• Latest

Pandangan dan Ulasan Mendalam “Senja dan Gerimis-Arutala”

January 29, 2025

Tadarus – Surah Yunus Ayat 57

March 13, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026
Pelukan Bangga Seorang Ibu

Pelukan Bangga Seorang Ibu

March 13, 2026

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026
Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

March 13, 2026

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Pandangan dan Ulasan Mendalam “Senja dan Gerimis-Arutala”

Redaksi by Redaksi
January 29, 2025
in Berita, POTRET Budaya
0
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Bandar Lampung – Potretonline.com– Pandangan dan ulasan mendalam mengenai dua karya luar biasa, “Senja dan Gerimis-Arutala” yang tentunya akan semakin memperkaya pemahaman tentang dunia sastra. Pada acara Peluncuran dan Diskusi Buku Senja dan Gerimis-Arutala karya Edy Samudra Kertagama. Acara ini digelar di Graha Kemahasiswaan Universitas Lampung. Senin, 27 Januari 2025.

Pada acara ini, penyair Naim Emel Prahana dan Solihin Utjok, bertindak sebagai pembicara. Sedangkan Edi Siswanto, seorang akademisi, mengatur lalu lintas diskusi sebagai moderator.

Baca Juga

Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

March 10, 2026
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana

Ramadhan dan Warung Kopi, Rutinitas yang Tak Lekang oleh Waktu.

March 4, 2026
Melekan Budaya: Sebuah Upaya Menghidupkan Ekosistem Kesenian di Daerah

Melekan Budaya: Sebuah Upaya Menghidupkan Ekosistem Kesenian di Daerah

February 28, 2026

Edi Siswanto mengatakan, sebuah karya hasil refleksi dan kontemplasi penyair kenamaan Lampung Bang Edy Samudra Kertagama yang akan dibahas dan mengelaborasi banyak tentang buku bernas, layak kita baca, dan kita apresiasi.

“Bang Edy kita kenal seorang mujahid Lampung yang sudah lama kiprahnya dari tahun 1979 sudah menghibahkan segala jiwa, raga, pemikiran sekaligus kehidupannya di jalan keindahan”, kata pemerhati budaya.<span;>.

Baca Juga

Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

March 10, 2026
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana

Ramadhan dan Warung Kopi, Rutinitas yang Tak Lekang oleh Waktu.

March 4, 2026
Melekan Budaya: Sebuah Upaya Menghidupkan Ekosistem Kesenian di Daerah

Melekan Budaya: Sebuah Upaya Menghidupkan Ekosistem Kesenian di Daerah

February 28, 2026

Situasi modern menurut Edy S, membuat kita sulit untuk masuk wilayah kreativitas dikarenakan banyak tantangan yang sangat luar biasa yang men-drive diri kita untuk diobjekkan menjadi konsumen bagi informasi yang bernama gejet, sehingga tidak jarang kita direduksi oleh Reels dan IG, otak kita menjadi panik dan kehilangan diri kita.

“Bang Edy Samudra Kertagama memberikan semacam pemantik untuk generasi muda bahwa janganlah kita terobjetitivikasi oleh handphone. Kita harus melawan itu dengan cara kreativitas”, pungkas Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Pemuda Pancasila Kota Bandar Lampung.

Naim Emel Prahana Sastrawan Lampung dari Metro berkomentar, Edy ini sangat serius untuk berpuisi dan beraktor di atas panggung. Puisinya adinda saya ini luar biasa.

Dunia puisi merupakan dunia tidak main-main dan berbeda dengan dunia formal, kalau sepintas tidak akan menjadi apa-apa. Tapi ditumpuk-tumpuk jadinya luar biasa menjadi kebahagiaan. Saudara Edy menikmati itu sebagai penyair, ujar Naim.

Menurut Naim, betapa besarnya dosa teknologi, Indonesia pengguna HP terbesar di dunia tetapi kenapa yang buat puisi sedikit?

