POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Puisi Essay

Merayakan Hari Buruh Dengan PHK Massal

Redaksi by Redaksi
Mei 1, 2025
in Puisi Essay
0
Merayakan Hari Buruh Dengan PHK Massal - 1000463992_11zon | Puisi Essay | Potret Online

Oleh Ririe Aiko

(Puisi esai ini ditulis untuk memperingati Hari Buruh, didramatisasi dari realitas getir meningkatnya kasus Pemutusan Hubungan Kerja massal yang melanda Indonesia pada awal tahun 2025.)

Di hari buruh kali ini
kami tak lagi ingin berteriak.
Napas kami tersengal
di batas akhir kesabaran.

Baca Juga
  • Merayakan Hari Buruh Dengan PHK Massal - 2025 08 13 09 16 54 | Puisi Essay | Potret Online
    Aceh
    Langkah” Sehat, Apis”
    13 Agu 2025
  • Merayakan Hari Buruh Dengan PHK Massal - 2025 05 27 09 45 34 | Puisi Essay | Potret Online
    #Kemerdekaan
    Wajah Negeriku
    18 Agu 2025

Masihkah kami didengar
oleh suara-suara yang sibuk di kursi jabatan?
Mereka bilang ini era efisiensi,
tapi mengapa hanya buruh yang harus menyusutkan hidupnya?

Mengapa para petinggi masih bisa menyantap Wagyu, sementara kami hanya sisa harapan palsu?

Baca Juga
  • Merayakan Hari Buruh Dengan PHK Massal - 2244b2e6 de91 4d09 bdcc 1a15c63254f5 | Puisi Essay | Potret Online
    POTRET Budaya
    Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (2)
    24 Jan 2025
  • Merayakan Hari Buruh Dengan PHK Massal - 1eaa15b5 5049 46ed 8ecc 1f9d138c85ba | Puisi Essay | Potret Online
    Puisi Essay
    Badai di Bawah Pohon Pecan
    26 Mar 2025

Di layar kaca,
Pak Menteri bersabda seakan sedang membacakan puisi:
“Transformasi industri demi kemajuan negeri.”
Kami menunduk.
Di kantong kami tinggal uang receh dan surat PHK
yang dicetak massal, sebagai pemutusan kerja.

Di Karawang, (1)
ratusan buruh pabrik elektronik digiring pulang,
bukan karena acara gathering,
melainkan karena pabriknya kini kosong,
investor pergi tanpa pamit,
setelah memeras habis tenaga buruh.
“Pasar global tak menentu,” katanya.
Tapi kenapa guncangnya hanya kami yang gemetar?

Baca Juga
  • Merayakan Hari Buruh Dengan PHK Massal - 3dcc81f5 af9b 44d0 bb75 192955834d7f | Puisi Essay | Potret Online
    #Korban Bencana
    Sebuah Puisi Esai tentang Bencana Sumatra dan Luka Ekologis(12)
    31 Des 2025
  • 02
    Puisi Essay
    Mereka Menemukan Cinta dan Menikah Dalam Komunitas Puisi Esai
    12 Mei 2025

Di hari buruh,
jalanan dipenuhi sepanduk, peluh, dan teriakan
yang terdengar seperti lagu lama:
“Hidup buruh!”
Tapi siapa yang masih hidup setelah semua ini?
Siapa yang bisa menyebut ‘hidup’
di tengah hidup yang digadai demi subsidi bahan bakar investor?

Lihatlah!
Perusahaan tekstil pailit! (2)
Pabrik sepatu gulung tikar!
Perusahaan bangsa hancur tergusur,
satu per satu pabrik raksasa tutup.
Ekonomi sedang menjerit:
sakit, dan lagi-lagi, kemiskinan bertambah.
Tak ada yang sejahtera,
selain mereka yang berada.

—000—

Para pemangku jabatan sibuk berdiskusi
di hotel bintang lima:
“Bagaimana menyelamatkan iklim investasi?”
Tapi tak satu pun bertanya:
bagaimana menyelamatkan keluarga buruh
yang tersapu badai ekonomi.

Kalian menyebutnya “resesi teknokratik.”
Kami menyebutnya:
kutukan bertahap, tak berdarah,
tapi mematikan kehidupan.

Satu demi satu: kehilangan penghasilan.
Satu demi satu: kelaparan.
Satu demi satu: pendidikan lenyap.
Satu demi satu: tak bisa berobat.

—000—

Di Hari Buruh ini,
kami tak lagi membawa poster.
Kami terlalu lelah berteriak soal kesejahteraan buruh,
sementara yang diteriaki hanya menonton
di balik layar televisi.

Kini,
kami membawa sisa-sisa tenaga
dan setumpuk surat tagihan.

Jika ini yang kalian sebut transisi,
mengapa hanya kami yang berganti status:
dari pekerja
menjadi angka statistik pengangguran? (3)

—000–

CATATAN:

  1. Data PHK massal di Karawang dari pabrik elektronik dirilis oleh Serikat Pekerja Nasional, 2024.
  2. Laporan dari Kompas, Desember 2024, menyebut 26 perusahaan garmen dan alas kaki tutup karena enggan memenuhi upah minimum regional.
  3. Badan Pusat Statistik (BPS), Februari 2025, mencatat lonjakan angka pengangguran terbuka sebesar 1,2% akibat pemutusan hubungan kerja di sektor manufaktur.
Previous Post

Dapat DM dari Akun Tidak Ditemukan

Next Post

Tips Bijak Menerima Siswa Mutasi: Peran Strategis Wali Kelas dalam Adaptasi dan Pembinaan

Next Post
Merayakan Hari Buruh Dengan PHK Massal - REVISI | Puisi Essay | Potret Online

Tips Bijak Menerima Siswa Mutasi: Peran Strategis Wali Kelas dalam Adaptasi dan Pembinaan

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah