Dengarkan Artikel
Oleh Herry Tany
hujan membawa ribuan kaki berlari
harapan terlempar ke halaman belakang
kisah berganti dari rentetan kata sakti
menjadi ‘sastra sekarang hanya onani para penyair’
berhenti saat e-money meniup peluit
padahal mereka melihat bom yang tertanam
menghancurkan tubuh dan ladang saat terinjak
lalu kuburan-kuburanmu menyanyikan hymne ‘aku menyesal!’
setia proyek maju tak gentar sampai mati sia-sia
seniman hanya butuh kopi dan imajinasi
walau tidak pernah tidur lagi ditemani istri
sampai nikotin di dalamnya membuat hampir mati berdiri
atau dihamili gelembung kata-kata yang ditiduri sendiri
📚 Artikel Terkait
hidup seperti diperintah oleh kuasa tak dikenal
menjadi mahluk berkeliaran seperti wabah-wabah penderitaan
terputus sudah tali komunikasi sampai gundul
menanam kalimat baru ‘nggeh ndoro’ bersimpuh menjual harga diri
toko
pasar
kantor
hotel
lalu lintas
stasiun
halte
bis kota
kereta
rumah sakit
apotik
penjara
bioskop
pengadilan
panti pijat
sampai wc umum
memampang tulisan
‘maaf kami hanya melayani sastra bukan dusta juga bromocorah yang pandai berhikayat ‘
Krendang, 28 Juni 2023
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






