HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Responden Terpilih

Maret 14, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Responden Terpilih

Maret 14, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Untaian Puisi S. Sigit Prasojo

S.Sigit Prasojo by S.Sigit Prasojo
Juli 19, 2025
in Antologi Puisi
Reading Time: 3 mins read
0
Puisi-Puisi Sigit Prasojo
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Pernah Menjadi Seseorang

Pernah ada hari
ketika namaku disebut seperti doa:
  penuh harap,
  meski tak selalu sampai.

Baca Juga

Wafatnya Khamenei: Senjakala Globalisasi dan Eskalasi Perang Dunia III yang Terfragmentasi

Puisi Tak Bisa Menghentikan Perang

Maret 1, 2026
Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 1, 2026
Untaian Puisi Putri Nanda Roswati

Untaian Puisi Putri Nanda Roswati

Februari 26, 2026

Pernah aku percaya—
bahwa jadi seseorang
adalah perkara mencatat jejak
di pasir yang akan pasang.

Tapi kini,
tak ada yang mencariku dengan suara,
        hanya jejak digital
           yang tidak menyimpan napas._

KTP-ku masih tersimpan rapi,
     tapi aku lupa siapa yang memegang tubuh ini._

Aku berjalan,
     tanpa arah, tanpa alamat.
Setiap wajah yang kutemui
    adalah pantulan dari siapa yang tak sempat jadi._

Dan kadang, di antara dinding sunyi,
aku bertanya:
        “Masihkah aku seseorang
                                    atau cuma bekas nama?”_

Ponorogo, Mei 2025

Bayang di Balik Wajah

Aku berdiri di antara cermin retak,
 mencari wajah yang kukenal,
  namun bayang itu berlari,
   menghindar dari pelukan waktu._

Diri yang kugenggam adalah debu,
 terbawa angin masa lalu,
  dan masa depan yang tak pasti
   adalah lorong tanpa ujung._

Aku bertanya pada gelap dan terang,
 yang mana aku?
  Dan mereka tertawa dalam diam—
   karena aku adalah teka-teki yang belum terpecahkan._

Ponorogo, Mei 2025

​

TATAKAN SUARA

kupahat bisu
di atas dengus
yang tak sempat jadi kata

kubakar gema
dalam tenggorokan
yang selalu dicegat jeda

kuselipkan lidah
di balik lidah
agar diam bisa berkata
tanpa disangka-sangka

Ponorogo, Juli 2025

AKU, DAN BUKAN AKU

aku
bukan aku
tapi aku yang dihapus oleh aku
aku yang bersembunyi di balik aku
dan aku yang tak bisa keluar dari tubuhku

aku bersuara seperti aku
tapi gema yang terdengar
bukan aku
melainkan
aku yang meniru aku

dan dalam lengang
aku yang aku kubur
diam-diam menyebut aku
lalu jadi bayang yang bayang pun enggan menyapaku

siapa aku?
suara yang tak bersumber
tubuh yang meraba takdir seperti abu
wajah yang pagi-pagi tak lagi menyatu
dalam cermin yang ragu
dan doa yang tak tahu
kepada siapa ia merayu

dan kini,
wahai aku yang palsu,
cukup kau bisikkan palsumu
ke liang jiwaku yang semu—
kau bukan aku,
kau cuma bau
dari luka yang membiru
dan aku…
muak padamu!

Ponorogo, 18 Juli 2025

DENYUT BUNTUNG


kubilang padam,
padahal cuma kuselipkan nyala
di sela napas yang disumpal kata.

kubiarkan redup,
padahal nyala itu kucicil
di rongga dada yang pura-pura lega.

kuketuk sunyi,
pakai detak
yang sengaja kulewati,
tapi malam ini
biar dunia tahu:
aku menyala.
utuh.
dan tak ingin disimpan lagi.

Ponorogo, Juli 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 236x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 188x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 160x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 131x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236
S.Sigit Prasojo

S.Sigit Prasojo

S. Sigit Prasojo, lahir di Ponorogo, 25 Juli 2001. Aktif di Himpunan Penulis Mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo dan menjabat sebagai Wakil Ketua HMPS Pendidikan Bahasa Jawa. Pernah menjadi Ketua Panitia Diwangkara Gumelar 2025 dan tergabung dalam komunitas sastra seperti Partey Penulis Puisi dan Aksara Malaysia. Karyanya dimuat di Erakini.id, Jernih.co, dan media lainnya, dengan puisi-puisi yang dikenal simbolik dan sarat sejarah..

Baca Juga

Sekolah Korban Bencana Ekologis
#Korban Bencana

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa
#Perempuan Hebat

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026
# Ironi

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 16, 2026
Tuhan di Bawah Telapak Kaki Ibu Pertiwi
#Cerpen

Tuhan di Bawah Telapak Kaki Ibu Pertiwi

Maret 16, 2026
Next Post
Beginilah Cara Menghukum Tom Lembong

Beginilah Cara Menghukum Tom Lembong

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com