Dengarkan Artikel
Oleh Dayan Abdurrahman
🌍 Pendahuluan: Dunia di Ujung Tanduk
Umat manusia hari ini hidup dalam zaman penuh kecemasan. Di satu sisi, teknologi maju pesat, namun di sisi lain, ketegangan geopolitik membesar seperti bara dalam sekam. Perang Rusia-Ukraina belum reda, api di Gaza dan Palestina terus membara, dan ancaman konflik global seperti Perang Dunia Ketiga mulai dibicarakan oleh para pemimpin dunia.
Sebagai umat Islam, kita tidak boleh buta terhadap realitas ini. Kita diajarkan untuk tafakkur atas keadaan zaman, tadabbur atas tanda-tanda kerusakan, dan tafa’ul atas harapan yang masih mungkin ditegakkan.
🕌 Islam sebagai Rahmat bagi Semesta
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.”
(QS. Al-Anbiya: 107)
Islam datang bukan untuk satu bangsa atau satu waktu, tetapi untuk semesta—termasuk bumi yang kini terancam oleh ambisi segelintir negara yang mengedepankan senjata dan kekuasaan dibandingkan keadilan dan kasih sayang.
Maka dari itu, peran dunia Islam sangat sentral untuk menjadi penengah, penyeru damai, dan penjaga kehidupan. Menyerukan kedamaian adalah dakwah, dan mencegah perang adalah amar ma’ruf nahi munkar yang paling global.
🕊️ Mengapa Perang Dunia Ketiga Harus Dicegah?
Sebagian orang berkata: “Bukankah perang bagian dari takdir?” Benar, tetapi manusia diberikan akal, nurani, dan wahyu agar tidak menyerah pada kebinasaan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Janganlah kalian mengharapkan bertemu dengan musuh. Tapi bila kalian terpaksa bertemu, maka teguhkan hati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, Islam tidak mengagung-agungkan perang. Perang adalah pilihan terakhir, bahkan sebisa mungkin dihindari. Maka dalam konteks dunia saat ini, mencegah perang global adalah bentuk jihad akbar—perjuangan besar demi keselamatan umat manusia.
🌏 Dunia Timur: Cahaya Peradaban Alternatif
Sementara dunia Barat semakin larut dalam ambisi kekuasaan global, dunia Timur memiliki potensi menjadi pusat peradaban alternatif yang lebih seimbang dan humanis. Di sinilah letak pentingnya peran Islam.
Dari Asia Tenggara, suara damai dari para ulama dan ormas Islam menyerukan keadilan dan hak asasi global.
📚 Artikel Terkait
Di Timur Tengah, meski dilanda konflik, suara para mujahid perdamaian tak pernah padam.
Di Afrika Utara dan Asia Selatan, Islam hidup berdampingan dengan budaya dan menyuarakan solusi lokal atas krisis global.
🤲 Kampanye Doa dan Dakwah Global untuk Perdamaian
Sebagai umat Islam, kita memiliki senjata spiritual yang tidak dimiliki kekuatan militer mana pun: doa, keikhlasan, dan dakwah kebenaran.
- Doa untuk keselamatan umat manusia dan bumi
“Ya Allah, jauhkan kami dari fitnah akhir zaman. Lindungi dunia dari perang besar. Beri petunjuk kepada pemimpin dunia agar memilih jalan damai.” - Kampanye dakwah damai lintas media
Gunakan media sosial untuk menyuarakan perdamaian, jangan hanya menyebar kemarahan. Ubah algoritma dunia maya menjadi saluran rahmat. - Ajakan diplomasi lintas iman dan bangsa
Islam mengakui perbedaan dan mengajak kepada perdamaian. Firman Allah:
“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah.”
(QS. Al-Anfal: 61)
🕌 Amar Ma’ruf Global: Mencegah Hancurnya Peradabane
Mencegah Perang Dunia Ketiga bukan hanya tugas para pemimpin, tapi tugas kolektif umat manusia. Umat Islam harus memelopori gerakan ini, bukan sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku utama dakwah kemanusiaan.
Tegakkan amar ma’ruf nahi munkar:
Melalui khutbah Jumat bertema perdamaian
Majelis taklim yang membahas konflik global
Video dakwah pendek di TikTok, YouTube, dan Instagram
🌿 Dunia Timur dan Akhirat: Harmoni yang Dibutuhkan Dunia
Barat sering kali mengagungkan dunia secara berlebihan (materialisme, sekularisme). Timur membawa suara keseimbangan: dunia dan akhirat.
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia…”
(QS. Al-Qashash: 77)
Inilah mengapa dunia Timur, dan Islam secara khusus, harus menjadi penengah sejarah. Kita tidak anti-teknologi, tetapi kita menolak teknologi yang menciptakan kehancuran.
🕯️ Penutup: Dakwah Damai sebagai Warisan Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ adalah pemimpin negara, panglima perang, dan pendidik. Tapi yang paling agung dari beliau adalah bahwa beliau datang membawa rahmat, bukan laknat. Maka warisan Rasulullah adalah dakwah yang mencegah kehancuran, bukan dakwah yang membakar dunia.
Jika dunia Barat tidak mampu mengendalikan ambisinya, maka dunia Timur—dengan Islam di dalamnya—harus tampil memimpin.
Dan kita semua adalah bagian dari seruan itu.
“Ya Allah, jadikanlah kami jalan-jalan damai di bumi-Mu. Jika dunia ini di ambang kehancuran, jadikanlah kami penolaknya. Dan jika fitnah zaman datang, kuatkanlah kami sebagai umat yang menyelamatkan, bukan yang merusak.”
Aamiin.
🕊️
Dayan Abdurrahman
Pemerhati Geopolitik dan Budaya Islam Global
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






