POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Cara Mudah Membangun Dunia. Jyhan Rashida, Dunia Fiksi: Seni dan Rahasia Membangun Dunia dalam Karya Fantasi

RedaksiOleh Redaksi
August 22, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Akaha Taufan Aminudin

Membangun dunia fiksi sering terasa seperti mendirikan istana megah di atas pasir—indah namun rentan hilang jika tidak punya fondasi kuat. Di tengah gelak tawa dan candaan santai, penulis Jyhan Rashida membagikan kunci jitu untuk membangun dunia fantasi yang tak hanya menarik tapi juga ‘nyata’ di mata pembaca.

Artikel ini mengajak kita menyelami proses kreatif yang penuh filosofi ringan—tentang bagaimana sebuah dunia fiksi bukan cuma latar cerita, tapi makhluk hidup dengan budaya, nilai, konflik, dan warna khasnya sendiri. Yuk, coba ulik cara simpel tapi dalam ini agar dunia yang kamu ciptakan bukan sekadar “sekedar imajinasi,” tapi tempat di mana pembaca betah berlama-lama.

Dunia Fantasi: Dari “Lahan Kosong” Jadi Cerita Hidup

Membayangkan membangun dunia fantasi seringkali bikin deg-degan: ribuan detail harus dibuat, mulai dari peta, sejarah, tokoh, hingga bahasa. Tapi, kata Jyhan Rashida, kita nggak harus langsung takut. Ibarat punya lahan kosong luas seperti Pulau Jawa, kita bisa memulai dari lahan sempit dulu—seperti satu desa, satu kota, atau ruang lingkup yang dekat dengan tokoh utama.

Bayangkan saja kayak main LEGO: mulai dari beberapa blok kecil dulu, baru disusun perlahan jadi bangunan megah. Tahap ini penting supaya kamu nggak sampai kewalahan atau malah menunda menulis karena merasa “belum siap dunia buatan ini sempurna.”

Contoh terbaik? One Piece dengan puluhan pulau dan kisah luar biasanya, tapi kamu lihat bagaimana Eiichiro Oda memperkenalkan tiap pulau satu persatu. Menyenangkan dan nggak bikin pusing!

Memberi “Rasa” pada Dunia: Fantasi yang Bisa Dirasa Pembaca

Dunia fantasi bukan cuma soal ruang dan waktu. Ia punya “rasa” yang melekat—bisa hangat penuh tawa atau kelam penuh duka. Kamu sebagai penulis harus memutuskan, seperti “koktail” rasa apa yang mau diberikan ke pembaca.

Misalnya, apakah duniamu adalah kota bawah laut penuh misteri yang berlomba-lomba keras mempertahankan diri dari monster gurita raksasa? Atau dunia dengan riuh perayaan budaya unik, pamali-pamali yang bikin deg-degan? Memberi sentuhan ini membuat pembaca bukan cuma melihat latar, tapi juga merasakan getar emosi dari dunia yang kamu ciptakan.

Menariknya, jangan takut memakai inspirasi budaya lokal yang kaya. Naga Besukih, Kuda Sembrani, atau mito-mito Nusantara lain bisa bikin dunia kamu berbeda dan hidup, dibanding pakai stereotip elf dan vampir yang sudah sering kita lihat.

Siapa yang Tinggal di Dunia Itu?

Dunia tanpa makhluk adalah dunia mati. Siapa penghuninya? Cukup manusia biasa, atau kamu mau tambahkan perpustakaan makhluk seperti elf, dwarf, naga, atau malah makhluk mitologi Nusantara?

📚 Artikel Terkait

Senerai Sajak Indah Wan Ina Nur Fazlina

Bahaya Jadi Budak Dunia

Merayakan Kemerdekaan Daripada yang Mana Daripada Siapa Nyang Merdeka

The Influence of Getting Up Early on Increasing the Children’s Discipline

Lebih penting lagi, hubungan antar ras ini sering jadi sumber konflik dan petualangan. Misal, manusia yang benci elf, namun perlu bekerja sama demi menyelamatkan dunia dari ancaman besar. Nah, konflik seperti ini yang bikin cerita bukan jalan di tempat dan selalu dinantikan pembaca.

