POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Nenengisme di Antara Budaya Omon-Omon

RedaksiOleh Redaksi
July 28, 2025
Nenengisme di Antara Budaya Omon-Omon
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Novita Sari Yahya

Seberapa progresif satu bangsa terlihat dari progresivitas pemikiran dan tindakan perempuan

Kenapa harus perempuan yang menjadi ukuran progresivitas perubahan? Karena seperti pernyataan Kartini bahwa marilah mulai membangun peradaban. Ajarkan ibu-ibu menjadi cerdas, cakap dan pintar. Maka mereka akan mengajarkan peradaban pada komunitasnya.

Penampilan ibu-ibu dalam berbagai organisasi perempuan yang dimulai dari acara pembukaan pidato dan diakhiri sesi foto bersama dan makan-makan adalah contoh dari Ibuisme negara menurut Julia Suryakusuma, Ibuisme negara adalah disertasi Julia Suryakusuma yang diterbitkan dalam buku Ibusme negara tahun 2011.

Penampilan perempuan 

Dalam konstruksi gender Ibuisme dilambangkan dengan kelompok borjuis yang punya kelas dengan gaya penampilan seperti ibu pejabat zaman Orba. 

Nenengisme adalah gerakan sosial dari perempuan bernama Neneng yang viral di Facebook.

Karena Nenengisme gerakan yang memberikan contoh nyata bagaimana perempuan akar rumput mengorganisir komunitasnya untuk melakukan kerja nyata dan bermanfaat bagi komunitas.

Ketika Neneng menunjukkan apa artinya bekerja nyata membangun peradaban di antara komunitas ibu-ibu ketika mahasiswa sibuk berdebat dan argumentasi tentang sosialisme dan bagaimana mesin industri kapitalisme bekerja duduk di kafe yang pemilik kafe  kelompok kapital.

Ketika ibu-ibu sibuk dengan acara seremoni berpakaian kebaya atau baju kurung menenteng tas harga jutaan,  bahkan ada yang ratusan juta berpidato tentang pemberdayaan perempuan.

Neneng dari kelas sosial bawah memberikan contoh apa artinya bekerja untuk komunitas tanpa banyak omon-omon.

Omon-omon pejabat dan istri pejabat baik pusat dan daerah hari ini sudah sangat memekakkan telinga. 

Omon-omon mereka bagaikan cipratan air ludah yang meludahi muka perempuan dan anak yang tergusur dari tanahnya karena proyek strategis dengan jargon pembangunan.

Melayani orang miskin tidak harus membuat kita hidup dalam kemiskinan tapi memberikan contoh bagaimana kesetiakawanan sosial terbentuk dengan rasa empati.

Menenteng tas ratusan juta dengan pakaian jutaan kemudian berpidato tentang kemiskinan dan pemberdayaan perempuan merupakan tindakan yang tidak etis. Bahkan hanya omon-omon saja.

📚 Artikel Terkait

Kopdes Merah Putih Perusak Kemandirian Bangsa

PAGAR LAUT PUN TERTAWA

Puisi-Puisi Ramadan Moh. Ghufron Cholid

Singapura Tanpa Korupsi, Indonesia Tertidur Dalam Kompromi

Kesederhanaan gerakan Nenengisme dengan menyamakan antara ucapan, tindakan dan pemikiran adalah bentuk integritas dan konsistensi.

Ketika kita menoleh ke belakang dari perjalanan berbangsa dan bernegara, maka Kartini yang sesungguhnya adalah seorang perempuan yang sederhana yang bertahan, bertarung dan berjuang baik bagi dirinya dan komunitasnya.

Perempuan hebat adalah mereka yang bertarung, bertahan dan berjuang bukan sekadar tampil memberikan pidato dan kesannya menceramahi yang sementara hartanya di dapatkan dari hasil perampokan suaminya terhadap pajak rakyat.

Omon-omon dengan menceramahi dan berpidato tentang kemiskinan di gedung ber- ac atau di hotel bintang 5 dengan menggunakan pajak rakyat adalah bentuk perendahan terhadap kelompok miskin dan mengambil jatah bansos mereka.

Menjadi manusia yang konsistensi antara ucapan, pemikiran dan tindakan memang sulit di tengah deru mesin industri kapitalisme , tapi semua kita harus mau menulainya sebagai bentuk nasionalisme

Hari ini, para elite tidak dituntut untuk melayani si miskin di gubuk dengan menjadikan hidup seperti mereka. Walaupun H. Agus Salim mencontohkan dengan perilaku hidup sederhana bahkan mengontrak di gang sempit yang jalanan becek dan tinggal di rumah atap bocor, Muhammad Natsir yang terkenal sebagai menteri berbaju tambalan ataupun Bung Hatta yang sampai meninggal tidak pernah bisa membeli sepatu Bally yang di inginkannya. Tapi minimal tidak koruptor, tamak dan mengambil secukupnya.

Nenengisme adalah gerakan kesadaran perempuan progresif yang berjuang untuk kesetaraan gender dan memberikan contoh nyata bukan sekedar pidato seremonial.

Bagaimana dengan kita dan anda ???

Novita Sari Yahya

Penulis

Penulis: Novita Sari Yahya. Penulis buku “Romansa Cinta”, Padusi Alam Takambang Jadi Guru dan  “Novita & Kebangsaan.” Hasil penjualan buku digunakan untuk operasional gerakan literasi dan mendukung Rumah Pengasuhan Anak dan Pendidikan Keluarga. Aktivitas dan karyanya dapat diikuti melalui akun Instagram: @novita.kebangsaan.

Email : novitasariyahya5@gmail.com

Kontak pembelian buku: 089520018812

Nama : Novita Sari Yahya

Media sosial : instagram@novitasari.kebangsaan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 141x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 92x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share5SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00