• Latest
Puisi-Puisi Ilhamdi Sulaiman

Puisi-Puisi Ilhamdi Sulaiman

Juli 13, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Puisi-Puisi Ilhamdi Sulaiman

Ilhamdi Sulaiman by Ilhamdi Sulaiman
Juli 13, 2025
in Antologi Puisi, Puisi
Reading Time: 5 mins read
0
Puisi-Puisi Ilhamdi Sulaiman
594
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Delapan Puluh Tahun Menanak Angin

Karya Ilhamdi Sulaiman.

   Kami menanak angin

   bukan karena ingin

   tapi karena nasi terlalu mahal

   untuk sekadar bermimpi kenyang.

   Kami menjemur pakaian dan harapan

   keduanya seringkali tak kering

   karena hujan janji datang terlalu sering.

   Delapan puluh tahun,

   pidato dikumandangkan

   tapi suara kami masih bergaung

   dari warung kopi

   dari kolong jembatan,

   dari masjid kecil

   yang azannya serak pelan.

   Negeri ini berjalan dengan sepatu,

   sementara kami bertelanjang kaki

   di jalanan yang retak

   oleh rencana pembangunan.

   Tapi kami tak berhenti.

   Karena meski hari ini

   kami menanak angin—

   kami percaya,

   besok pagi ada remah

   yang gugur dari langit

   atau ladang yang kembali hijau

   oleh tangan yang tak lelah berdoa.

   Kami menanak angin,

   tapi iman kami tidak menguap.

   Kami tetap hidup,

   meski negeri ini lebih suka

   menjanjikan harap

   ketimbang menggenggam nasib.

    28 Juni 2025

Merdeka yang Tertinggal di Pintu Rumah.

   Merdeka,

   pernah mampir ke desa kami,

   tapi tak sempat masuk.

   Ia berhenti di pintu,

   menyeka peluh,

   lalu pergi

   karena rumah kami terlalu sempit

   untuk menampung janji.

   Kami kibarkan bendera di hari merdeka,

   tiangnya dari pelapah rumbia.

   Kami nyanyikan lagu kebangsaan,

   walau suaranya kalah oleh bunyi perut.

   Setiap hari.

   Setiap tahun, kami menonton upacara

   di televisi tetangga.

   Menunggu:

   kapan nama kami disebut?

   kapan gaji kami naik?

   kapan jalan kampung kami disemen?

   Hanya spanduk bantuan

   yang bersuara paling nyaring.

   Kami cuma ingin:

   sekolah yang tak bocor,

   puskesmas yang tak kehabisan obat,

   harga beras yang tak naik

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
ADVERTISEMENT

   sebelum subuh mengalahkan kokok ayam.

   Merdeka

   tertinggal di teras rumah kami,

   bersama sandal plastik

   dan setumpuk tagihan

   karena jendelanya tertutup

   oleh tangisan rakyat.

   Merdeka yang tertinggal di pintu rumah

   akan kami jemput:

   dengan sabar,

   dengan suara,

   yang pelan-pelan

   akan membangunkan negeri.

    Jakarta,25 Juni 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 339x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 301x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 249x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 239x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare238Tweet149
Ilhamdi Sulaiman

Ilhamdi Sulaiman

Ilhamdi Sulaiman (Boyke Sulaiman) I Lahir 68 tahun lalu di Medan pada tanggal 12 September 1957. Menamatkan pendidikan sarjana Sastra dan Bahasa Indonesia di Universitas Bung Hatta Padang pada tahun 1986. Berkesenian sejak tahun 1976 bersama Bumi Teater Padang pimpinan Wisran Hadi. Pada tahun 1981 mendirikan Grup Teater PROKLAMATOR di Universitas Bung Hatta. Lalu pada tahun 1986, hijrah ke kota Bengkulu dan mendirikan Teater Alam Bengkulu sampai tahun 1999 dengan beberapa naskah diantaranya naskah Umang Umang karya Arifin C. Noer, Ibu Suri karya Wisran Hadi dan tahun 2000 hijrah ke Jakarta mementaskan Naskah Cerpen AA Navis Robohnya Surau Kami Bersama Teater Jenjang Jakarta serta grup grup teater yang ada di Jakarta dan Malaysia sebagai aktor freelance. Selama perjalanan berteater telah memainkan 67 naskah drama karya penulis dalam dan luar negeri, monolog, dan deklamator. Serta mengikuti event lomba baca puisi sampai saat ini dan kegiatan sastra lainnya hingga saat ini.

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Menulislah dan Anda Akan Bahagia

HABA Mangat

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com