Oleh Herry Tany
tanah ini kehilangan kata
sulit untuk mengucap
seperti penyair yang dimusuhi kalimat
kesenian raib puisipun hilang
dunia bisu sepi tak bicara
pengucapan sirna tanpa rupa
suara tak terdengar lagi
hanya teori dan tulisan basi
menjadi kudeta bagi keluarga nyata yang membosankan
Chorus:
inilah malam seribu bulan
terang benderang cahaya
dimana aku mengawini kekasih
membersihkan diri dari genangan lumpur dan debu
membersitkan cahaya ke dalam jiwa yang tak pernah sembahyang
semesta menyerahkan diri pada sesuatu yang tak terelakkan
semua terkubur menggali dirinya sendiri untuk menjelaskan kesulitan komunikasi
hanya gelembung-gelembung sabun ampas onani
sungguh kasihan negeri kesepian
Jakarta, 18 Juli 2025
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.














Discussion about this post