POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Jejak Luka di Jalan Binatang

S.Sigit PrasojoOleh S.Sigit Prasojo
September 8, 2025
Tags: #Puisi
Puisi-Puisi Sigit Prasojo
🔊

Dengarkan Artikel

Sekumpulan Puisi Karya: S. Sigit Prasojo

Aku menghambur di jalan binatang—
tempat matahari mengerut seperti puntung
dan tanah lebih setia memeluk bangkai.

Sumpah serapah kuyup di kepalaku,
ludah dunia mengering di mukaku.
Tak ada kitab suci,
tak ada sabda penyelamat—
hanya gelegak perut
dan dengus sepatu berkarat
yang kutarik-tarik di petak busuk ini.

Aku menendang waktu:
ia menertawai aku dengan gigi ompongnya.
Aku meludahi langit:
langit melempar batu ke ubun-ubunku.

Orang-orang bilang:
hidup itu perjalanan.
Bagiku—
hidup adalah jalan bangkai,
kuburan yang menelan tulang-tulangku satu demi satu.

Pernah kutulis mimpi di dinding retak:
sekarang tinggal serpih,
dihajar angin seperti anjing kehilangan tuannya.

Aku berangkat—
dengan lutut patah,
paru-paru koyak,
dan hati yang diseret ke pasar
untuk dijadikan umpan serigala lapar.

Dan aku tahu:
tak ada pulang.
Tak ada tangan menadah tubuhku.
Tak ada nama yang dipanggil malam.

Hanya ada aku,
ada aspal luka,
dan dunia—
dunia yang mengasah kuku
untuk menguliti tubuhku,
sedikit demi sedikit.

Ponorogo, April 2025

Pulang

Aku pulang—
dengan telapak kaki compang-camping,
dengan napas diseret lumpur hitam.

Orang-orang berkumpul di ujung jalan,
mengacungkan tangan,
bukan untuk menyambut—
tapi untuk menuding dosa yang menetes dari pundakku.

Rumah itu,
tak lebih dari bangkai reot,
atapnya dikencingi hujan,
dindingnya digerogoti dendam bertahun-tahun.

Aku pulang—
membawa kepala bocor oleh janji,
membawa tubuh tergores sunyi,
membawa mimpi-mimpi mati dalam karung.

Ibu mengatupkan bibir kering,
ayah memalingkan wajah kosong,
adikku—
menggenggam mainan dari sisa peluru dan amarah.

Tak ada pangkuan,
tak ada roti hangat,
hanya tikar lapuk yang merintih
bersama dengkuran malam beraroma anyir.

Aku pulang—
seperti binatang diseret pulang ke kandang
bukan karena dirindukan,
tapi karena dunia sudah bosan memburuku.

Pulang, katanya, adalah kemenangan.
Bagiku:
pulang adalah liang kosong
yang diberi papan nama.

Aku tidur,
memeluk serpihan bantal berlubang,
dan berharap tak lagi bermimpi.
Karena di sini—
bahkan mimpi pun diburu anjing-anjing lapar,
dan ditelan pagi dengan ludah getir.

Ponorogo, April 2025

PUAH!

tiga palu pecah di ubun-ubun

lima matahari runtuh di lututku

sebelas kuku mencongkel langit

seribu gigi menggigit waktu

darah — darah — darah

menyanyi di pori-pori

menyanyi di ketiak bumi

menyanyi di nadi kuda besi

puah!

📚 Artikel Terkait

Kajian Millenial RTA Aceh Utara Bahas Pola Asuh Anak Ala Rasulullah, Ini Hasilnya

Impian

Dari Panggung Media ke Kursi Kekuasaan: Pelajaran Bangsa tentang Memilah Popularitas dan Integritas

Rindu Gampong di Bulan Ramadan

darah jadi api

api jadi besi

besi jadi doa

doa jadi luka

dan darah —

darah berdegung!

darah berderam!

darah berdering!

dalam darah —

ada burung sayap patah 

ada lonceng tanpa lidah

darah — darah — darah

menari di dindingku

menari di mataku

menari di mulutku

sampai aku

jadi dentang terakhir —

di nisan besi

yang tertawa

dalam

sunyi

Lengkung,  Agustus 2025

DI UJUNG GELANGGANG

Aku lempar mata ke batu-batu retak,
angin mengiris, menampar kuping tua zaman.
Ada darah, ada getir — aku kunyah.
Biar! Dunia ini bukan ranjang pengasih.

Aku menanam luka di pundakku,
menjerit pada langit lapuk
yang tak sudi lagi mengingat.

Aku —
serabut langkah yang digerus hari,
tapi masih mengepal janji
yang digali dari bara sendiri.

Takdir,
kau cuma gonggongan
yang kulewati
sambil tertawa tanpa gigi.

Ponorogo,2025 

LUKA TAK MINTA AMPUN


Aku hantamkan kepala pada pagi beku,
langkah koyak, dada terburai angin besi.
Tak ada doa,
tak ada tangan penawar.

Aku,
menghirup debu yang mencibir,
menghisap getir sampai mulut hilang rasa,
dan tetap mengacungkan gigi keringku —
ke arah siapa saja
yang menyangka aku roboh.

Aku,
pecahan batu yang menolak pulang,
punggung patah, mulut getir,
tapi mata tetap menggugat
ke dasar segala takdir.

Ponorogo,2025

LANGIT YANG GERAM

Aku tempelakkan nadi ke bumi cadas,
menghunus malam dari kelam yang basi.
Takdir — kau boleh meludah dari singgasana usangmu,
aku tetap mengayun tinju,
menggertak jarak,
menyobek gigil.

Aku berdiri,
dengan dada bolong dan tangan compang,
berteriak pada sunyi yang membatu:
Tak semuanya lahir untuk tunduk!

Aku —
bayang yang mencabik,
bara yang menghardik,
tak sudi berlutut meski tulang retak.

Ponorogo,2025

Karya: S. Sigit Prasojo 

Email: sprasojo0@gamil.com

Akun Instagram: @maz_prasojo

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Tags: #Puisi
S.Sigit Prasojo

S.Sigit Prasojo

S. Sigit Prasojo, lahir di Ponorogo, 25 Juli 2001. Aktif di Himpunan Penulis Mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo dan menjabat sebagai Wakil Ketua HMPS Pendidikan Bahasa Jawa. Pernah menjadi Ketua Panitia Diwangkara Gumelar 2025 dan tergabung dalam komunitas sastra seperti Partey Penulis Puisi dan Aksara Malaysia. Karyanya dimuat di Erakini.id, Jernih.co, dan media lainnya, dengan puisi-puisi yang dikenal simbolik dan sarat sejarah..

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Holistik dan Adaptif: Merancang Kurikulum dan Lingkungan Belajar untuk Daya Saing Abad ke-21

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00