• Latest

Sajak-Sajak Fathurrozi Nuril Furqon

Mei 25, 2022
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Sajak-Sajak Fathurrozi Nuril Furqon

Redaksiby Redaksi
Mei 25, 2022
Reading Time: 4 mins read
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

*Doa Zakaria*

demi alam yang lebam

aku bersaksi bahwa doalah jawaban segala gundah

kutajamkan jari-jari, menjulur pada semesta

membelai-belai wajah arsy pada udara

bertawassul pada ruh seluruh anbiya

agar diksi doaku jadi buraq

berderap cepat dari ujung lisan ke depan singgasana-Nya

demi doa yang mengalir dari raga sajadah

kuingin petik sebuah buah

dari rindang pokok rahmat-Nya

sebab telah sejak lama kuinginkan semilir angin

menerbangkan bunga dandelion ke ladang riwayatku

terbang ke ladang baru yang humus

menjadi bunga baru

dan kan kupanggil itu Yahya

demi mimpi yang tak pernah kuizinkan karam

malam-malamku batu karang

walau segala cacian menerjang

seperti gelombang yang garang

tiang iman yang tancap di fuadi

adalah risalah kepasrahan diri

seakan diri debu di genggaman Robbi

Sumenep, 23-05-2022

 

*Yukabad dan Permainan Nil*

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026

 

sepanjang aliran nil

air mata mengalir

dengan keranjang doa, Yukabad

ghilman yang lentera ia layarkan

tentu ada ratapan

juga hujan dan topan

hingga hutan hujan di jiwanya jadi rawa

berbulan-bulan

isakmu telah jadi segara

lewat warta angin, kau temukan kembali bulan yang sirna

maka setiap denyut cahaya yang temaram

seakan menuntunmu untuk mensyairkan gurindam pertemuan

dan kau tahu bahwa bumi selalu memiliki cara

untuk membuat awan tak pernah lupa

pada lautan yang melahirkannya

maka, air susumu mendapatkan dermaga tuk bersauh

itulah lidah Musa yang penuh berkah

dan seakan mengkultuskan nasab darah

diketahuinya bahwa ovariummulah

muasal dari segala arah

Sumenep, 23-05-2022

 

*Awal Sejarah*

 

tiada badai yang lebih badai

dari badaimu Adam

kala surga menutup diri

itulah kehancuran paling jurang

tubuh seakan luber jadi genang

wajah tak mampu mendongak

dihunus tatapan-Nya yang runcing tombak

tiada luka yang lebih luka

dari lukamu Adam

lewat Khuldi puinglah segala mimpi

damai hati kini jadi suram hari

ADVERTISEMENT

rembes gelombang lara tetes dari matamu yang sengsara

dan lisanmu jadi rimbun hutan membuahkan istighfar

tiada sesal yang lebih sesal

dari sesalmu Adam

diturunkannya kau ke ardi

membawa murka samawi

beban seberat bulan kau angkut di pundak

dan bumi seakan menjadi rintangan

diberikannya kau jarak yang jauh membentang

untuk sekedar mengamini pertemuan

tiada gelisah yang lebih gelisah

dari gelisahmu Adam

selepas jatuh, waktu menyadarkanmu

bahwa zawjahmu entah dimana berada

maka pencarian yang gersang kau lalui

sementara coklat tanah dan ranum hutan selalu menghantui

berkata mereka, “inilah wujud hukuman”

Sumenep, 23-05-2022

 

Penulis lahir di Sumenep pada tanggal 01 Agustus 2002. Alumnus TMI Al-Amien Prenduan 2021, salah satu pembina SSA (Sanggar Sastra Al-Amien). Saat ini sedang melanjutkan pendidikannya di IDIA (Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien), sembari mengabdikan diri di TMI Al-Amien Prenduan. Bergabung di KEPUL.  Bisa dihubungi melalui WA; 081331106537, email; ozijenius02@gmail.com, ig; @zeal0108.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 335x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 253x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 190x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Cut Jeumpa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com