POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Merayakan Kemerdekaan Daripada yang Mana Daripada Siapa Nyang Merdeka

RedaksiOleh Redaksi
August 10, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Agung Marsudi

“Pejabat merayakan hari kemerdekaan dengan anggaran negara, rakyat merayakan dengan iuran bersama”

RINDU itu seperti menunggu secangkir kopi yang kausajikan dengan tanda-tanda dan cinta, apalagi bunga-bunga liberika putih bermekaran harum wangi sebelum agustusan.

Ketika padi mulai menguning, petani berduyun-duyun menggendong harapan. Anak-anak berjanji pulang, hanya untuk ikut lomba panjat pinang.

Si bungsu sudah dewasa, sebentar lagi mengadu nasib di Jakarta, kota yang tak pernah tidur, meski selalu disergap rasa kantuk.

Antara ibu dan kota, masih ada istana yang tak mungkin ditukar guling dengan Jinping. Meski semua tahu, Indonesia tak akan pernah merdeka, selama Kedubes Amerika masih di Jalan Merdeka.

Indonesia itu berada di tengah antara Cina dan Amerika. Cina, Indonesia, Amerika, disingkat C.I.A.

📚 Artikel Terkait

Perkembangan Islam di Filipina

Agama di Tengah Arus Disrupsi: Menimbang Peran Spiritualitas dalam Menjawab Krisis Moral dan Ekonomi

Pencandu

LEBIH BAIK MENCOBA

Oh, harta, tahta, wanita
“Merdeka! Merdeka!”
Kepalanya ngaku nasionalis, tapi leher ke perut kapitalis, bawah perut maunya liberalis

Di negeri yang dikenal gemah ripah loh jinawi, ada partai ngaku demokrasi, tapi ketuanya gak ganti-ganti.

Jangan iri, hanya di negeri ini, ada ketua partai sekaligus merangkap sekjen. (Kok, gak merangkap bendahara sekalian).

Selamat datang partai gajah,
Di negeri yang dikenal ramah, tapi Pancasila kalah. Ingat, banteng tak biasa musyawarah.

Oh, negeri yang kepada rakyatnya “negeli”
abolisi dan amnesti adalah politik prakondisi tanpa oposisi, penggalangan jelang dua puluh dua sembilan

Di negeri ini, demokrasi adalah orang-orang yang dihitung, tidak “ditimbang”. Siapa yang banyak dia yang menang. Uang menusuk kasih sayang. Sayang, saya tak fasih dan gemetar meneriakkan, “Hidup, Jokowi!”

“Merayakan kemerdekaan daripada yang mana daripada siapa nyang merdeka”
“Merdeka! Merdeka!”
“Hidup Danantara!”

Kata Chomsky, “Prinsip dasar negara kapitalisme modern adalah biaya dan resiko di-sosialis-kan seluas mungkin, sementara laba diprivatisasi”

Solo, 10 Agustus 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
What is Scholasticide?

Aliran Isa Bugis: Sejarah, Karakteristik, dan Pengaruhnya

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00