Dengarkan Artikel
Oleh Mahmudi Hanafiah
Pendidikan tinggi di bidang hukum tidak dapat dilepaskan dari pentingnya praktik langsung di lapangan. Di tengah kompleksitas hukum modern dan kebutuhan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara teoritis, tetapi juga kompeten dalam dunia nyata. Program magang menjadi jembatan penting antara ruang kuliah dan medan praktik. Hal inilah yang menjadi semangat dari kegiatan penyerahan mahasiswa magang Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI) Samalanga ke Mahkamah Syar’iyah Bireuen pada Senin, 25 Agustus 2025.
Kegiatan ini tidak sekadar seremoni formal, melainkan menjadi simbol dari hubungan yang erat antara institusi pendidikan dan lembaga peradilan syar’iyah. Bertempat di ruang Media Center Mahkamah Syar’iyah Bireuen, suasana hangat dan bersahabat menyelimuti prosesi penyerahan yang turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam UNISAI, serta pimpinan Mahkamah Syar’iyah.
Dr. Tgk. Mustafa Kamal, MA., selaku Pembantu Dekan I, hadir memberikan sambutan mewakili pihak fakultas. Dalam kata pengantarnya, beliau menegaskan pentingnya pengalaman praktis sebagai bagian dari pembentukan karakter dan integritas mahasiswa hukum. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kesempatan yang diberikan oleh Mahkamah Syar’iyah Bireuen untuk menerima mahasiswa UNISAI sebagai peserta magang. Sekaligus menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya pelengkap kurikulum, tetapi merupakan bagian dari pembelajaran nilai, tanggung jawab, dan profesionalitas.
Dalam sambutannya, Dr. Mustafa menekankan bahwa mahasiswa harus bersikap disiplin, menjunjung tinggi etika, dan mampu menunjukkan dedikasi sebagai cerminan dari nilai-nilai akademik yang telah mereka pelajari. Menurutnya, magang bukan hanya tentang menyaksikan proses persidangan atau mengarsipkan dokumen, melainkan tentang menyerap budaya kerja, memahami mekanisme pelayanan hukum kepada masyarakat, dan melihat bagaimana hukum syar’i dijalankan dalam realitas sosial masyarakat Aceh.
Dukungan dan sambutan hangat datang dari Ketua Mahkamah Syar’iyah Bireuen, Bapak M. Syauqi, S.H.I., S.H., M.H., yang hadir bersama jajaran hakim dan pejabat struktural. Dalam pesannya, beliau menyampaikan rasa senang atas keberlanjutan kerja sama ini dan menekankan bahwa kehadiran mahasiswa magang adalah bagian penting dalam mencetak calon penegak hukum syari’ah di masa depan. Mahkamah, menurutnya, bukan hanya tempat untuk menerapkan hukum, tetapi juga menjadi ruang pendidikan moral dan pelayanan publik.
📚 Artikel Terkait
Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya menjaga adab, menunjukkan kedisiplinan, dan menghormati setiap proses hukum yang berlangsung di Mahkamah. Mahasiswa diharapkan bukan hanya menjadi pengamat, tetapi juga pembelajar aktif yang siap bertanya, memahami, dan terlibat dalam tugas-tugas yang sesuai dengan kapasitas mereka. Beliau juga menyatakan bahwa seluruh jajaran Mahkamah terbuka untuk mendampingi dan membimbing mahasiswa selama masa magang berlangsung.
Menariknya, suasana keakraban tidak hanya tampak dalam sambutan-sambutan yang disampaikan, tetapi juga dalam interaksi langsung antara mahasiswa dan staf Mahkamah. Para hakim, panitera, dan staf turut hadir menyambut para peserta magang dengan semangat membina. Di antaranya hadir dua orang hakim, yakni Siti Salwa, S.H.I., M.H., dan Ibnu Mujahid, S.H., M.H., serta Panmud Jinayat dan staf Panmud Hukum, Tgk. Fadhilah, M.Ag., yang menyampaikan kesiapannya mendukung program ini.
Kegiatan ini juga memberi ruang bagi salah satu mahasiswa untuk menyampaikan kesan awal dan harapannya. Dengan penuh semangat, ia mengungkapkan rasa bangga bisa menjalani magang di Mahkamah Syar’iyah Bireuen. Ia mewakili rekannya yang lain menyampaikan komitmen untuk menjaga nama baik UNISAI dan menjadikan kesempatan ini sebagai wadah belajar yang berharga.
Sebagai penutup, kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama yang tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga simbol kolaborasi antara dunia akademik dan institusi peradilan. Mahasiswa akan menjalani magang selama satu bulan penuh, dengan harapan dapat memahami lebih dalam proses administrasi perkara, prosedur persidangan, serta pelayanan hukum kepada masyarakat.
Program magang ini menjadi representasi nyata dari semangat UNISAI dalam memperkuat kualitas lulusan Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), lulusan yang bukan hanya memahami hukum dalam teks, tetapi juga mampu menerapkannya dengan etis dan humanis di tengah masyarakat.
Sinergi ini diharapkan terus terjalin, dan menjadi model kolaborasi ideal antara perguruan tinggi dan institusi hukum dalam membentuk generasi profesional hukum Islam yang unggul, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






