun datang. Puluhan warga turun ke jalan, membawa poster dan protes. Mereka berteriak, perut mereka dikorbankan. Tapi KDM tahu, yang sebenarnya dikorbankan selama ini adalah tanah, udara, dan nyawa. Mereka yang dulu diam saat korban jatuh, kini marah saat tambang ditutup. Ironi sosial yang menohok, seperti panggung sandiwara tanpa naskah.

“Saya tidak takut,” ucap KDM, menatap kamera seolah menatap masa depan. “Yang marah itu biasanya yang terganggu kepentingannya.” Kalimat sederhana itu terdengar seperti petir yang mengguncang gunung-gunung batu dan menampar meja-meja rapat.

Di Jakarta, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia hanya tersenyum tipis dan berkata, “Saya belum tahu, belum baca.” Entah kenapa, seluruh rakyat mendadak paham kenapa tambang ilegal bisa beranak-pinak seperti cendawan birokrasi.

📚 Artikel Terkait

Pemuda. Sejarah dan Buku

Aksi Sosial Murid SD Negeri 8 Baktya Barat di Jum’at Berkah Menjelang Ramadhan

Bukan Salah Pilih

Seminar Kemajuan Teknologi Kreator Era Artificial Intelligence(AI) di Sumatera Barat, Hadapi Tantangan dan Peluang Kreativitas , Dibahas Sengit

Dari catatan resmi, ada 176 tambang ilegal yang beroperasi di Jawa Barat. Sebarannya meliputi 16 kabupaten dan 1 kota, yakni Cirebon, Sukabumi, Bogor, hingga Geopark Ciletuh. Mereka menggali 11 jenis komoditas, pasir, batu, tanah uruk, emas, dengan semangat yang bahkan batu pun mungkin sudah muak. Ada 130 pelaku perseorangan dan 46 badan usaha, semuanya merasa bumi adalah toko grosir yang bisa ditambang tanpa kasir.

Namun, sepanjang semester pertama 2025, KDM sudah menutup 118 tambang ilegal. Ia seperti pahlawan mitologi yang bertarung dengan naga berkepala sebelas bernama “izin”, “investor”, dan “intervensi”. Bahkan di Gunung Halimun Salak, tempat hutan berkabut masih menyimpan mitos kuno, berdiri 250 tenda biru penambang emas ilegal, sebuah kamp yang lebih mirip koloni di planet tandus daripada permukiman manusia.

KDM tahu ini bukan perang singkat. Ia bicara tentang ekonomi hijau, tentang transisi pekerjaan, konservasi, dan ekowisata. Ia tak menutup mata terhadap rakyat, tapi ia menolak menutup telinga terhadap jeritan bumi.

Lucunya, di tengah hiruk-pikuk tambang, kabar lain berhembus. PSSI akan umumkan pelatih baru Timnas Indonesia sebelum FIFA Match Day Maret 2026. Seolah selaras dengan semangat itu, KDM juga sedang memilih “pelatih” baru, bukan untuk sepak bola, tapi untuk moral publik. Ia sedang melatih rakyatnya agar tahu, keberanian tak lahir dari izin, melainkan dari nurani.

Keputusannya dianggap gila. Tapi, di negeri yang menganggap waras itu tunduk, kegilaan adalah bentuk tertinggi keberanian. KDM bukan sekadar gubernur, ia adalah manusia yang berdiri sendirian di tengah tambang, menatap langit yang abu-abu, dan berkata dengan suara lantang, “Kalau bumi ini harus diselamatkan, biarlah saya yang memulainya.”

Foto Ai hanya ilustrasi

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Setiap Aktivitas Ibadah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00