POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Berita

Pandangan dan Ulasan Mendalam “Senja dan Gerimis-Arutala”

Redaksi by Redaksi
Januari 30, 2025
in Berita, POTRET Budaya
0
Pandangan dan Ulasan Mendalam “Senja dan Gerimis-Arutala” - images 8 | Berita | Potret Online

Bandar Lampung – Potretonline.com– Pandangan dan ulasan mendalam mengenai dua karya luar biasa, “Senja dan Gerimis-Arutala” yang tentunya akan semakin memperkaya pemahaman tentang dunia sastra. Pada acara Peluncuran dan Diskusi Buku Senja dan Gerimis-Arutala karya Edy Samudra Kertagama. Acara ini digelar di Graha Kemahasiswaan Universitas Lampung. Senin, 27 Januari 2025.

Pada acara ini, penyair Naim Emel Prahana dan Solihin Utjok, bertindak sebagai pembicara. Sedangkan Edi Siswanto, seorang akademisi, mengatur lalu lintas diskusi sebagai moderator.

Edi Siswanto mengatakan, sebuah karya hasil refleksi dan kontemplasi penyair kenamaan Lampung Bang Edy Samudra Kertagama yang akan dibahas dan mengelaborasi banyak tentang buku bernas, layak kita baca, dan kita apresiasi.

Baca Juga
  • 01
    Perempuan
    Perempuan, Berekspresilah dengan Alam Semesta
    05 Mei 2024
  • Pandangan dan Ulasan Mendalam “Senja dan Gerimis-Arutala” - ed065a95 7763 4619 b58f ff60448fb329 | Berita | Potret Online
    POTRET Budaya
    Di Balik Langkah Guru Nias
    20 Jan 2025

“Bang Edy kita kenal seorang mujahid Lampung yang sudah lama kiprahnya dari tahun 1979 sudah menghibahkan segala jiwa, raga, pemikiran sekaligus kehidupannya di jalan keindahan”, kata pemerhati budaya.<span;>.

Related Posts

1001482018_11zon

Budaya Kenduri Sebelum Berangkat Haji di Aceh

Mei 7, 2026
ChatGPT Image 7 Mei 2026, 13.44.27_11zon

Catatan Kecil Din Saja Nan Terserak

Mei 7, 2026
00f5e1dc-89ab-40a3-8362-f08e65b0e2ce

Seni, Moralitas, dan Tanggung Jawab Publik: Dari Pemikiran Plato Hingga Kebudayaan Indonesia.

Mei 3, 2026

Situasi modern menurut Edy S, membuat kita sulit untuk masuk wilayah kreativitas dikarenakan banyak tantangan yang sangat luar biasa yang men-drive diri kita untuk diobjekkan menjadi konsumen bagi informasi yang bernama gejet, sehingga tidak jarang kita direduksi oleh Reels dan IG, otak kita menjadi panik dan kehilangan diri kita.

Baca Juga
  • 01
    Abdya
    INDONESIA
    28 Okt 2018
  • Pandangan dan Ulasan Mendalam “Senja dan Gerimis-Arutala” - e158f3cb 1b86 4232 ba2a e8f4518034ff | Berita | Potret Online
    Artikel
    Yang Bertahan Hidup dan Mencari Yang Termudah
    16 Nov 2024

“Bang Edy Samudra Kertagama memberikan semacam pemantik untuk generasi muda bahwa janganlah kita terobjetitivikasi oleh handphone. Kita harus melawan itu dengan cara kreativitas”, pungkas Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Pemuda Pancasila Kota Bandar Lampung.

Naim Emel Prahana Sastrawan Lampung dari Metro berkomentar, Edy ini sangat serius untuk berpuisi dan beraktor di atas panggung. Puisinya adinda saya ini luar biasa.

Baca Juga
  • 01
    Aceh
    Kureung Vitamin A
    17 Apr 2022
  • Pandangan dan Ulasan Mendalam “Senja dan Gerimis-Arutala” - IMG_2665 | Berita | Potret Online
    POTRET Budaya
    Gema Pantun di Milad ke 22 POTRET
    26 Jan 2025

Dunia puisi merupakan dunia tidak main-main dan berbeda dengan dunia formal, kalau sepintas tidak akan menjadi apa-apa. Tapi ditumpuk-tumpuk jadinya luar biasa menjadi kebahagiaan. Saudara Edy menikmati itu sebagai penyair, ujar Naim.