“Dulu, semakin kejamnya penguasa semakin banyak lahir sastrawan karena merasa tergenjet kebahagian mereka. Pada dasarnya, kita sekarang ini sangat tergencet tapi tidak melahirkan sastrawan”, tuntas Naim.

Pada kesempatan ini juga, Solihin Utjok, Sastrawan Lampung dari Metro menyatakan, nyaris buku ini bercerita tentang romantisme.

Ada juga proses perjalanan spiritual. Sebelumnya pada tahun 2016 sudah melahirkan satu buku puisi Mantra Sang Nabi, kemudian menyeret beliau didapuk “Nabi Penyair Lampung”, ungkap Ketua Dewan Keseniaa Metro.

“Artinya, dengan predikat yang sangat berat tersebut, maka mau tidak mau proses perjalanan menulis puisinya harus kearah romatisme magis ada suasana romantis yang terus dituliskan dalam puisi-puisi tersebut. Barangkali tidak ada aliran seperti ini, tetapi ini pandangan suyektif saya”, kata Utjok.

Tak berhenti sampai disitu, Utjok menuturkan, ada nilai-nilai pencarian, nilai kerelaan terhadap cinta dan luka, kepedihan, kesedihan, kehancuran secara psikologis bahkan kematian. Maka dalam konteks ini bisa disebut sebagai psiko spiritual, tandas Utjok.

Di kesempatan ini juga, Lentera Dzulqarnain selaku Ketua UKMBS Universitas Lampung pada kata sambutannya menyampaikan, kelahiran dua buku berjudul “Senja dan Gerimis” serta Arutala karya Sastrawan Lampung Bang Edy Samudra Kertagama. Kita sebagai pelaku masyarakat yang mencintai seni dan budaya sudah selayaknya mendukung karya seperti ini.

Lentera meneruskan, apalagi di zaman serba cepat masih ada karya yang tidak hanaya memberikan hiburan tetapi juga merangsang pikiran dan menginspirasi kita semua.

“Terlebih pada hari ini semakin minim sekali karya yang diproduksi masyarakat dan seniman Lampung terutama di bidang sastra. Ini adalah suatu upaya untuk kita semua menjaga ekosistem”, imbuh Lentera.

Dua buku ini, lanjut Lentera adalah bukti ketekunanan, kecintaan, dan dedikasi Bang Edy Samudra Kertagama terhadap dunia sastra. Melalaui buku ini juga Bang Edy mengingatkan kita untuk lebih peka terhadap dunia sekitar, keindahan dalam keseharian, dan makna yang lebih dalam tiap perasaan manusia, pungkas Lentera.

Acara diawali dengan pembacaan puisi Senja dan Gerimis. Ahmad Mufid (Klasika) berjudul Cahaya Lain, pada halaman 3, Iskandar berjudul Di Beranda Malam Hari, pada halaman 71, dan Edy Samudra Kertagama berjudul Sebuah Mahar di antara Seratus Puisi Cinta, pada halaman 24.

Hadir pada acara ini, Universitas Darmajaya, Universitas Umitra, Universitas Satu Nusa, Itera, IAIN Metro, Forum Literature, Camp Film, Dewan Kesenian Metro, Dewan Kesenian Lampung, Komunitas Ruang Pojok, dan lainnya.

Acara ini terselenggara atas kerja sama rumah Sastra Mata Dunia, Lampung Literature, dan UKMBS Universitas Lampung. (Arsiya Oganara)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 150x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 134x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 106x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 90x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 89x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Islam

Tadarus – Surah Yunus Ayat 57

March 13, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029
#Doa di Bulan Ramadan

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
#Ijazah

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026
Pelukan Bangga Seorang Ibu
Esai

Pelukan Bangga Seorang Ibu

March 13, 2026
Next Post

The Controversy of Smartphone Use Among Children and Adolescents

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com