Budaya, Kepercayaan dan Sistem Sosial: Jantungnya Dunia

Seringkali hal-hal terdetail tapi sederhana seperti bagaimana masyarakat di sana berinteraksi, beribadah, dan memiliki hierarki sosial, justru membentuk karakter dunia yang autentik. Raja yang mengaku titisan dewa, atau sistem kasta yang ketat, membuat dunia fiksi punya “hidup” sendiri.

Walau nggak semua detail ini harus kamu tulis dalam cerita, memiliki gambaran lengkap akan membuat kamu sebagai penulis lebih percaya diri dan konsisten.

Peran Sihir dan Sistem Kekuatannya: Bumbu yang Menentukan

Kalau dunia fiksi tanpa keajaiban terasa hambar, kamu bisa menambahkan sistem kekuatan yang unik dan bermakna. Tapi ingat, jangan sampai tokoh utama tanpa cela, tanpa batas kemampuan, ya! Perjuangan dan kelemahan justru bikin kisah jadi manusiawi dan menggugah.

Pikirkan juga, dari mana kekuatan itu berasal: dari dewa, alam, benda pusaka, atau penelitian? Siapa yang bisa menggunakannya? Apa konsekuensi dari kekuatan itu bagi kehidupan si tokoh dan masyarakatnya? Pertanyaan-pertanyaan ini akan memberi dimensi lebih dalam yang bikin cerita kamu tak mudah dilupakan.

Tantangan dan Nasihat dari Jyhan Rashida: Mulailah Saja!

Dari diskusi seru ini, satu hal yang paling menonjol: jangan takut mulai. Dunia yang sempurna adalah mitos. Lebih baik membangun fondasi kuat dulu, lalu biarkan dunia itu tumbuh bersamaan dengan cerita dan karaktermu.

Untuk karya pendek seperti cerpen, fokuslah pada lingkup kecil yang dekat dengan tokoh utama. Bagikan potret kecil dunia lebih luas lewat sudut pandang tokoh dan detail yang penting saja. Biarkan pembaca mengisi celah imajinasi mereka sendiri.

Kesimpulan:
Membangun dunia fiksi itu seni yang mengajak kita petualang mencipta tanpa batas, tapi juga belajar sabar dan realistis. Mulai dari skala kecil, beri warna dan budaya unik yang berakar dari dunia nyata, ciptakan tokoh dan konflik yang bermakna, dan percantik dengan sistem kekuatan yang menarik. Semua itu bukan beban, tapi bahan bakar menyalakan imajinasi.

Jadi, apakah dunia yang kamu ciptakan sudah cukup memikat? Apakah setelah membaca ini kamu siap meletakkan batu pertama di tanah kosong itu? Yuk, bagikan pengalamanmu atau cerita dunia fiksimu di kolom komentar, dan ajak teman-temanmu berbagi semangat menulis!

Kalau kamu suka artikel ini, jangan lupa klik like dan share ya! Dunia menunggu imajinasimu berkembang!

Jum’at Legi 22 Agustus 2025
Akaha Taufan Aminudin
Sisir Gemilang Kampung Baru Literasi SIKAB Himpunan Penulis Pengarang Penyair Nusantara HP3N Kota Batu Wisata Sastra Budaya SATUPENA JAWA TIMUR

Referensi:
Materi diskusi “Cara Mudah Membangun Dunia” oleh Jyhan Rashida dalam grup NULIS AJA DULU (2023)

Analisis contoh karya fantasi One Piece dan teori soft vs hard worldbuilding

Pengalaman penulis dan psikologi kreatif dalam dunia fiksi

“Cara Mudah Membangun Dunia.” Jyhan Rashida juara kedua di 30HM NAD.

SatuPenaJawaTimur

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Ijazah, Akademisi, dan Demokrasi: Belajar dari Kasus Presiden ke-7

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00