Dengarkan Artikel
Oleh Nita Juniarti
Aku mencintamu
dengan kecemasan sekat dada yang kosong,
Sanggupkah kau tahu, seperti Aku yang merindui dengan tikaman sepi?
Cuma, pada galau menyiksa
Menderu badai memporakkan harapan
meletakkan bunga layu pada jaring angin
sunyi yang merindu menyimpan bayangan menari-nari
buku menguning terpatri “habis gelap terbitlah terang”
Mengingat perbincangan dalam gerimis
musik dangdut penyerta menggoyang kaki dan kepala.
dalam gerimis menjelma pikiran-pikiran meruncing menikami ubun kepala
Obrolan mengalir melewati parit-parit.
merembes ke tanah
Galau itu beriak dalam matamu
entah apa yang membuatmu luka?
Wahai perempuan pembebas wanita
Tuban, 13 November 2023
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 185x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 120x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 103x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 88x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.










