• Latest

Pagi Buta; Menelisik Realita di Balik Kemajuan Masa

Oktober 19, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Pagi Buta; Menelisik Realita di Balik Kemajuan Masa

Mahmudi Hanafiah by Mahmudi Hanafiah
Oktober 19, 2025
in Artikel, Catatan Perjalanan
Reading Time: 3 mins read
0
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Tgk. Mahmudi Hanafiah, S.H., M.H.
Dosen UNISAI Salamanga, Bireue
n, Aceh

Sore hari, orang-orang sering berkumpul di pinggir pantai untuk menikmati keindahan panorama air laut berwarna merah akibat disinari matahari yang siap-siap terbenam. Peristiwa itu sering disebut sebagai momen ‘sunset’. Pemandangan indah itu tidak hanya bisa dinikmati ketika matahari mulai terbenam, tetapi juga ditawarkan di pagi hari ketika mentari mulai menampakkan diri, yang dikenal dengan momen ‘sunrise’

Ada apa di pagi hari…?
Semua orang tahu, di pagi hari tersimpan udara yang bersih dan suasana yang sangat menenangkan jiwa. Di pagi hari, orang-orang melakukan jogging dan jalan santai untuk menikmati kesejukan dan ketenangan tersebut.Pagi hari juga menyimpan keberkahan dan rezki. Makanya sangat tidak layak jika di pagi hari kita bermalas-malasan dan mengambil kesempatan untuk tidur.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026


Apalagi menjelang subuh atau yang dikenal dengan sepertiga malam yang terakhir, terdapat banyak sekali hikmah dan keberkahan yang ditawarkan pada waktu tersebut. Pada waktu itu, para ulama dan umara bermunajat kepada Allah memohon petunjuk dalam membimbing dan memimpin umat.

Para penulis menuangkan ide-idenya memenuhi lembaran demi lembaran. Para orang tua memohon kemudahan dalam memperjuangkan keluarga dan mendidik anak agar menjadi penuntun menuju Ridha-Nya. Para guru menadahkan kedua tangan mengharap petunjuk dalam mendidik murid. Maka dalam Islam sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam di sepertiga yang terakhir, diawali dengan shalat sunnah tahajjud, dilanjutkan dengan bermunajat kepada Allah sampai tiba waktu subuh. Usai subuh dilanjutkan dengan mencari rezki yang halal.

Perjalanan di Pagi Buta
Di pagi ini, kami berkesempatan menempuh perjalanan panjang dari Samalanga, Bireuen menuju Kota Banda Aceh sebanyak tiga orang untuk kegiatan akademik, yaitu pelatihan penulisan proposal penelitian ilmiah yang sangat bermanfaat bagi karir akademik. Dalam perjalanan, kami juga menjemput dua orang rekan kami yang berada di Wilayah Pidie Jaya. Kami berangkat sebagai perwakilan dari UNISAI Samalanga, memenuhi undangan mengikuti pelatihan tersebut yang diadakan oleh Koordinatorat Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah V Aceh.
Pelatihan ini tentunya diharapkan mampu menghasilkan sebuah output berupa proposal penelitian yang ke depannya akan menjadi sebuah laporan penelitian untuk selanjutnya dipublish sebagai artikel ilmiah secara online dan dapat diakses oleh semua kalangan.
Artikel ilmiah merupakan produk setiap dosen dan peneliti yang menjadi kontribusi bagi masyarakat sekaligus sebagai bentuk dedikasi mereka dalam mewujudkan kemajuan negeri. Artikel ilmiah online menjadi bahan bacaan bagi masyarakat yang sangat mudah diakses, di mana pun dan kapan pun. Bacaan tersebut bisa mengisi ruang-ruang kosong dengan butiran-butiran ilmu pengetahuan juga menjadi pembanding dalam memilah beragam perbedaan dalam bidang kajian keilmuan. Semakin banyak artikel yang diproduk oleh para dosen dan peneliti, semakin banyak pula bacaan-bacaan yang ditawarkan kepada publik untuk mengisi waktu luang. Mendapatkan bacaan-bacaan tersebut tidak mesti harus menyediakan media, waktu dan tempat khusus. Bacaan tersebut bahkan bisa diakses ketika nongkrong, di Warkop atau saat ngumpul sama keluarga atau teman sambil bermain gadget. Sangat simpel bukan…?
Kemudahan itu merupakan sisi positif dari kemajuan teknologi yang sering diabaikan oleh generasi muda sekarang ini. Kebanyakan generasi muda, bahkan orang dewasa lebih sering menghabiskan waktu bersama gadget untuk mengakses hal-hal yang tidak sepenuhnya bermanfaat bagi kehidupan mereka. Bahkan, tidak jarang gadget digunkakan untuk hal-hal negatif, seperti bermain game tanpa kenal waktu dan berinteraksi di media sosial melewati batas.
Hal itu sungguh sangat miris dan disayangkan. Di saat kemajuan memberikan berbagai kemudahan, kebermanfaatan justru dikalahkan oleh kesia-siaan.

ADVERTISEMENT

Peran Ekstra dari Semua Pihak
Peran ekstra dari orang tua dalam kondisi ini sangat dibutuhkan. Mereka harus benar-benar paham, kapan si anak boleh mengenal gadget dan membatasi serta mengatur waktu mereka menggunakannya. Para orang tua juga harus beradaptasi dengan kemajuan agar mereka bisa membimbing dan mengarahkan anak dalam menjalani hidup ke depan yang semakin hari semakin banyak tantangan.
Upaya yang dilakukan oleh para tenaga pendidik di berbagai lembaga pendidikan dengan membatasi bahkan melarang penggunaan gadget kepada peserta didik sangat sesuai dengan pola pendidikan di era kemajuan yang pesat dengan berbagai tantangan ini. Walaupun di satu sisi, peserta didik juga diharapkan mampu berbaur dengan kemajuan teknologi, namun perlu adanya pembatasan dan pemantauan yang maksimal agar mereka tidak terbuai dan jatuh ke dalam nilai-nilai negatif dari kemajuan tersebut.
Penggunaan gadget semestinya dilakukan untuk meningkatkan wawasan keilmuan, salah satunya adalah dengan mengakses bacaan-bacaan yang sarat dengan nilai-nilai pengetahuan, dan jika sudah mampu, ikut pula hadir dalam menawarkan bacaan-bacaan yang bermanfaat bagi generasi berikutnya, begitu juga dengan konten-konten yang bersifat edukatif dan bisa menjadi konsumsi publik. Menikmati hiburan tidak dilarang, asalkan tidak ada waktu yang terabaikan dan tidak melihat tontonan yang melanggar nilai-nilai syariat.
Alhamdulillah, perjalanan kami telah sampai di tempat tujuan. Coretan tangan yang telah menemani perjalanan ini kiranya bisa menjadi bacaan sebagai bahan renungan yang akan mengisi waktu luang.
Wallahu waliyyut taufiq.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Mahmudi Hanafiah

Mahmudi Hanafiah

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Apakah Proyek Cepat Itu Benar-Benar Maju? Membaca Ulang Warisan Jokowi Melalui Utang Kereta Cepat

HABA Mangat

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com