Menurut Naim, betapa besarnya dosa teknologi, Indonesia pengguna HP terbesar di dunia tetapi kenapa yang buat puisi sedikit?

“Dulu, semakin kejamnya penguasa semakin banyak lahir sastrawan karena merasa tergenjet kebahagian mereka. Pada dasarnya, kita sekarang ini sangat tergencet tapi tidak melahirkan sastrawan”, tuntas Naim.

Pada kesempatan ini juga, Solihin Utjok, Sastrawan Lampung dari Metro menyatakan, nyaris buku ini bercerita tentang romantisme.

Ada juga proses perjalanan spiritual. Sebelumnya pada tahun 2016 sudah melahirkan satu buku puisi Mantra Sang Nabi, kemudian menyeret beliau didapuk “Nabi Penyair Lampung”, ungkap Ketua Dewan Keseniaa Metro.

“Artinya, dengan predikat yang sangat berat tersebut, maka mau tidak mau proses perjalanan menulis puisinya harus kearah romatisme magis ada suasana romantis yang terus dituliskan dalam puisi-puisi tersebut. Barangkali tidak ada aliran seperti ini, tetapi ini pandangan suyektif saya”, kata Utjok.

Tak berhenti sampai disitu, Utjok menuturkan, ada nilai-nilai pencarian, nilai kerelaan terhadap cinta dan luka, kepedihan, kesedihan, kehancuran secara psikologis bahkan kematian. Maka dalam konteks ini bisa disebut sebagai psiko spiritual, tandas Utjok.

Di kesempatan ini juga, Lentera Dzulqarnain selaku Ketua UKMBS Universitas Lampung pada kata sambutannya menyampaikan, kelahiran dua buku berjudul “Senja dan Gerimis” serta Arutala karya Sastrawan Lampung Bang Edy Samudra Kertagama. Kita sebagai pelaku masyarakat yang mencintai seni dan budaya sudah selayaknya mendukung karya seperti ini.

Lentera meneruskan, apalagi di zaman serba cepat masih ada karya yang tidak hanaya memberikan hiburan tetapi juga merangsang pikiran dan menginspirasi kita semua.

“Terlebih pada hari ini semakin minim sekali karya yang diproduksi masyarakat dan seniman Lampung terutama di bidang sastra. Ini adalah suatu upaya untuk kita semua menjaga ekosistem”, imbuh Lentera.

Dua buku ini, lanjut Lentera adalah bukti ketekunanan, kecintaan, dan dedikasi Bang Edy Samudra Kertagama terhadap dunia sastra. Melalaui buku ini juga Bang Edy mengingatkan kita untuk lebih peka terhadap dunia sekitar, keindahan dalam keseharian, dan makna yang lebih dalam tiap perasaan manusia, pungkas Lentera.

Acara diawali dengan pembacaan puisi Senja dan Gerimis. Ahmad Mufid (Klasika) berjudul Cahaya Lain, pada halaman 3, Iskandar berjudul Di Beranda Malam Hari, pada halaman 71, dan Edy Samudra Kertagama berjudul Sebuah Mahar di antara Seratus Puisi Cinta, pada halaman 24.

Hadir pada acara ini, Universitas Darmajaya, Universitas Umitra, Universitas Satu Nusa, Itera, IAIN Metro, Forum Literature, Camp Film, Dewan Kesenian Metro, Dewan Kesenian Lampung, Komunitas Ruang Pojok, dan lainnya.

Acara ini terselenggara atas kerja sama rumah Sastra Mata Dunia, Lampung Literature, dan UKMBS Universitas Lampung. (Arsiya Oganara)

Previous Post

Lonte

Next Post

The Controversy of Smartphone Use Among Children and Adolescents

Next Post
Pandangan dan Ulasan Mendalam “Senja dan Gerimis-Arutala” - 1000290138 | Berita | Potret Online

The Controversy of Smartphone Use Among Children and Adolescents

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah