Dengarkan Artikel
Kau Panggil Aku
Tuhan,
aku tak sedang marah—
hanya ingin tahu:
masihkah Kau mengingat
nama yang dulu Kau bisikkan
dalam hening?
Aku tak lagi pandai berdoa,
tanganku kaku menengadah,
sementara hatiku
tak tahu kiblat
selain gelap.
Tapi malam ini aku memanggil,
bukan lewat lidah
melainkan melalui retakan
yang tumbuh di sela napas.
Jika Kau mendengarku,
jangan jawab.
Biarkan diam-Mu saja
jadi pengakuan
yang paling sunyi.
Ponorogo, Juni 2025
Kitab Tanpa Huruf
Tak semua ayat datang dari langit.
Ada yang lahir dari luka
dan ditulis
dengan tinta paling dalam:
air mata.
Di dinding kamarku
terpaku satu kitab
tanpa huruf,
tanpa tafsir,
tapi tiap lembarnya
bisa membuat jiwaku rebah.
Mungkin itu bukan wahyu,
tapi aku percaya
Tuhan pun kadang membaca
tulisan paling sunyi
dari makhluk yang tak sanggup
menulis ulang hidupnya.
Ponorogo, Juni 2025
Doa yang Mengendap
Pernah kutulis doa
di selembar kertas
dan kusimpan
dalam kotak kayu
di bawah kasur.
Tiap malam,
aku mengendapkannya
bersama napas yang separuh.
Tapi esoknya, doa itu berubah—
📚 Artikel Terkait
bukan jadi jawaban,
melainkan debu.
Dan aku belajar:
tak semua doa
diciptakan untuk dikabulkan.
Sebagian hanya cara
agar kita
tak sepenuhnya terlupakan.
Ponorogo, Juni 2025
Jeda antara Doa dan Duka
Keningku pernah menyentuh sajadah
dengan harap
yang tak bisa kuceritakan pada siapa pun.
Namun bumi tetap dingin,
dan langit terlalu jauh
untuk memeluk.
Aku ingin percaya,
tapi iman
kadang seperti kabut:
terasa basah,
namun tak tergenggam.
Di antara sujud dan doa,
ada jeda
ketika aku bukan hamba—
hanya tubuh
yang tak tahu
untuk apa hidup dilanjutkan.
Ponorogo, Juni 2025
Tuhan Juga Kesepian
Aku membayangkan—
di singgasana cahaya,
Tuhan duduk sendiri,
menatap bumi
dengan tangan-Nya yang rindu
pada suara-suara
penuh harap.
Barangkali Tuhan pun kesepian,
bukan karena ditinggal,
tapi karena terlalu sering dipanggil
tanpa dipahami.
Malam ini,
saat aku tak sanggup bicara,
aku hanya ingin
menjadi sepi yang jujur—
yang bisa menemani Tuhan
tanpa meminta apa-apa.
Ponorogo, Juni 2025
Karya: S. Sigit Prasojo
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






