Dengarkan Artikel
Oleh Juni Ahyar
Tuliskan kesedihan di lembar hati,
Ketika kata-kata tak mampu lagi menari.
Ada rasa yang beku di sela napas,
Ada cinta yang mati tanpa bekas.
Kita bicara dengan hati,
Namun sunyi justru menjawab sendiri.
Puisi yang dulu kita rawat dengan rindu,
Kini terbuang, jatuh di ruang sepi waktu.
Kau bunuh sesuatu yang kusebut cinta,
Tanpa pedang, tanpa luka,
Hanya rasa yang perlahan sirna,
Seperti daun kering yang lepas dari pohonnya.
Yakinkan aku, Tuhan,
Dia bukan milikku,
Meski namanya terukir di denyut nadiku,
Meski bayangnya masih berlari dalam mimpiku.
Biarkan waktu,
Seperti ombak yang menghapus jejak di pasir,
Seperti malam yang menelan cahaya kecil,
Hapus aku dari hidupnya,
Hapus aku dari rindunya.
Sadarkan aku, Tuhan,
Bahwa takdir bukan untuk dipaksa,
Bahwa cinta tak selalu punya rumah,
Bahwa kehilangan adalah cara-Mu mengajarkan setia.
Tuliskan kesedihan di langit malam,
Biar bintang membacanya diam-diam.
Kita bicara lewat jiwa yang rapuh,
Dan waktu yang kejam memeluk kalbu.
Puisi kita telah mati,
Terkubur di antara janji yang basi.
Kini aku hanyalah bayangan,
Yang mencoba pergi,
Tapi terikat pada kenangan.
Yakinkan aku, Tuhan,
Dia bukan milikku,
Dan biarkan waktu,
Menghapus aku…
Sampai tak tersisa satu pun jejak di matanya…
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






