POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Senerai Puisi S. Sigit Prasojo

RedaksiOleh Redaksi
July 28, 2025
Puisi-Puisi Sigit Prasojo
🔊

Dengarkan Artikel

Kau Panggil Aku

Tuhan,

aku tak sedang marah—

hanya ingin tahu:

masihkah Kau mengingat

nama yang dulu Kau bisikkan

dalam hening?

Aku tak lagi pandai berdoa,

tanganku kaku menengadah,

sementara hatiku

tak tahu kiblat

selain gelap.

Tapi malam ini aku memanggil,

bukan lewat lidah

melainkan melalui retakan

yang tumbuh di sela napas.

Jika Kau mendengarku,

jangan jawab.

Biarkan diam-Mu saja

jadi pengakuan

yang paling sunyi.

Ponorogo, Juni 2025

Kitab Tanpa Huruf

Tak semua ayat datang dari langit.
Ada yang lahir dari luka
dan ditulis
dengan tinta paling dalam:
air mata.

Di dinding kamarku
terpaku satu kitab
tanpa huruf,
tanpa tafsir,
tapi tiap lembarnya
bisa membuat jiwaku rebah.

Mungkin itu bukan wahyu,
tapi aku percaya
Tuhan pun kadang membaca
tulisan paling sunyi
dari makhluk yang tak sanggup
menulis ulang hidupnya.

Ponorogo, Juni 2025

Doa yang Mengendap

Pernah kutulis doa

di selembar kertas

dan kusimpan

dalam kotak kayu

di bawah kasur.

Tiap malam,

aku mengendapkannya

bersama napas yang separuh.

Tapi esoknya, doa itu berubah—

📚 Artikel Terkait

Hadiah Dari Raja : Kisah Arnold Palmer dan Raja Arab Saudi

Guru Sandal Jepit

Aku Berdiri

Kutempuh Jalan Menulis, Kurasakan Jiwa dan Badan Sehat

bukan jadi jawaban,

melainkan debu.

Dan aku belajar:

tak semua doa

diciptakan untuk dikabulkan.

Sebagian hanya cara

agar kita

tak sepenuhnya terlupakan.

Ponorogo, Juni 2025

Jeda antara Doa dan Duka

Keningku pernah menyentuh sajadah

dengan harap

yang tak bisa kuceritakan pada siapa pun.

Namun bumi tetap dingin,

dan langit terlalu jauh

untuk memeluk.

Aku ingin percaya,

tapi iman

kadang seperti kabut:

terasa basah,

namun tak tergenggam.

Di antara sujud dan doa,

ada jeda

ketika aku bukan hamba—

hanya tubuh

yang tak tahu

untuk apa hidup dilanjutkan.

Ponorogo, Juni 2025

Tuhan Juga Kesepian

Aku membayangkan—

di singgasana cahaya,

Tuhan duduk sendiri,

menatap bumi

dengan tangan-Nya yang rindu

pada suara-suara

penuh harap.

Barangkali Tuhan pun kesepian,

bukan karena ditinggal,

tapi karena terlalu sering dipanggil

tanpa dipahami.

Malam ini,

saat aku tak sanggup bicara,

aku hanya ingin

menjadi sepi yang jujur—

yang bisa menemani Tuhan

tanpa meminta apa-apa.

Ponorogo, Juni 2025

Karya: S. Sigit Prasojo 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Mengapa Bersepeda Begitu Digemari di Kota Banda Aceh?

Mengapa Bersepeda Begitu Digemari di Kota Banda Aceh?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00