HABA Mangat

Responden Terpilih

Maret 14, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Responden Terpilih

Maret 14, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kisah Heroik Keluarga Ibrahim serta Doa-doanya dalam Al-Qur’an

Siti Hajar by Siti Hajar
September 2, 2025
in Artikel, Kisah Hidup, Nabi Ibrahim, Sejarah
Reading Time: 4 mins read
0
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Siti Hajar

Nabi Ibrahim adalah seorang kekasih Allah yang sepanjang hidupnya diuji dengan cobaan-cobaan besar. Bersama keluarganya, beliau menorehkan kisah pengabdian, kesabaran, dan pengorbanan yang membuat mereka dijadikan panutan bagi umat manusia sepanjang zaman dan ditulis dalam Al-Qur’an.

Baca Juga

Malioboro Yang Rapi, Tapi Hampa

Maret 16, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026

Ibrahim dan istrinya, Sarah, hidup berpuluh tahun tanpa dikaruniai anak. Namun cinta dan kesetiaan di antara mereka tetap utuh. Hingga pada suatu ketika, Sarah yang penuh kasih rela mengorbankan perasaannya. Ia meminta Ibrahim menikahi Hajar, seorang budak yang mereka miliki, agar Ibrahim bisa memperoleh keturunan. Dari pernikahan ini lahirlah seorang putra yang kelak menjadi ayah bangsa Arab, yaitu Ismail.

Namun, fitrah manusia tak bisa diingkari. Rasa cemburu tumbuh dalam hati Sarah ketika melihat kebahagiaan Ibrahim bersama Hajar dan anaknya. Atas izin Allah, Ibrahim membawa Hajar dan Ismail pergi jauh, meninggalkan Palestina menuju sebuah lembah tandus yang kelak dikenal sebagai Makkah. Di sanalah, di antara bukit Shafa dan Marwah, Ibrahim meninggalkan Hajar dan bayi kecilnya hanya dengan sedikit perbekalan.

Hajar, meski hatinya tersayat, tidak menentang. Ia tidak berkeluh kesah pada Ibrahim, karena tahu ini semua adalah perintah Allah. “Jika ini perintah Allah, maka Dia tidak akan menyia-nyiakan kami,” demikian keyakinan Hajar yang teguh. Ia tetap tinggal bersama bayinya, bersandar pada pertolongan Allah.

Ketika persediaan air habis dan Ismail menangis kehausan, Hajar berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah, mencari-cari setetes air. Tujuh kali ia bolak-balik, hingga langkahnya terhenti karena letih. Saat ia kembali pada bayinya, sebuah keajaiban terjadi: dari bawah kaki kecil Ismail, terpancarlah air zamzam. Hajar segera menampungnya, dan mata air itu terus mengalir hingga kini, menjadi sumber kehidupan bagi kota suci Makkah.

Di tengah lembah itu, Ibrahim pun menengadahkan tangan, memohon dengan doa yang indah:

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak memiliki tanam-tanaman, dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, (jadikanlah) mereka orang-orang yang mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, agar mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim [14]:37)

Doa itu dikabulkan Allah. Dari sebuah lembah tandus, Makkah tumbuh menjadi kota yang ramai, tempat manusia dari seluruh penjuru dunia berkumpul untuk beribadah.

Tahun-tahun berlalu, Ibrahim kembali mengunjungi Hajar dan Ismail. Di masa itulah Allah memerintahkan Ibrahim dan putranya untuk membangun Ka’bah. Batu demi batu mereka tegakkan, tangan tua Ibrahim menyusun bersama tangan muda Ismail. Dan dari tengah kerja keras itu, mereka berdoa:

“Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau, dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau. Tunjukkanlah kepada kami cara-cara ibadah kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Baqarah [2]:127–128)

Betapa mulia doa ini. Ibrahim tidak hanya memikirkan dirinya dan anaknya, tetapi juga generasi keturunannya hingga akhir zaman.

Kisah keluarga Ibrahim semakin memuncak ketika datang ujian yang luar biasa. Saat Ismail telah remaja, Allah memerintahkan Ibrahim dalam mimpinya untuk menyembelih putranya. Dengan penuh kepasrahan, Ibrahim menyampaikan hal itu pada Ismail. Dan alangkah teguhnya hati sang anak ketika menjawab,

“Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash-Shaffat [37]:102)

Maka keduanya berjalan menuju tempat penyembelihan. Ibrahim menundukkan hati, Ismail pun menyerahkan diri. Saat pisau didekatkan ke leher Ismail, Allah menggantinya dengan seekor kibas. 

ADVERTISEMENT

Perintah agung itu sejatinya adalah ujian, dan mereka lulus dengan kemuliaan.

Tidak berhenti di situ, Ibrahim juga selalu berdoa agar keturunannya menjadi generasi yang tetap menjaga ibadah:

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim [14]:40)

Doa ini adalah bukti bahwa Ibrahim tidak hanya ingin meninggalkan warisan harta atau kedudukan, melainkan warisan iman yang abadi.

Perjalanan hidup keluarga Ibrahim merupakan teladan yang ditulis dalam Al-Qur’an agar umat manusia mengambil pelajaran. Dari Ibrahim kita belajar tentang tauhid, doa, dan pengorbanan. Dari Hajar kita belajar tentang kesabaran dan tawakal kepada Allah. Dari Ismail kita belajar tentang ketaatan seorang anak kepada Allah dan orang tuanya.

Tak heran jika Allah berfirman, bahwa Dia memilih keluarga Ibrahim bersama keluarga Imran sebagai panutan bagi seluruh manusia (QS. Āli ‘Imrān: 33). Hingga akhir zaman, kisah keluarga Ibrahim akan terus dikenang, menggetarkan hati jutaan manusia di seluruh dunia, dan mengajarkan bahwa ketaatan sejati hanya milik mereka yang sanggup mengorbankan segala demi cinta kepada Allah.

Dari kisah Nabi Ibrahim ini banyak ilmu parenting yang bisa kita ambil hikmahnya dan dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah. Aamiin ….

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 209x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 176x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 143x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236
Siti Hajar

Siti Hajar

Siti Hajar adalah seorang perempuan lahir di Sigli pada 17 Desember. Saat ini tinggal di Banda Aceh dan bekerja sebagai tenaga kependidikan di Fakultas Pertanian USK. Menggemari dunia literasi karena baginya menulis adalah terapi dan cara berbagi pengalaman. Beberapa buku yang sudah cetak, di antaranya kumpulan cerpen, “Kisah Gampong Meurandeh” Novel, Sophia dan Ahmadi, Patok Penghalang Cinta, Beberapa novel anak, di antaranya The Spirit of Zahra, Mencari Medali yang Hilang, Petualangan Hana dan Hani. Ophila si Care Taker. Dan buku Non Fiksi, Empati Dalam Dunia Kerja (Bagaimana Menjadi Bos dan karyawan yang Elegan) Ingin berkomunikasi lebih lanjut bisa menghubungi nomor WhatsApp 085260512648. Email: sthajarkembar@gmail.com

Baca Juga

#Ekonomi

Malioboro Yang Rapi, Tapi Hampa

Maret 16, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis
#Korban Bencana

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa
#Perempuan Hebat

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026
# Ironi

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 16, 2026
Next Post
Menuju Satu Abad Kemerdekaan, Keadilan Sosial Masih Menjadi Tanda Tanya Besar

Menuju Satu Abad Kemerdekaan, Keadilan Sosial Masih Menjadi Tanda Tanya Besar

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com