Selasa, April 21, 2026

Hikayat Bromocorah

Hikayat Bromocorah - 2025 07 23 10 33 23 | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Hikayat Bromocorah

Oleh Herry Tany

hujan membawa ribuan kaki berlari
harapan terlempar ke halaman belakang
kisah berganti dari rentetan kata sakti
menjadi ‘sastra sekarang hanya onani para penyair’
berhenti saat e-money meniup peluit

padahal mereka melihat bom yang tertanam
menghancurkan tubuh dan ladang saat terinjak
lalu kuburan-kuburanmu menyanyikan hymne ‘aku menyesal!’
setia proyek maju tak gentar sampai mati sia-sia

seniman hanya butuh kopi dan imajinasi
walau tidak pernah tidur lagi ditemani istri
sampai nikotin di dalamnya membuat hampir mati berdiri
atau dihamili gelembung kata-kata yang ditiduri sendiri

hidup seperti diperintah oleh kuasa tak dikenal
menjadi mahluk berkeliaran seperti wabah-wabah penderitaan
terputus sudah tali komunikasi sampai gundul
menanam kalimat baru ‘nggeh ndoro’ bersimpuh menjual harga diri

toko
pasar
kantor
hotel
lalu lintas
stasiun
halte
bis kota
kereta
rumah sakit
apotik
penjara
bioskop
pengadilan
panti pijat
sampai wc umum

memampang tulisan
‘maaf kami hanya melayani sastra bukan dusta juga bromocorah yang pandai berhikayat ‘

Krendang, 28 Juni 2023

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist