Dengarkan Artikel
Oleh: Kang Thohir
Kemerdekaan apalagi yang kau tanamkan? Bius-bius membuncah, namun tangis pecah. Saudara-saudara di ujung penantian itu di atas krisis ekonomi dan moral. Siapa yang salah? Akhirnya mereka berhenti melangkah, memilih untuk diam meratap sunyi di emperan lensa permana. Ujungnya mengandung dua sebilah, yang satu menusuk moral dan yang kedua menusuk ekonomi. Sulit dicerna, bila malam bergeming, dan lidah tertutup angin berhembus terdengar lirih, merintih kesakitan. Jeritan anak-anak kecil yang hanya sebuah alunan malam tanpa ada empati. Tiada nurani hanya memikirkan soal pribadi-pribadi. Apakah ini suatu kemerdekaan? Ataukah perdamaian? Pantas saja memakai bendera one piece, itu bentuk kekecewaan.
Bendera-bendera terpajang di mana-mana, bukan berarti tak menghargai suatu lambang negara Indonesia. Akan tetapi, itu adalah suatu isyarat bentuk kekecewaan kami kepada para penguasa atau rezim yang lalai kepada rakyatnya, namun ia tak memperdulikan nasib rakyatnya yang menjadi korban. Menatap peristiwa demi peristiwa tiada ujungnya, hanya berganti dan terus berganti permasalahan demi permasalahan yang tak kunjung ada solusinya, hanya di scrol saja. Kemerdekaan bagi penguasa, tapi rakyatnya menderita. Apakah itu yang disebut kemerdekaan? Makanya jangan salahkan kami, kalau kami memasang bendera seperti itu. Bukan berarti tak menghargai jasa para pahlawan atau tak cinta NKRI, namun lebih kepemerintahannya.
Bagaimana pula kami menghargai penguasa seperti itu. Kami bukan budak untuk menyembah. Kami adalah rakyat yang ingin minta keadilan, bukan untuk dijadikan kacung kepada para penguasa yang durjana. Kami adalah manusia, yang butuh hidup dan makan dengan mata pencaharian itu. Kenapa kau ambil dari kami? Apa salah kami? Kenapa kau berani-beraninya dan tega mengambil hak kami, rakyatmu sendiri. Kau ini sebenarnya siapa?
Brebes, 06 Agustus 2025
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






